Archive for the KAJIAN ISLAM LIBERAL Category

Sekularisme, Liberalisme, Pluralisme dalam Tubuh Umat Islam Indonesia

Posted in KAJIAN ISLAM LIBERAL on December 20, 2014 by islamicoolmaker

03 February 2014

Saat ini wacana pluralisme, liberalisme, dan sekularisme agama masih menjadi isu kontroversial di Indonesia. Terutama sejak Majelis Ulama Indonesia, dalam Munasnya yang ke-7, pada 25-29 Juli 2005 di Jakarta, mengeluarkan fatwa haram terhadap pluralisme, sekularisme, dan liberalisme agama. Dalam pandangan MUI, pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga. [1] Liberalisme agama adalah memahami nas-nas agama (Alquran dan Sunah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata. Sekularisme agama adalah memisahkan urusan dunia dari agama; agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur berdasarkan kesepakatan sosial. [2]

penasaran

MACAM-MACAM LIBERAL

Posted in KAJIAN ISLAM LIBERAL on December 17, 2014 by islamicoolmaker

Dalam al-Qur’an disebutkan, bahwa orang-orang beriman tidak satu macam dan dalam satu derajat yang sama, baik di hadapan manusia maupun di sisi Allah. Mereka ada tiga macam, yaitu;

- Mukmin yang suka menzhalimi dirinya sendiri
– Mukmin yang biasa-biasa saja,
– Dan Mukmin yang senang berlomba-lomba dalam kebaikan

Allah SWT berfirman,
“Kemudian Kami wariskan al-Kitab (al-Qur’an) kepada orang-orang terpilih dari hamba-hamba Kami. Maka, diantara mereka ada yang menzhalimi sendiri. Di antara mereka ada yang tengah-tengah. Dan di antara mereka ada yang bersegera dalam kebaikan dengan izin Allah.” (Fathir: 32)

penasaran

ISLAM LIBERAL PASCA FATWA MUI (Sebuah Pengantar)

Posted in KAJIAN ISLAM LIBERAL on December 12, 2014 by islamicoolmaker

Oleh: Dr. Adian Husaini, MA

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) nya ke -7 di Jakarta, 24-29 Juli 2005, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan 11 fatwa. Berbeda dengan fatwa-fatwa sebelumnya, fatwa-fatwa MUI kali ini – khususnya tentang sesat dan haramnya ajaran Ahmadiyah, Liberalisme, Pluralisme, dan Sekularisme – menuai kecaman, hantaman dan tantangan yang sangat hebat.
Sejak fatwa itu ditetapkan pada 29 Juli 2005, tiada hari tanpa cacian dan hujatan terhadap MUI. Ada yang menyatakan, MUI konyol dan tolol, MUI konservatif dan sebagainya. Koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar-Abdalla menyatakan, bahwa fatwa MUI itu konyol dan tolol. Setelah ucapan itu mendapat kecaman hebat, Ulil akhirnya mengaku khilaf dan minta maaf.
Dalam kasus Ahmadiyah, MUI menegaskan kembali fatwa tahun 1980, bahwa jamaah Ahmadiyah adalah di luar Islam, sesat dan menyesatkan, dan orang Islam yang mengikutinya adalah keluar dari Islam (murtad). MUI juga memperkuat fatwanya dengan seruan , “Pemerintah berkewajiban melarang penyebaran paham Ahmadiyah di seluruh Indonesia dan membekukan organisasi serta menutup semua tempat kegiatannya.”

penasaran

Wahai Muslim! Belajarlah Dengan Akhir Hidup Gus Dur Sesudah di Baptis

Posted in KAJIAN ISLAM LIBERAL on January 16, 2014 by islamicoolmaker

Rabu, 14 Rabiul Awwal 1435 H / 25 Desember 2013 18:43 wib

JAKARTA (voa-islam.com) Allah sudah berjanji bahwa Allah akan menghinakan orang- orang yang telah menodai agama-Nya melalui kutukan, atau azab dan lain lain. Allah akan selalu menepati janji-Nya, dan akan mengangkat derajat siapapun yang dikehendaki-Nya, dan sebaliknya akan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Azza Wa Jalla berkuasa atas segala sesuatu.

Pelajaran Dari Gus Dur.

penasaran

27 Penyimpangan ESQ Ary Ginanjar Versi nahimunkar.com

Posted in KAJIAN ISLAM LIBERAL on August 18, 2013 by islamicoolmaker

KRISIS multi dimensi yang menimpa bangsa tercinta, bangsa Indonesia yang belum kunjung reda, dan bahkan makin melilit kuat menjerat rakyat kecil tanpa ada rasa belas kasih, serta membuat angka kemiskinan anak bangsa makin membesar, adalah akibat ulah tangan para pengelola yang tidak bertanggung-jawab. Keseimbangan yang merupakan ciri khas hukum penciptaan Allah diobrak-abrik oleh para pengelola bangsa yang buta mata hatinya.
Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai komponen bangsa, baik secara kolektif, krusial dan rumit.

penasaran

Agama Liberal

Posted in KAJIAN ISLAM LIBERAL on August 14, 2013 by islamicoolmaker

Islamedia:Pada hari Sabtu (23/10/10), para pengguna Twitter di tanah air dikejutkan oleh sebuah pesan yang berasal dari akun Guntur Romli, salah seorang pendukung gerakan Islam liberal di Indonesia. Dalam tweet-nya, Guntur mengatakan bahwa masyarakat itu semakin sekuler makin baik, semakin beragama malah makin munafik.
Kita telah terbiasa dengan sentilan-sentilan ‘nakal’ ala orang-orang JIL, wa bil khushush Guntur Romli. Akan tetapi, pernyataan yang satu ini tak pelak lagi membuat banyak orang bertanya-tanya. Sebab, setiap orang yang telah belajar agama Islam di SD pasti sudah tahu definisi munafik yang sebenarnya, yaitu pura-pura beriman. Menurut penjelasan dari hadits, kita jumpai beberapa ciri bagi orang-orang munafik, yaitu: (1) bila berkata ia dusta, (2) bila berjanji ia ingkar, (3) bila diberi amanah ia berkhianat. Dalam hadits lain kita jumpai ciri keempat, yaitu bila berselisih ia licik. Jika keempatnya terpenuhi, munafiklah ia.

penasaran

KRITIK ATAS METODOLOGI HERMENEUTIKA AL-QUR’AN “MAZHAB YOGYA” DALAM STUDI AL-QUR’AN

Posted in KAJIAN ISLAM LIBERAL on August 11, 2013 by islamicoolmaker

Oleh: Asep Setiawan*

I. Pendahuluan
Dewasa ini, ada kecenderungan di kalangan para pemikir muslim kontemporer untuk menjadikan hermeneutika sebagai mitra [1], pendekatan [2] atau bahkan sebagai pengganti ilmu tafsir Al-Qur’an. [3] Kecenderungan ini, dilatarbelakangi oleh beberapa alasan, seperti, Al-Qur’an dikatakan merupakan refleksi dari dan respon atas kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik masyarakat Arab Jahiliyah abad ke-7 Masehi [4] yang primitif dan patriarkis. [5] Ulumul Qur’an, dianggap tidak punya variabel kontekstualisasi. [6] Metodologi tafsir ulama klasik, diasumsikan terlalu memandang sebelah mata terhadap kemampuan akal publik, terlalu memberhalakan teks dan mengabaikan realitas. [7] Tafsir klasik, dinilai tidak memiliki teori solid yang mempunyai prinsip-prinsip yang teruji dan terseleksi. [8] Paradigma tafsir klasik, dianggap memaksakan prinsip-prinsip universal Al-Qur’an dalam konteks apapun ke dalam teks Al-Qur’an, akibatnya, pemahaman yang muncul cenderung tekstualis dan literalis. [9] Tafsir-tafsir klasik, dinilai tidak lagi memberi makna dan fungsi yang jelas dalam kehidupan umat Islam dan telah turut melanggengkan status quo dan kemerosotan umat Islam secara moral, politik, dan budaya. [10] Dengan demikian, menurut mereka, dekonstruksi sekaligus rekonstruksi metodologi penafsiran Al-Qur’an perlu dilakukan. Dan menurutnya, hermeneutika, merupakan sebuah keniscayaan dan satu-satunya pilihan (the only alternative), [11] sebagai solusi untuk menjembatani ‘kebuntuan’ dan ‘krisis’ Ulumul Qur’an dan tafsir klasik yang sudah tidak relevan lagi dengan konteks dan semangat zaman sekarang ini. [12]

penasaran

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.