Lobi Yahudi, Faktor Pembelaan AS pada Israel

ISRAEL, Tepi Barat, dan Jalur Gaza berada di pusat konflik Israel-Palestina. Konflik ini merupakan bagian dari konflik Arab-Israel yang lebih luas, yaitu konflik yang berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina.

Sebetulnya, di kedua komunitas itu terdapat kelompok-kelompok yang bisa dibagi dalam tiga besar.

Yakni, kelompok yang mendukung penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, kelompok yang menganjurkan solusi dua negara, dan kelompok yang mendukung solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur.

Tidak dipungkiri bahwa kawasan Timur Tengah merupakan kawasan geopolitik yang menjadi wilayah konflik berkepanjangan. Wilayahnya yang mengandung sumber daya mineral dalam jumlah yang banyak, telah menjadikan kawasan ini sebagai ajang unjuk kekuatan negara-negara besar yang memiliki kepentingan akan energi.

Tidak hanya itu, kawasan Timur Tengah merupakan kawasan berasalnya tiga agama samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam yang sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan suci bagi ketiga agama.

Kebauran isu akibat tali-temali antara sejarah sosiologis, ”sejarah suci” sejak tahun 2000 Sebelum Masehi, keyakinan ideologi sakral, serta pengaruh entitas agama menjadikan konflik Israel-Palestina sebagai yang paling rumit sepanjang masa.

Yahudi memegang keyakinan untuk meraih kembali ”tanah perjanjian” (Palestina) yang dijanjikan Yhwe (sebutan Tuhan dalam kitab Yahudi) sebagai tanah air mereka. Misi yang sampai sekarang sangat didukung oleh Amerika Serikat atas pengaruh kuat kelompok lobi Yahudi.

Itulah sebabnya Israel memasang semboyan negara ”Never Again” (Jangan Terulang Lagi). Mereka tidak ingin mengulang masa diaspora, masa ketika bangsa Israel tercerai-berai tanpa tanah air. Negara Yahudi itu bersikap keras terhadap Hamas karena sikap politik Hamas yang bersikeras mencantumkan Jerusalem sebagai ibu kota masa depan negara Palestian merdeka.

Pelobi Yahudi

Kerumitan masalah itu makin bertambah dalam dengan sikap sangat memihak Amerika Serikat. Dalam berbagai literatur, disebutkan betapa pengaruh pelobi Yahudi sangat menentukan corak dan arah politik dalam dan luar negeri Amerika Serikat.

Salah satu organisasi pelobi Yahudi terpenting adalah Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC).

Dalam perkembangan arus politik AS, AIPAC yang berdiri sejak 1953 merupakan tempat wajib calon-calon presiden AS untuk memaparkan visi mereka guna memperoleh dukungan pelobi Yahudi.

Presiden terpilih Barack Obama misalnya, mengatakan di depan AIPAC, ”Saya akan tetap komitmen pada perjuangan Israel karena saya adalah sahabat Israel. Dan, Jerusalem tidak akan pernah terbagi.”

Meski pernyataan itu kemudian diralat, pada kenyataannya fakta itu menunjukkan betapa kuatnya pengaruh lobi Yahudi.

Sudah menjadi tradisi bahwa Partai Demokrat memang sangat mengakomodasi kepentingan kelompok Yahudi. Dalam sejarah, dibandingkan dengan Partai Republik, lobi Yahudi memang lebih dekat dengan Partai Demokrat.

AIPAC memiliki lebih dari 150 staf dengan anggaran tahunan tidak kurang dari 60 juta dolar. Dana itu diperoleh dari kontribusi orang-orang kaya Yahudi bisnis-bisnis milik Yahudi.

Lembaga itu menggunakan Komisi Aksi Publik, yang dimandatkan UU Federal, untuk mempengaruhi lanskap politik AS. Komisi itu selalu memberikan donasi besar bagi para kandidat politik. AIPAC saat ini misalnya, sedang melobi AS untuk menyerang Iran.

Selain itu, ada pula Kongres Yahudi Amerika yang didirikan Rabbi Stephen Wise pada 1930, sahabat dekat Presiden Woodrow Wilson. Masih ada lagi Konferensi Presiden-presiden Organisasi Yahudi Amerika. Sebanyak 51 organisasi Yahudi bernaung di bawah payung Konferensi itu. Misi mereka jelas tertulis, untuk mempererat hubungan Amerika dan Israel.

Sejarah menunjukkan betapa dalam keberpihakan itu. Pada masa pemerintahan Presiden Bill Clinton, Kongres Amerika menyatakan dukungan resmi pada negara dan rakyat Israel Dengan perbandingan suara 198 lawan 9. Resolusi itu medesak Pemerintah Amerika menggunakan hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencegah munculnya resolusi yang ”tidak adil” pada Israel.

Sebelumnya, sepucuk surat penting disampaikan kepada Clinton. Surat itu datang dari anggota Senat Amerika. Sedemikian pentingnya, seluruh anggota Senat Amerika Serikat —kecuali empat orang— ikut menandatangani. Surat 96 senator itu juga dikirim berkenaan dengan krisis yang memuncak antara Israel dan Palestina.

Kepada Clinton, para senator mendesak agar Presiden Amerika itu segera menyatakan solidaritas Amerika pada Israel. Mereka juga meminta Clinton secara terbuka mengutuk Yasser Arafat, pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Arafat, menurut para senator itu, pantas dicerca karena ”giat mengampanyekan kekerasan”.

Catatan sejarah memang menunjukkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat adalah pemerintah paling pro-Israel di seluruh dunia. Israel dan Amerika telah menjadi kawan akrab sejak 1948, saat Israel terbentuk. Bayangkan, hanya enam menit setelah Israel diproklamasikan pada 14 Mei 1948, Presiden Harry Truman menjadi kepala negara pertama yang mengakuinya.

Kedekatan itu ternyata bisa ditarik jauh ke belakang. Menurut Mitchell G Bard, penulis buku The Waters Edge and Beyond, jejak tradisi Yahudi telah tampak sejak era para pendiri Amerika Serikat.

Lihat saja kutipan surat John Adams yang ditujukan kepada Thomas Jefferson: ”Saya percaya, kaum Yahudi itulah yang lebih baik membangun peradaban dibandingkan dengan bangsa lain.”

Dalam gempuran Israel terhadap Jalur Gaza saat ini, terlihat sekali lagi betapa gencar pembelaan Washington terhadap Israel.(gn, dari berbagai sumber-25)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: