lobi yahudi menggenggam dunia…siapapun presiden amerika….hmmm teutep

Bismillahirrohaanirrhimi
Ketika Barach Hussen Obama dilantik menjadi presiden Amerika Serikat ke-44, ada satu kata yang belum pernah diucapkan oleh presiden AS sebelumnya. Kata Islam atau Muslim. Dalam pidato tersebut, secara khusus, Obama menyebutkan bahwa, pemerintah AS menghargai negara – negara Muslim dan akan membangun kerja sama baru dengan negara Muslim dengan semangat saling menghormati. “Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati” demikian kalimat pidatonya.

Benarkah, Amerika sudah “tobat” dan akan memulai hidup baru dengan bersikap adil dan bijaksana dengan mengedepankan hidup damai yang saling menghargai dengan seluruh warga dunia, terutama Muslim…? Masih sangat prematur untuk berkata ia maupun tidak. Waktu dan fakta yang akan membuktikannya. Selama delapan tahun Bush memerintah, Amerika sukses menambah musuh akibat kebijakan luar negerinya yang militeristik dan standar ganda, khususnya untuk urusan Timur Tengah. Selama itu hubungan AS-Israel bak” bulan madu”. Dan menjadi racun bagi negara yang berkonflik dengan negara penjajah tersebut.

Melihat Amerika, negara para “muhajirin”, bagi sebagian kaum muslimin seperti saya, mungkin akan banyak menilai negatifnya. Amerika adalah negara paraniod dan Islam phobia. Bersikap apatis dan cenderung menebar api permusuhan. Padahal sebagai negara pluralis, harusnya bisa bersikap netral dalam berinteraksi dan melakukan kerja sama dengan berbagai negara dan bangsa manapun. Hal ini tidak mengherankan, karena Amerika sebagai negara sebenarnya dikendalikan oleh segelintir kelompok. Dan kelompok itu adalah lobi Yahudi..

Adalah American Israel Public Affair Committee atau AIPAC kelompok lobi Yahudi di Amerika Serikat yang bertujuan melobi konggres dan badan Eksekutif pemerintah dengan tujuan meningkatkan hubungan dekat antara Amerika dan Zionis Israel. Banyak kebijakan luar negeri AS sangat dipengaruhi oleh AIPAC. Intinya adalah memporeh dukungan penuh AS dengan segala cara untuk mendukung negara Zionis Israel di Palestina. AIPAC sendiri dikenal sebagai lobi paling berpengaruh di Amerika. AIPAC selalu berada dibalik layar bagi terpilihnya presiden AS baik dari kalangan Demokrat maupun Republik.

Sudah menjadi tradisi bahwa setiap pemilihan presiden, para kandidat wajid memaparkan visi dan misinya di depan forum AIPAC. Dan dengan jelas, Obama sangat membela Israel yang dengan sangat tegas menyatakan bahwa akan mendukung penuh negara Israel dan tak akan ada perdamaian di Timur Tengah tanpa jaminan keamanan negara Israel dengan ibukota Yerusalem.

Jadi masih yakin akan ada perubahan kebijakan luar negeri AS yang cukup signifikan. Sepertinya sulit, selama kelompok lobi yahudi masih bercokol dan mendikte AS. Orang Yahudi sendiri hanya berjumlah 15 juta orang di dunia. Dan sekitar 5 juta orang yang menetap di AS. Sangat kecil dibandingkan dengan Islam yang mencapai 1,1 milyar atau kristen 1,9 milyar. Namun demikian, Yahudi sangat mampu memainkan perannya dengan menguasai negara adidaya yang pluralis seperti Amerika untuk mengobok-ngobok dunia menurut kepentingannya.

Lalu apa yang membuat yahudi yang minoritas bisa “memimpin” dunia. Theodere Hezl, pencetus negara Zionis meyakini bahwa, era abad ke-20 untuk menguasi dunia setidaknya ada 3 hal yang harus dikuasai. Pertama media. Sebagai seorang wartawan internasional, ia sangat tahu, bahwa peran media sangat mendukung bagi perjuangan negara zionis. Kedua Lobi, dan lobi ini sangat ampuh untuk mendukung terbentuknya negara yahudi. Dan lobi ini pula yang dapat mempengaruhi pemerintah Inggris untuk “menyerahkan” tanah Palestina kepada Yahudi. Ketiga adalah ekonomi. Faktanya, AIPAC sendiri disokong oleh pengusaha – pengusaha kaya Yahudi.

Oleh karena itu, tidaklah berlebihan, jika “pentas wayang:” Amerika tidak akan pernah berubah jika hanya mengganti wayangnya. Seharusnya dalangnya yang diganti. Sudah seharusnya, kaum Muslimin sebagai umat terbesar kedua di muka bumi ini, bisa mengambil peran untuk memanfaatkan segala potensi, dengan bisa melihat Amerika dengan lebih cerdas. Amerika merupakan negara peruntungan bagi para pendatang. Semua umat setidaknya ada disana. Dan mengapa Yahudi yang harus mendikte dan berkuasa disana. Bukankah bumi ini diwariskan untuk kita dan menjadi khalifah di atasnya. Saatnya mulai berpikir cerdas dan bisa mengambil manfaat dari Amerika yang pluralis.

Jangan lagi berharap dari Obama yang sepertinya menjadi “wayang” selanjutnya bagi lobi – lobi Yahudi. Seharusnya kitalah dalangnya, jika ingin perubahan itu ada dan kalau dunia ingin damai. Dan Palestina bisa kembali kita rebut…

Wallahualam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: