Lobi Yahudi Sibuk Dukung Capres AS

Tuesday, 05 February 2008
PERAN besar “kelompok penekan” (pressure group) Lobi Yahudi Israel dalam setiap pemilu presiden di Amerika Serikat (AS) bukanlah cerita baru. Mereka berperan dalam memenangkan pemilu, lalu turut terlibat dalam setiap kebijakan pemerintah agar senantiasa pro-Israel.
Bahkan, menurut penulis buku Diplomasi Munafik Ala Yahudi, Paul Findley, pengaruh Israel terhadap pemerintah AS telah menjadi legenda, terutama disebabkan oleh apa yang disebut lobi Israel. Kelompok lobi terbesar dan terkuat adalah AIPAC (American-Israel Public Affairs Committee, Komite Urusan Publik Israel-Amerika) yang aktif sejak 1951. Tahun 1987, New York Times melaporkan: “…AIPAC telah meraih kekuasaan untuk pemilihan kandidat presiden”. Faktor AIPAC itu pula yang membuat AS selama ini setia menjadi pelindung dan pembela utama Israel.


Jelang pemilu presiden pada November 2008, kelompok-kelompok lobi Israel kembali memainkan peranan besar. Caranya, memberikan bantuan dana bagi para kandidat atau mengkritik kandidat yang kerap melontarkan kritik terhadap Israel. Penulis artikel dan buku tentang lobi Israel di AS, John Mearsheimer dan Stephen Walt mengatakan, hampir semua kandidat dalam pemilu presiden AS kali ini menunjukkan komitmen mereka atas hubungan AS-Israel. “Hampir tidak ada kritikan-kritikan terhadap apa yang dilakukan Israel, dan ini semua terjadi karena kuatnya lobi-lobi Israel di AS, ” kata mereka (aljazeera.net).
Kelompok lobi Israel merupakan kelompok politisi pro-Israel yang membentuk sebuah komite dan mendukung dukungan penuh dari komunitas Yahudi di AS, serta menyediakan dana bagi para kandidat yang akan bertarung dalam pemilu presiden. Kelompok lobi ini juga mendapat dukungan dari kelompok Kristen Zionis di AS. Kelompok Kristen yang mendukung rejim Zionis Israel berdasarkan pada keyakinan mereka akan kebangkitan kedua Yesus Kristus seperti yang tertulis dalam Alkitab.
AIPAC mengklaim sudah berhasil mempengaruhi kebijakan AS untuk memasukan Pasukan Garda Revolusioner Iran ke dalam daftar organisasi teroris, membekukan bantuan AS pada otoritas Palestina ketika dipimpin Hamas (PM Ismail Haniyah) dan tetap menjaga bantuan-bantuan AS untuk Israel.
Centre for Responsive Politics (CRP) yang memonitor seberapa jauh permainan uang dalam perpolitikan di AS menyatakan, kelompok-kelompok pro-Israel maupun individu-individu pendukung Israel, mendonasikan uangnya untuk kampanye para kandidat presiden dan jumlahnya mencapai US$ 845.000. Dari dana itu, 70% di antaranya mengalir ke kandidat dari Partai Demokrat.
Pada kampanye pemilu presiden tahun 2004, kelompok-kelompok pro-Israel memberikan kontribusi dana sekitar US$ 6,1 juta kepada para kandidat dan partai-partainya. “Uang menjadi sangat berpengaruh di Washington,” kata direktur komunikasi CRP Massie Ritch.
Kelompok-kelompok lobi Israel juga tidak segan-segan mengeluarkan dana yang besar ke Kongres, terutama yang mengurusi masalah bantuan AS ke Israel. AIPAC dan kelompok-kelompok lobi lainnya tahun 2006 menghabiskan lebih dari US$ 1,5 juta untuk kepentingan lobi ke lembaga federal. Pada semester pertama tahun 2007, mereka mengeluarkan dana US$ 1,25 juta.

AIPAC sudah menikmati kesuksesannya ”berkuasa” di AS selama lebih dari 50 tahun. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert pernah menyebut AIPAC sebagai “sahabat Israel yang paling baik di seluruh dunia”.
Ketua New American Foundation, sebuah lembaga think tank di Washington, Steve Clemons, mengaku terkesan dengan AIPAC dan banyak yang iri dengan kesuksesan mereka. Anggota komite eksekutif AIPAC Morton Klein mengatakan, kesuksesan AIPAC di Kongres AS bukan semata-mata karena lobi-lobi mereka, tapi juga karena mayoritas rakyat Amerika (kebanyakan beragama Kristen) memberikan dukungan kepada Israel dalam menghadapi Palestina.
Menurut Sekjen Majelis Islam-Amerika, Abdurrahman al-Ammudi, lobi Yahudi mapan sejak 1950 dengan dana besarnya. Pada pemilihan Presiden AS tahun 2004, sebagai awal naiknya George W. Bush, organisasi-organisasi lobi Yahudi menyumbang dana kampanye Bush sebesar US$ 100 juta. Sedangkan organisasi Muslim “hanya” US$ 300.000 (Islamonline.net).
Harian Washington Post pada 2003 menghitung, 60 persen dari dana kampanye para calon Presiden Partai Demokrat berasal dari pengusaha Yahudi. Lalu Jerusalem Post pada 2000 melaporkan: Yahudi menyumbang 50% dana kampanye Bill Clinton tahun 1996.
Wajar jika Sandra Mackey dalam bukunya Passion and Politics (1994) menyebut lobi Yahudi AIPAC sebagai “the most powerful lobby in Washington”, lobi paling berkuasa di Washington. Wajar pula jika ada yang mengatakan “Amerika adalah Israel besar dan Israel adalah Amerika kecil”. Wallahu a’lam. (Mel).*

One Response to “Lobi Yahudi Sibuk Dukung Capres AS”

  1. mohon info referensinya dari buku apa saja? thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: