Yahudi dan Talmud

Senin, 21/12/2009 08:17 WIB |
Assalaamu’alaikum Wr Wb
Saya seorang penggemar bacaan2 yang terkait pada teori2 konspirasi, beberapa tulisan di eramuslim memuat tentang potongan-potongan ayat2 hitam talmud dan saya tertarik sekali untuk menelusurinya lebih jauh, tetapi tidak pernah menemukannya di internet. adakah link atau website yg menyediakan kitab talmud untuk ditelaah?
ada pertanyaan yang mengitari pikiran saya. saya percaya bahwa manusia dilahirkan memiliki kecenderungan akan kebaikan maupun kebatilan, yang menuntunnya adalah murni hidayah 4JJI, faktor lingkungan, dll…tetapi apa yg terjadi dengan kaum Yahudi? apakah benar2 tertutup hati mereka, sehingga pembunuhan oleh kaumnya, penindasan, kesemena2an, rencana2 buruk bahkan sampai pada kitab mereka yang mengajarkan rasisme dan segala macam rasa permusuhan sama sekali tidak ada yang terketuk? tak ada yang sadar bahwa mereka telah berada dijalur yang salah? terima kasih,
wassalaam
Khomeini
Jawaban


Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabakaratuh,
Salah satu buku yang lumayan bagus untuk menelusuri apa itu Talmud adalah buku “Talmud, Kitab Hitam Yahudi Yang Menggemparkan” (Judul asli “Kitab Israil al-aswad: al-kanz al-marshud fi fadha’ih at-talmud”, ditulis oleh Prof. Abdullah Syarqawy, dosen Filsafat Islam dan Perbandingan Agama Fakultas Darul U’lum, Universitas Kairo, Mesir. Di Indonesia diterbitkan oleh Sahara Publisher, 2006).
Sedangkan untuk pertanyaan kedua tentang kaum Yahudi, kita sebenarnya sudah diberi keterangan yang begitu detil dan sangat bisa dipercaya tentang kaum yang satu ini di dalam banyak surat dalam kitab suci Al-Qur’an nur Kariem. Buku-buku ilmiah yang mengupas tentang kaum Yahudi pun sudah banyak di pasaran, baik yang ditulis oleh penulis Muslim maupun yang berasal dari penulis non-Muslim. Bahkan banyak pula buku-buku tentang kaum Yahudi yang ditulis oleh orang berdarah Yahudi sendiri namun cukup adil, jujur, dan berani di dalam pemaparannya, salah satunya buku-buku tulisan Prof. Finkelstein dan Noam Chomsky.
Di sini saya tidak akan memaparkan sejarah kaum Yahudi itu sendiri karena hal tersebut bisa dicari di banyak tempat. Hanya saja, secara singkat bisa dikatakan jika kaum Yahudi (Bani Israil) awalnya adalah kaum yang dikasihi Allah Swt sebagaimana umat manusia lainnya. Namun disebabkan kecenderungan mereka terhadap kesesatan dan kemusyrikan, dengan memilih mengikuti Samiri ketimang Musa a.s., maka Allah Swt mengutuk mereka dan sempat menjadikan mereka sebagai babi dan kera.
Sejak itulah kaum Yahudi ditakdirkan Allah Swt sebagai kaum yang tidak memiliki tanah di bumi ini. Mereka akan terus menyebar, berdiaspora, di seluruh penjuru dunia hingga hari akhir.
Terkait dengan takdir Allah Swt ini dan dengan hari akhir, kaum Yahudi terpecah menjadi dua golongan. Pertama, kaum Zionis dan Kedua, kaum Anti Zionis. Keduanya sepakat jika di hari akhir mereka akan kembali ke Yerusalem. Namun mereka tidak sepakat tentang bagaimana cara mereka untuk menguasai Yerusalem tersebut.
Kaum Zionis menganggap kaum Yahudi harus sesegera mungkin menguasai Yerusalem dan mendirikan kembali Haikal Sulaiman ketiga untuk menyambut turunnya kembali Messiah yang mereka tunggu-tunggu. Ibaratnya, kaum Yahudi harus mempersiapkan karpet merah bagi turunnya kembali Sang Mesiah yang mereka tunggu kehadirannya. Sebab itulah, dengan segenap kekuatan dan tipu daya mereka, kaum Zionis ini tanpa kenal lelah terus-menerus memerangi bangsa Palestina agar seluruh tanah Palestina bisa dikuasainya. Peperangan yang dilancarkan kaum Zionis ini adalah peperangan agama.
Sedang kaum Yahudi yang menentang Zionisme menganggap jika mereka tidak boleh mendahului Mesiah. Mesiah, menurut keyakinan mereka, ditugaskan oleh tuhan untuk kembali turun ke bumi guna memimpin kaum Yahudi yang tersebar ke seluruh dunia untuk kembali lagi ke Yerusalem. Mesiah-lah yang akan memimpin mereka untuk kembali ke Yerusalem dan Mesiah pula yang akan memimpin mereka untuk membangun kembali Haikal ketiga. Kaum Yahudi yang seperti ini dikenal sebagai kaum Yahudi ortodoks. Salah satunya berhimpun di dalam organisasi Neturei Karta.
Adakah orang-orang berdarah Yahudi yang mendapatkan hidayah? Ada. Salah satunya Margareth Marcus, seorang penulis Amerika yang kemudian mendapat hidayah dan memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Maryam Jamilah. Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Ada pula orang-orang Yahudi yang belum memeluk Islam namun sikapnya sangat tegas terhadap kaumnya sendiri dan lebih memilih untuk berjuang bersama warga dunia menentang kezaliman Zionis-Yahudi dan membongkar tipu daya mereka lewat berbagai daya upaya.
Di sisi lain, banyak pula orang bukan Yahudi yang malah KTP-nya Islam namun pandangan hidupnya sangat Zionistik. Mereka terang-terangan mengakui negara Israel, yang sesungguhnya sebagai orang yang beriman seharusnya tidak pernah mengakui hal tersebut. Sebab itulah, perjuangan umat Islam bukan hanya ditujukan pada kaum Zionis Yahudi saja, namun hendaknya mampu untuk mengembalikan saudara-saudara kita yang KTP-nya Islam tetapi Zionistik, agar bertobat dengan sebenar-benarnya taubat. Wallahua’lam bishawab. Wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: