Dunia Islam, Libya, dan Inggris

(Catatan Opini YM Baroness Sayeeda Warsi)
Riza Sihbudi
Mantan Diplomat RI di London
Opini Baroness Sayeeda Warsi-Menteri tanpa portofolio pada Kabinet PM Inggris David Cameron-yang dimuat di Harian Republika edisi 13 April 2011, halaman 2, cukup menarik. Baroness-gelar kebangsawanan di Inggris untuk kaum perempuan yang berprestasi-Sayeeda Warsi sebelum diangkat sebagai “Minister” (semacam “Menteri Muda/Negara” kalau di Indonesia) juga dikenal sebagai aktivis Partai Konservatif Inggris di bawah pimpinan David Cameron yang kemudian berhasil menjadi PM Inggris menggantikan PM (waktu itu) Gordon Brown dari Partai Buruh.

Pandangan Sayeeda Warsi itu bisa dianggap sebagai “jawaban” terhadap banyaknya warga dunia dan Inggris khususnya yang menolak intervensi militer Barat/NATO dalam Perang Libya. Poin-poin opini Warsi di antaranya adalah Islam adalah sebuah agama yang mengedepankan perdamaian, aksi Inggris di Libya didukung oleh PBB dan Liga Arab, Inggris mengambil tindakan untuk melindungi masyarakat Libya yang sebagian besar merupakan umat Muslim, Inggris menolak “mitos” bahwa Barat sedang melancarkan serangan demi minyak, juga menolak anggapan bahwa Libya akan seperti Irak.
Juga dikatakan bahwa Resolusi DK-PBB 1973 mengesahkan ‘semua tindakan yang diperlukan’ untuk melindungi rakyat Libya; masyarakat di dunia Arab ingin mengetahui apakah PBB dan Inggris peduli dengan penderitaan mereka, tidak ada standar ganda di sini, hanya ada satu standar bahwa kebebasan dan demokrasi bukanlah wewenang Barat, Inggris mengutuk segala bentuk kekerasan di mana saja dan mendukung hak-hak seluruh rakyat Arab untuk menentukan masa depannya sendiri, dan mengabaikan hak-hak dasar manusia terbukti tidak menjaga stabilitas, tetapi justru merusaknya.

Inggris dan Perang Libya
Pandangan Sayeeda Warsi itu bisa dianggap sekaligus mewakili pandangan pemerintahan Inggris di bawah PM David Cameron dalam soal perang di Libya. Sebagian besar pandangannya bisa dianggap “sejalan” dengan kepentingan Dunia Islam. Namun, ada beberapa hal yang perlu mendapat catatan tersendiri. Pertama, Warsi mengatakan bahwa negaranya menolak “segala bentuk kekerasan” namun faktanya Inggris justru berpartisipasi secara aktif menggunakan kekerasan (militer) untuk menjatuhkan Kolonel Qadafi.
Kedua, Warsi menegaskan tidak adanya “standar ganda” Inggris di Timur Tengah dan tiadanya kepentingan minyak negaranya di kawasan ini. Jika ia hanya mewakili Inggris, ini bisa dimengerti. Namun, tidak demikian halnya jika ia juga mewakili pandangan sekutu-sekutu Baratnya yang lain, khususnya Amerika Serikat dan Prancis. Barat-khususnya AS dan Prancis-sulit menyembunyikan sikap standar gandanya di Timur Tengah. Sikap mereka terhadap Libya dan Bahrain saja sudah sangat berbeda, apalagi jika sudah berbicara tentang sikap mereka terhadap Israel. Seharusnya, Inggris dapat bersikap lebih tegas terhadap rezim zionis Israel yang terus menindas warga sipil di Palestina.
Ketiga, Warsi mengatakan bahwa Inggris mendukung hak-hak seluruh rakyat Arab untuk menentukan masa depannya sendiri. Ini hendaknya bukan sekadar retorika politik belaka. Mayoritas warga di Dunia Islam sangat berharap bahwa pemerintahan PM Inggris David Cameron sungguh-sungguh memberikan dukungan bagi terwujudnya negara Palestina Merdeka. Jika ini menjadi kenyataan, masyarakat di Dunia Islam baru dapat memercayai dukungan Inggris bagi “hak-hak sah seluruh rakyat Arab”. Selama di kawasan Timur Tengah, Inggris hanya dapat “mengekor” kebijakan Amerika yang sangat prozionis Israel, maka pandangan Warsi itu tidak lebih dari sekadar retorika politik belaka.
Lobi Israel di Inggris
Sebagaimana di Amerika Serikat, di Inggris pun lobi Israel memiliki peranan yang cukup penting, terutama dalam “memengaruhi” kebijakan luar negeri Inggris di kawasan Timur Tengah. Namun, berbeda dengan di AS dengan AIPAC (American-Israeli Public Affairs Comittee)-nya yang sangat powerfull, di Inggris, kelompok lobi Israel cenderung bermain di tataran partai politik. Di parlemen Inggris, misalnya, ada kaukus lobi Israel, baik di Partai Buruh (the Labour Friend of Israel atau LFI) maupun di Partai Konservatif (the Conservative Friends of Israel atau CFI) yang kini memerintah Inggris. Sejarawan dan politisi Inggris yang sangat terkenal, Robert Rhodes James, menggambarkan CFI sebagai “organisaasi terbesar di Eropa Barat yang mengabdi pada Israel” (lihat Peter Oborne dan James Jones, “The pro-Israel lobby in Britain” dalam http://www.opendemocracy.net, 13 November 2009).
Sebelum berlangsung Pemilu Inggris 2009, Peter Oborne dan James Jones, dalam artikel yang sama, menulis bahwa “If a Conservative government wins the forthcoming general election the influence of the pro-Israel lobby is likely to increase. We believe that at least half, if not more, of the members of the shadow cabinet are members of the Conservative Friends of Israel.” Oborne dan Jones barangkali tidak memperkirakan, kendati keluar sebagai pemenang, Partai Konservatif tidak cukup kursi untuk membentuk pemerintahan sendiri sehingga terpaksa mereka menggandeng Partai Liberal sebagai mitra koalisinya dengan menempatkan Nick Clegg sebagai Wakil PM Inggris (David Cameron). Clegg juga dikenal sebagai pengkritik tajam keterlibatan militer Inggris dalam konflik Irak. Suatu ketika Clegg bahkan pernah mengatakan, jika partainya meraih kemenangan, ia akan membiarkan kumandang suara Azan di wilayah Inggris.

Akibatnya, berbeda dengan Cameron yang cenderung menganggap Israel sebagai sekutu mereka (Cameron pernah secara terang-terangan membela serangan militer Israel ke Jalur Gaza pada 2008), Nick Clegg justru kurang disukai oleh negara zionis itu. Dampak keberadaan Clegg di kabinet sekarang, kebijakan luar negeri Inggris terhadap Israel dan Arab tampak lebih “berimbang”. Oleh karenanya, patut disayangkan jika figur seperti Baroness Sayeeda Warsi justru menyuarakan pandangan yang kurang berpihak pada kepentingan Dunia Islam.

Source: Republika Koran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: