ISRAEL ADALAH “ANAK MAS” AMERIKA SERIKAT

The United States of Amerika
Wajah politik luar negeri Amerika yang “bermuka dua’ atau satndar ganda, sekali lagi terbukti saat pecah kerusuhan di Mesir yang telah berlangsung sejak 25 Januari lalu. Semula Presiden Mesir Hosni Mubarak adalah “teman dekat” Amerika. Presiden Obama, hanya beberapa waktu setelah terpilih sebagai Presiden Amerika berkulit hitam pertama, tetapi begitu ada demo anti Mubarak besar-besaran, AS langsung berubah sikap, tapi tetap untuk kepentingan AS dan Israel.


Walaupun saat ini AS dipimpin oleh Presidien Barrack Husein Obama, yang menyandang nama Islam, dan telah melakukan kunjungan ke beberapa Negara Islam atau berpeduduk mayoritas Islam seperti Mesir, Turki dan Indonesia, dan selalu mengunjungi mesjid yang sedang termasuk Mesjid Istiqlal di Jakarta, dan Obama fasih mengucapakan “Assalamu’aikum”, tapi jangan berharap terlalu banyak Amerika ini akan lebih memihak Islam. Mengapa demikian?. Karena Obama sebagai Presiden AS, tidak bisa lepas dari kebijakan Kongers dan Senat AS, yang diisi banyak orang Yahudi dan simpatisan Yahudi.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa hampir di setiap kebijakan Gedung Putih dan Kongres AS menyangkut kepentingan Israel, Pemerintah Amerika selalu berada dibawah pengaruh lobi Zionis. bahkan banyak lembaga-lembaga Zionis menguasai 250 hingga 300 suara anggota Kongres. Diantara lembaga-lembaga Zionis yang punya daya infiltrasi sangat besar terhadap berbagai lembaga penting AS adalah AIPAC (Komite Hubungan Amerika Israel), JINSA (Jewish Institute for National Security Affairs), PNAC (Project for The New American Century), dan lain sebagainya.
Israel adalah “Anak Mas” Amerika. Apapun akan dilakukan oleh AS demi membela Izrael, termasuk di antaranya penyerangan terhadap Irak bulan Maret 2003 dengan alasan untuk menghancurkan senjata pemusnah masal Irak yang dipimpin Sadam Husein waktu itu, yang sampai saat ini tidak terbukti. Tentara AS sampai hari ini masih menduduki Irak.
Dukungan penuh terhadap Hosni Mubarak-pun yang telah dilakukan selama 30 tahun dengan member bantuan sekitar 3 miliar dolar tiap tahun ke Pemerintah Mesir, yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, merupakan salah satu bukti betapa besarnya dukungan AS terhadap Israel. Namun dengan demo besar-besaran rakyat Mesir yang menginginkan Mubarak turun, AS terpaksa “banting setir”, ikut mendesak Mubarak turun, tapi akan intervensi agar pengganti Mubarak, tetap “seiring sejalan” dengan kepentingan dan keamanan Israel dan AS.

Bukti Sejarah Pembelaan Amerikat terhadap Israel
Presiden AS ke-44 Barrack Obama,
Seorang pakar politik dari Timur Tengah, DR. Rif’at Sayyid Ahmad, mengemukakan 66 bukti dukungan AS terhadap Israel sejak 83 tahun yang lalu, sebelum Negara Israel berdiri di Tanah Palestina:
1. Sesaat setelah perjanjian Balfour di tandatangi pada tanggal 2 Februari 1917, Presiden Amerika langsung memberikan konfrensi pers: “Saya pribadi dan atas nama Presiden, sangat bangga dengan sikap Negara koalisi dan rakyatnya yang setuju dengan berdirinya Negara Yahudi Israel di Palestina dan saya sendiri mendukung secara mutlak berdirinya Negara Israel
2. Pada 11 September 1922: Senator dan Konggres Amerika mengeluarkan keputusan tentang dukungan penuh mereka atas berdirinya Negara Israel di Palestina untuk menampung bangsa Yahudi yang tersebar di dunia.
3. Pada 11 Mei 1942: Konfrensi Zionis Internasional di selenggarakan di hotel Baltimore New York yang mengeluarkan keputusan untuk merubah Palestina menjadi Negara Yahudi, mengusir semua warga Arab yang ada di dalamnya. Presiden Amerika Roosevelt langsung memberikan dukungan atas hasil konferensi Zionis itu.
4. Tanggal 16 Maret 1945: Presiden Amerika Roosevelt mengadakan pertemuan dengan salah seorang Ketua Zionisme DR. Stephan Weiz. Presiden Amerika menjelaskan bahwa ia sebagai Presiden sudah mempunyai sikap yang tegas terhadap rencana Zionisme itu.
5. Pada 16 Agustus 1945: Presiden Amerika Truman memberikan dukungan penuh untuk mengeksodus sebanyak mungkin orang Yahudi ke Palestina, hal itu ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers.
6. Tanggal 31 Agustus 1945: Presiden Amerika Truman mengirim surat resmi kepada Perdana Menteri Inggris Clamant Attlee, meminta agar segera mengizinkan 100 ribu Yahudi di Inggris untuk di kirim ke Palestina.
7. Tanggal 5 Mei 1946: Presiden Amerika Truman menekan Perdana Menteri Inggris untuk menerima 100 ribu pendatang Yahudi di Palestina dan Amerika akan membantu mengangkutnya
8. Pada 14 Oktober 1946: Presiden Truman juga mengeluarkan surat keputusan yang isinya menganjurkan semua orang Yahudi ke Palestina tanpa menunggu hasil akhir proses politik dan militer tentang penjajahan Palestina oleh Inggris.
9. Tanggal 29 November 1947: Amerika Serikat melakukan tekanan intensif kepada beberapa Negara, untuk mendukung voting pemecahan Palestina untuk menjadi dua wilayah antara Yahudi dan bangsa Arab.
10. Pada tanggal 14 Mei 1948: hanya berselang 10 menit terbentuknya Negara Israel , Presiden Amerika Truman langsung mengumumkan mengakui Negara Israel dan langsung membuka hubungan diplomatik secara resmi.
11. Tanggal 29 Mei 1965: Komisi Hubungan Luar Negeri di Konggres Amerika memutuskan untuk mengurangi bantuan kepada pengungsi Palestina.
12. Pada tanggal 12 Juni 1966: pemerintah AS menekan Badan Keamanan PBB agar menghentikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina yang melakukan pelatihan militer dan membentuk milisi perlawanan kepada Israel .
13. Pada 2 Agustus 1966: Presiden Amerika Johnson menjelaskan bahwa politik AS akan terus mendukung eksistensi Israel dan akan membantunya untuk menjadi Negara super power di kawasan Timur Tengah.
14. Pada tanggal 3 Oktober 1966: AS mengajukan proyek perdamaian antara Suriah dan Israel dan tuntutan agar keduanya jangan melakukan hal-hal yang akan menjadikan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah memanas.
15. Pada bulan January 1979: Presiden Amerika dalam sebuah pertemuan dengan para tokoh terkemuka Zionis Amerika, menegaskan bahwa AS tidak akan membuka peluang pembicaraan dengan PLO (Palestine Liberation Organization).
16. Pada tanggal 7 Juni 1982: Beberapa politisi Amerika yang dipimpin oleh Wakil Presiden melakukan lobby untuk menggagalkan resolusi sanksi bagi Israel .
17. Pada tanggal 12 Juni 1982: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Alexander Heed menegaskan bahwa Negaranya tidak akan menekan Israel untuk keluar dari Lebanon.
18. Pada tanggal 15 Oktober 1982: Pemerintah Amerika memutuskan untuk menghentikan bantuannya kepada IMF karena mereka lebih fokus untuk membantu perekonomian Israel .
19. Pada tanggal 11 Desember 1982: Salah seorang juru bicara hubungan luar negeri Amerika menegaskan bahwa hubungan diplomasi antara Israel dan Amerika masih tetap berjalan dengan baik.
20. Pada tanggal 21 February 1983: Presiden Amerika Ronald Regan meminta kepada seluruh Negara-negara Arab agar menerima eksistensi Israel sesuai dengan realitas yang ada.
21. Pada tanggal 19 Oktober 1983: Amerika mengancam akan keluar dari DK PBB dan akan menghentikan bantuan finansialnya kepada Badan Dunia itu, jika DK PBB tidak menerima usulan dari delegasi Israel .
22. Pada tanggal 19 Oktober 1983: Pemerintah Amerika menjelaskan bahwa mereka memutuskan untuk meningkatkan hubungan diplomasinya dengan Israel dengan menutup semua perbedaan persepsi dalam peranan Israel di Lebanon.
23. Pada tanggal 12 November 1983: Presiden Amerika Ronald Regan menegaskan kepada Perdana Menteri Israel sikap Washington yang tetap konsisten dalam menjaga keamanan Israel .
24. Pada tanggal 4 Desember 1983: Ronald Regan kembali menegaskan hubungan diplomasi kedua Negara yang terus membaik. Dan sikap negaranya yang akan terus membantu menjaga keamanan Israel dan melawan semua hal yang mengancam keamananannya.
25. Pada tanggal 20 September 1984: Amerika mengancam akan keluar dari Forum Kesatuan Parlemen Internasional jika Forum itu mengeluarkan keputusan yang mengecam Israel dengan menyebutnya sebagai Negara Rasisme.
26. Pada tanggal 1 Oktober 1984: Konggres Amerika menyetujui untuk memindahkan Keduataan Besar mereka dari kota Tel Aviv ke kota Jerusalem di Palestina.
27. Pada tanggal 28 Oktober 1984: dalam sebuah seminar Yahudi Amerka, Presiden Ronald Regan menegaskan bahwa Israel adalah Negara koalisi strategis dan sahabat Amerika. Dalam kesempatan itu juga, Reagan mengecam orang yang menyamakan Israel dengan Negara rasis,
28. Pada tanggal 15 Mei 1985: Menlu Amerika menegaskan bahwa Washington akan terus menghalangi usaha sebagian kalangan untuk membentuk Negara Palestina merdeka.
29. Pada tanggal 30 September 1985: Ronald Regan menyetujui aksi militer Israel terhadap rumah kediaman ketua PLO di Tunisia sebagai bagian melindungi diri dari aksi teroris.
30. Pada tanggal 18 February 1986: Amerika menolak permintaan ketua PLO agar Amerika mengakui hak bagi rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.
31. Pada tanggal 16 February 1987: Presiden Ronald Reagan memberikan hak istimewa bagi Israel dalam Negara-negara Atlantik walaupun Israel bukan anggota Negara Atlantik.
32. Pada tanggal 16 February 1988: Juru Bicara Gedung Putih menyatakan bahwa politik Amerika tetap, yaitu semua rakyat Palestina dan bangsa Arab dan Muslim agar melepaskan tanah Palestina kepada Israel.
33. Pada tanggal 1 Maret 1988: salah satu Organisasi Amerika di bawah PBB meminta agar menghapus keanggotaan PLO dan kantornya di PBB. Mereka juga menuntut agar menyeret seluruh anggota PLO ke Pengadilan Internasional.
34. Pada tanggal 10 Maret 1988: Pemerintahan Amerika secara sepihak menutup Kantor Perwakilan PLO di PBB yang mereka berlakukan sejak tanggal 21 Maret 1988. Keputusan itu tanpa memperhatikan semua kesepakatan internasional.
35. Pada tanggal 17 Mei 1988: Presiden Amerika Ronald Regan dan Menteri Luar Negeri George Solutes menegaskan bahwa sulosi terakhir dari konflik di Palestina terletak pada keseriusan bangsa Arab untuk melepaskan tanah Palestina untuk bangsa Yahudi.
36. Pada tanggal 27 Juli 1988: Konggres Amerika menyetujui keputusan pemerintah untuk memindahkan kedutaan Besar mereka dari kota Tel Aviv ke AL Quds (Jerusalem).
37. Pada tanggal 28 Juli 1988: Konggres Amerika menyetujui alokasi biaya pembangunan dua gedung keduataan Amerika di Tel Aviv dan Jerusalem.
38. Pada tanggal 12 Juli 1988: Dewan Pimpinan Pusat Partai Republik menolak terbentuknya Negara Palestina merdeka.
39. Pada tanggal 5 Oktober 1988: Pemerintah Amerika memutuskan untuk memberikan Kekebalan Diplomatik kepada anggota utusan militer Israel di Washington.
40. Pada tanggal 2 November 1988: Salah seorang pembantu Presiden George Bush menyatakan bahwa koalisi strategis antara Amerika dan Israel merupakan kunci utama perdamaian di kawasan Timur Tengah, dan menolak terbentuknya Negara Palestina merdeka.
41. Pada tanggal 15 November 1988: Deparlu Amerika mengumumkan bahwa Amerika tidak setuju dengan usulan pembentukan Negara Palestina merdeka, karena hal itu berarti mengakui kepastian masa depan wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza.
42. Pada tangga; 25 November 1988: Amerika melarang pemimpin PLO yang mereka akui sebagai presiden Palestina untuk masuk ke Amerika guna memberikan sambutan dalam sidang umum DK PBB.
43. Pada tanggal 30 November 1988: Mayoritas anggota DK PBB dengan suara voting 151 suara mengakui resolusi tentang pengakuan hak bagi Pemimpin PLO Yaser Arafat untuk berpartisipasi dalam pertemuan anggota DK PBB. Tetapi Amerika dan Israel menolak resolusi itu dengan alasan Yaser Arafat tidak mendapatkan visa dari pihak Imigrasi Amerika.
44. Pada tanggal 1 Mei 1989: Pemerintah Amerika menegaskan menolak keanggotaan Palestina dalam WHO (World Health Organization) sebagai anggota tetap dalam organisasi itu.
45. Pada tanggal 15 Mei 1989: Konggres Amerika menyetujui untuk menghentikan semua bantuan finansial bagi PBB dan bantuan kemanusiaan bagi seluruh organisasi di bawah PBB jika DK PBB mengakui keanggotaan Palestina dalam Dewan.
46. Pada tanggal 22 Juni 1989: Presiden Amerika George Bush menegaskan kepada anggota Konggres yang mendukung Israel bahwa Amerika akan tetap memberikan dukungan penuh kepada Israel baik secara finansial, politik, diplomasi maupun militer.
47. Pada tanggal 7 February 1990: Presiden Amerika George Bush menekan Uni Soviet agar meresmikan hubungan diplomatik dengan Israel dan memberikan izin kepada Yahudi Uni Soviet untuk migrasi ke Israel melalui jalur penerbangan langsung dari Moscow ke Tel Aiv.
48. Pada tanggal 22 February 1990: Dari 100 Senator, 84 diantaranya mendukung Israel untuk menjadikan kota Al Quds (Jerusalem) sebagai Ibukota Negara Yahudi itu.
49. Pada tanggal 3 April 1990: Presiden Amerika George Bush mengumumkan dukungannya terhadap proyek eksodus dan migrasi Yahudi Uni Soviet ke Palestina.
50. Pada tanggal 23 April 1990: Konggres Amerika menyetujui usulan Israel untuk menjadikan kota Al Quds sebagai Ibukota Israel .
51. Pada tanggal 18 Juni 1990: Konggres AS menyetujui resolusi yang sudah disepakati oleh Senator yang menuntut agar semua anggota DK PBB menghapus resolusi PBB yang menyamakan Negara Israel dengan rasisme.
52. Pada tanggal 19 Juni 1990: Konggres Amerika dan anggota Senat meminta kepada Pemerintah Amerika agar menekan seluruh anggota PBB dan DK PBB agar segera melakukan sidang umum untuk menghapus resolusi PBB tahun 1975 yang menyatakan Israel sebagai Negara rasis.
53. Pada tanggal Desember 1990: DK PBB mengundur pelaksanaan sidangnya tetang proses perdamaian Timur Tengah karena tuntutan Amerika untuk menghapus pasal dalam resolusi PBB tentang pernyataan rasisme Israel .
54. Pada tanggal 12 Desember 1990: Pemerintah Amerika menjanjikan terhadap Moscow untuk memberikan pinjaman sebesar 1 milyard US dollar atas jasanya menerbangkan 360 ribu Yahudi Uni Soviet pada tahun 1989.
55. Pada tanggal 19 Juni 1991: Kongres Amerika mengancam akan menghentikan bantuan militernya kepada Jordania dan meng-embargo-nya kalau tidak mengakui eksistensi Israel dan melakukan pertemuan perundingan dengan Negara Yahudi itu sebagai usaha perdamaian antara kedua Negara.
56. Pada tanggal 14 Juli 1993: Menteri Pertahanan Amerika mengeluarkan pernyataan bahwa Amerika tetap terikat untuk terus membantu Israel secara intensif dan berkelanjutan dalam menghadapi setiap ancaman terhadap Negara itu. Selain itu Amerika juga akan terus meningkatkan hubungan diplomatik strategisnya dengan Israel, agar keamanan Israel tetap terjamin.
57. Pada bulan Oktober 1995: Konggres dan Parlemen Amerika mengeluarkan keputusan yang berisi salah satu kebijakan politik luar negeri Amerika yang harus segera direalisasikan adalah eksistensi kota Al Quds (Jerusalem) sebagai Ibukota Israel dan harus segera memindahkan kedutaan besar Amerika ke kota itu dari Tel Aviv paling lambat akhir Mei 1999.
58. Pada tanggal 14 February 1997: Perdana Menteri Israel Netanyahu sangat marah dengan penjualan 100 pesawat tempur F 16 Amerika kepada Arab Saudi. Presiden AS Bill Clinton langsung menghubungi Netanyahu untuk meyakinkan bahwa penjualan pesawat tempur F 16 kepada Arab Saudi akan dibatasi oleh kepentingan keamanan Israel sendiri
59. Pada tanggal 8 Oktober 1997: Menlui Amerika Madeline Albright mengumumkan daftar gerakan dan Organisasi Perlawanan Palestina yang dikategorikan sebagai gerakan teroris: Harokah Muqowamah Islamiyah (Hamas), Hizbullah Lebanon, Jihad Islami, Front Pembebasan Rakyat Palestina, Qiyadah Ammah, Front Kemerdekaan Palestina, Milisi Nayeef Hawatimah dan Milisi Abu Nidhal.
60. Pada tanggal 28 April 1998: Bill Clinton menyambut hangat peringatan berdirinya Negara Israel yang ke 50, yang dilaksanakan di halaman Gedung Putih. Ia memberikan sambutan dengan mengatakan: “Kita bangsa besar Amerika sudah menyaksikan bersama perjalanan sejarah yang sangat membanggakan dalam perjalan bangsa ini, salah satu yang harus membuat kita bangga adalah karena kita merupakan Negara pertama yang mengakui berdirinya Negara Israel “.
61. Pada tanggal 16 Juni 1998: Pasca serangan pejuang Palestina ke pemukiman Yahudi, Presiden Clinton langsung memberikan konferensi Pers dengan mengatakan: Saya dan atas nama seluruh bangsa Amerika ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap Israel yang pagi tadi mendapat serangan teroris untuk yang kesekian kalinya”.
62. Pada tanggal 23 Februari 1999: Salah seorang pembantu Menlu Amerika untuk masalah Timur Tengah – dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Dewan Yahudi Internasional – mengatakan: perdamaian antara Israel dan Suriah akan sangat membantu kepentingan strategis Amerika di kawasan itu.
63. Pada tanggal 13 Juni 1999: Pemerintah Otoritas Palestina menyetujui untuk mengundurkan Konferensi Jenewa tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh Israel , karena mendapat tekanan kuat dari Washington.
64. Pada tanggal 20 January 2000: Perdana Menteri Israel Ehud Barak meminta kepada Presiden Amerika Bill Clinton untuk secara intensif menghentikan segala bentuk perlawanan Palestina yang merepotkan Israel khususnya di selatan Lebanon.
65. Pada tanggal 30 Juni 2000: Presiden Amerika Bill Clinton mengancam akan merevisi sikap dan hubungan Amerika dengan rakyat Palestina bila mereka mengumumkan Negara Palestina merdeka secara sepihak.
66. Selama masa George Walker Bush telah mengeluarkan sekitar 150 kebijakan politik dalam negeri untuk membantu menanggulangi krisis ekonomi dan politik Israel dan 150 resolusi yang mengenyampingkan hak-hak rakyat Palestina terhadap tanahnya..
Singkatnya, semua politik luar negeri Amerika bertujuan untuk membela kepentingannya di kawasan Timur Tengah dan demi kepentingan Israel. Jangan berharap Obama akan dapat merubah sikap Amerika terhadap dunia Arab dan dunia Islam pada umumnya, walaupun Prersiden ke-44 AS itu menyandang nama Islam “Husein”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: