OBAMA VERSUS NETANYAHU

Riza Sihbudi
Profesor Riset LIPI, Mantan Diplomat
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, tampaknya cukup cerdik memainkan kartunya di Timur Tengah. Setelah ia memerintahkan pembunuhan atas pemimpin Alqaidah, Usamah bin Ladin, yang tentu saja menimbulkan kritikan tajam dan sikap antipati mayoritas warga di Dunia Islam, Obama melontarkan visinya tentang “perdamaian” Timur Tengah yang tergolong “berani”. Berbeda dengan para Presiden AS sebelumnya yang selalu “takut” untuk berbeda pendapat dengan Israel, Obama justru secara terang-terangan “berani” berbeda pendapat dengan rezim Zionis itu.


Menurut Obama-dalam sebuah pidato yang ia sampaikan di Kemlu AS, 19 Mei lalu-perdamaian Palestina-Israel dapat terwujud jika Israel menarik pasukannya ke perbatasan sebelum Perang 1967 yang antara lain menyebabkan didudukinya wilayah-wilayah Tepi Barat Sungai Yordan, Jalur Gaza, Yerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan. Di sisi lain, menurut Obama, Israel pun mempunyai hak atas keamanan mereka. Visi Obama mendapat sambutan positif dari hampir seluruh pemimpin dunia. Eropa, Rusia, PBB, Dunia Arab, semuanya menyambut gembira.

Namun, seperti yang sudah diperkirakan, visi Obama itu justru ditolak mentah-mentah oleh Israel. PM Israel, Benyamin Netanyahu, langsung terbang ke Washington guna menyampaikan kemurkaan bangsa Israel kepada Obama. Kelompok-kelompok Yahudi pro-Israel di AS pun menunjukkan kemarahan mereka. Bahkan, mereka bertekad tidak akan lagi memilih Obama dalam Pilpres AS 2012 mendatang serta berjanji tidak akan memberikan dukungan finansial lagi bagi kampanye sang Presiden.
Dalam Pilpres AS 2008, para pemilih Yahudi AS konon sangat berjasa dalam memenangkan Obama. Seperti sudah diduga pula, Obama segera berusaha menenangkan Israel. Obama mengatakan pandangannya “beberapa kali disalahartikan”. Berbicara dengan kelompok lobi Israel di AS, AIPAC (American Israel Public Affairs Committee), Obama mengatakan bentuk perbatasan seharusnya dibicarakan antara Israel dan Palestina. “IN AMERICA, THE POWER OF THE ISRAEL LOBBY IS MUCH GREATER THAN AT ANY TIME IN THE PAST, AND CERTAINLY SINCE THE 1967 WAR,” demikian tulis kolomnis Justin Raimondo (“The Lobby Takes the Offensive” dalam WWW.ANTIWAR.COM, 23 Mei 2011). Netanyahu menyatakan kemarahan terhadap komentar Obama itu. Ia mengatakan perbatasan (1967) tersebut tidak dapat dipertahankan.

Lobi Israel: mitos atau realitas?
Kekuatan lobi Israel di AS memang luar biasa. Namun, kekuatan lobi Israel itu baru sebatas “mitos”. Setidaknya, sampai tahun 2007, pada saat di mana terbit sebuah buku yang merupakan hasil riset akademis dari dua orang profesor ilmu politik terkemuka-dengan kredibilitas yang tak perlu diragukan lagi-dari AS, yaitu Prof John J Mearsheimer (Universitas Chicago) dan Prof Stephen M Walt (Universitas Harvard), melalui buku mereka yang kemudian menjadi BEST SELLER yaitu, THE ISRAEL LOBBY AND US FOREIGN POLICY (London: Penguin Books, 2007) yang sudah diterjemahkan oleh Penerbit Gramedia Jakarta dengan judul, DAHSYATNYA LOBI ISRAEL (2010).
Melalui karya ini, mereka berdua berhasil membuktikan secara ilmiah/akademis bahwa kekuatan lobi Israel di AS bukan mitos belaka, melainkan sebuah realitas. Dalam menjalankan operasinya, lobi Israel-tulis Mearsheimer dan Walt-tak segan-segan untuk mengorbankan kepentingan nasional AS dan (bahkan) negara Israel sendiri.
Memang, belakangan di AS sudah berdiri kelompok-kelompok Yahudi AS yang justru anti-Zionisme, seperti kelompok Neturei Karta di Washington DC atau kelompok Lobi Yahudi AS yang lebih “moderat” seperti J-Street yang berpandangan bahwa AS selayaknya tak mendukung rezim Israel secara membabi buta. Namun, suara-suara mereka “tenggelam” lantaran tak didukung media-media utama di AS semisal Fox News ataupun CNN.
Obama bertekuk lutut
Semula warga dunia sepertinya terperangah ketika Obama menyampaikan visinya tentang solusi Israel-Palestina bahwa keduanya harus kembali ke perbatasan sebelum Perang 1967 dan saling menghormati kedaulatan masing-masing. Rusia, Eropa, Dunia Arab, dan PBB sudah menegaskan dukungan mereka. Benarkah Obama begitu berani bersikap berbeda secara frontal dengan Israel?

Apakah pengaruh lobi Israel di AS sudah mulai melemah? Ternyata tidak. Hanya dalam hitungan jam, PM Israel Benyamin Netanyahu langsung terbang ke Washington dan berhasil membuat Obama bak menelan ludahnya sendiri. Begitu POWERFUL-nya Netanyahu sehingga seorang seperti Obama dibuatnya langsung “ciut”. Dengan berbagai dalih, Obama terpaksa harus menarik kembali visinya tentang perbatasan Palestina-Israel 1967.
Barangkali tidak ada satu pun pemimpin negara di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk membuat keder seorang Presiden AS, seperti yang dilakukan Netanyahu terhadap Obama. Ini sekali lagi membuktikan bahwa yang layak menyandang julukan sebagai negara “adikuasa” dunia bukanlah AS, melainkan Israel. “OBAMA WAS LECTURED LIKE SOME SCHOOLBOY IN THE OVAL OFFICE IN FRONT OF THE NATIONAL PRESS AND A WORLDWIDE TV AUDIENCE,”/ tulis Patrick J Buchanan, (“Bibi’ Votes Republican,” dalam WWW.ANTIWAR.COM, 24 Mei 2011).

Netanyahu memang sudah menyatakan kesediaannya untuk kembali berunding dengan pihak Palestina kendati terus mendesak agar Presiden Mahmud Abbas membatalkan rekonsiliasinya dengan para pejuang Hamas, serta menolak desakan komunitas internasional agar menghentikan pembangunan permukiman Yahudi secara ilegal di wilayah pendudukan. Netanyahu selalu menyebut Hamas sebagai “Alqaidah versi Palestina”.
Ia lupa, atau pura-pura lupa, negara Israel juga didirikan melalui cara-cara “teror”, seperti ditulis Mearsheimer dan Walt, bahwa “Kaum Zionis pernah menggunakan terorisme ketika mereka mencoba mengusir Inggris dari Palestina untuk mendirikan negara mereka sendiri-misalnya dengan meledakkan King David Hotel di Yerusalem pada 1946 dan membunuh mediator PBB, Folke Bernadotte, pada 1948.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: