Bahrain: Revolusi atau Intervensi

Sabtu, 08 Oktober 2011

Dr Ibnu Burdah MA
Pemerhati Timur Tengah dan Dunia Islam
Dosen Fak Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Setelah hukuman keras dijatuhkan kepada para pengunjuk rasa dan para pendukungnya termasuk tenaga medis yang merawat mereka yang terluka (Republika, 2/10/11), dua teori segera mengemuka ketika protes rakyat dalam skala yang mulai membesar kembali pecah di Bahrain.

Pertama, seperti biasanya pendukung dinasti al-Khalifah menuding gerakan itu didalangi oleh anasir-anasir pengkhianat yang memperoleh pelatihan dan dukungan dari Iran. Atas dasar itulah, pasukan GCC di bawah pimpinan Arab Saudi mengirimkan pasukan militernya ke Bahrain dengan dalih untuk melakukan counter move terhadap Iran.

Kedua, oposisi Syiah terutama al-Wifaq menyebut gerakan itu sebagai murni protes rakyat, sama sekali tidak terkait dengan Iran. Revolusi itu menurut mereka juga bukan revolusi Syiah sebagaimana banyak dikatakan orang.

Ketegangan Sunni dan Syiah
Ketegangan antara kelompok Islam Sunni dan Islam Syiah memang telah ada di Bahrain, bahkan telah terjadi jauh sebelum negara mengapung di Teluk Persia itu merdeka. Komposisi demografis sekte dan politik di negeri itu memang tidak sejalan. Kalangan Syiah merupakan mayoritas namun justru terpinggirkan, sementara kalangan Sunni yang penduduknya hanya sekitar 30 persen di antara mereka menjadi penguasa. Warga Sunni juga memiliki akses seluas-seluasnya ke berbagai sektor strategis. Anomali dan diskriminasi inilah yang menyediakan kondisi bagi lahirnya protes-protes rakyat.

Oleh karena itu, penyebutan gerakan protes tersebut adalah dari Syiah, memiliki dasar. Protes tersebut pada mulanya memang dikoordinasi oleh kelompok-kelompok oposisi dari kalangan Syiah. Protes semacam itu, dengan skala yang lebih kecil, juga sering dilancarkan oposisi Syiah sejak tahun 1970-an yang menuntut keadilan dan penghapusan diskriminasi di Bahrain.

Namun demikian, dukungan Iran terhadap protes itu juga sulit dibantah dan mudah dimengerti. Hubungan Iran dengan mayoritas rakyat Bahrain sangat dalam. Mereka sama-sama penganut Syiah, kendati sedikit berbeda dan mendukung revolusi Islam Iran 1979. Dalam protes kali ini, foto pemimpin revolusi Iran, Imam Khomenai, banyak mewarnai aksi mereka. Jargon-jargon dan pekikan khas Syiah juga sangat jelas di antara riuh suara demonstran seperti, “Oh Hussein”, “Oh Ali”, dan sebagainya.

Hubungan Syiah Bahrain dan Iran itu terus menguat pascarevolusi Islam Iran yang sekaligus meningkatkan ketegangan hubungan Syiah-Sunni di Bahrain. Warga Syiah Bahrain mendukung revolusi Iran yang menumbangkan kekuasaan rezim Syiah dukungan Amerika Serikat.

Sebaliknya, rezim Bahrain merasa sangat terancam dengan revolusi itu. Lebih mengkhawatirkan lagi, rezim Iran baru dengan terang-terangan menyatakan hendak mengimpor revolusi itu untuk melumpuhkan monarki-monarki yang disebutnya “despotis” di Timur Tengah. Bahrain adalah monarki terdekat dengan Iran. Dengan alasan mengonter intervensi itu pula, pasukan sekutu GCC (Gulf Countries Council/ Munadhdhamah al-Duwal al-Khalijiyah) saat ini telah mengirim ribuan pasukan dengan persenjataan lengkap ke Bahrain yang menambah kompleksitas ketegangan di kawasan tersebut. Pasukan yang dipimpin Arab Saudi itu berasal dari beberapa negara teluk tetangga Bahrain yang juga memiliki penduduk Syiah dalam jumlah minoritas signifikan.

Eskalasi ketegangan Iran-Bahrain terus mengalami peningkatan seiring memanasnya hubungan negara-negara Arab, termasuk pemerintah Bahrain yang didukung Amerika Serikat dengan Iran. Puncaknya adalah pembukaan wilayah-wilayah baru di Bahrain yang didesain untuk membangun pangkalan militer Amerika Serikat sekaligus meminggirkan warga Syiah. Oposisi Syiah di Bahrain berteriak sangat keras. Mereka menganggap rezim Bahrain sengaja mengobarkan perang dengan Iran dan hendak menghancurkan seluruh kaum Syiah di kawasan. Ketegangan itu tidak mereda, bahkan setelah upaya reformasi dan rekonsiliasi ditawarkan oleh Raja Hamad bin Isa al-Khalifah sejak tahun 2000-an.

Nuansa revolusi
Namun demikian, penyebutan protres rakyat di Bahrain kali ini sebagai murni revolusi Syiah dukungan Iran juga tidak sepenuhnya benar. Rakyat yang turun ke jalan ternyata berasal dari berbagai kalangan termasuk warga Sunni. Partai-partai oposisi non-Syiah juga terlibat aktif dalam gerakan protes rakyat kali ini. Gerakan ini juga didukung penuh oleh para aktivis prodemokrasi dan hak asasi manusia.

Tujuan dari protes ini berbeda dengan protes-protes Syiah sebelumnya. Apabila protes Syiah menginginkan reformasi ke arah Bahrain yang lebih berkeadilan, maka protes kali ini mengajukan tuntutan perubahan secara lebih fundamental dan menyeluruh. Gerakan protes menuntut turunnya seluruh rezim dari keluarga al-Khalifa sebagaimana yang sedang terjadi di Yaman, Suriah, dan negara-negara Arab lain, serta sudah terjadi di Libya, Mesir, dan Tunisia. Protes di Bahrain memiliki banyak kesamaan dengan revolusi yang tengah menyapu negara-negara Arab sekarang ini.

Masalah yang dihadapi Bahrain adalah lokal, yaitu hubungan kelompok Sunni-Syiah, namun gerakan rakyat itu secara jelas mengambil inspirasi dan model gerakan yang telah berhasil di Tunisia dan Mesir. Kendati protes Syiah sering dilancarkan, namun skala, intensitas, ketahanan, dan kekuatan gerakan rakyat sekarang ini jauh lebih besar daripada yang pernah dilakukan.

Singkatnya, gerakan perubahan di Bahrain memang ada nuansa Syiah yang cukup kental sebab sebagian demonstran sebagaimana rakyat Bahrain memang penganut Syiah. Akan tetapi, menilik momentum, tuntutan, dan karakter gerakan, aroma protes di Bahrain kali ini lebih berbau revolusi Tunisia dan Mesir daripada warna Syiah. Wallahu a’lam.

http://koran.republika.co.id/koran/24/144953/Bahrain_Revolusi_atau_Intervensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: