Hukum Haji Banci

Assalamu’alaikum Wr Wb.
Jika seorang banci pergi haji ke Baitullah, bagaimanakah pakaian ihramnya? Dalam segala kegiatan hajinya nanti di Tanah Suci apakah ikut kelompok perempuan atau laki-laki, atau ada pengecualian dalam beberapa kegiatan ibadahnya, Ustaz?

Maryam-Depok

Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Dalam bahasa Arab, banci disebut khuntsa, yaitu orang yang tidak sepenuhnya laki-laki dan tidak juga perempuan, atau orang yang mempunyai apa yang dipunyai laki-laki dan yang dipunyai perempuan. Dari segi istilah, khuntsa adalah orang yang mempunyai organ laki-laki dan perempuan atau orang yang tidak mempunyai organ kedua-duanya, tetapi dia memiliki lubang untuk keluarnya air seni.

Adapun mukhannats adalah seorang laki-laki yang menyerupai perempuan dalam hal kelemah-lembutan, cara berbicara, cara melihat, dan gerak gemulainya. Ada dua macam mukhannats, pertama, orang yang terlahir seperti perempuan, maka dia tidak berdosa. Kedua, orang yang tidak terlahir demikian, tetapi dia menyerupai perempuan dalam gerakan dan cara berbicaranya.

Orang seperti inilah yang mendapat laknat seperti yang disebutkan dalam hadis sahih: “Dari Ibnu Abbas, Nabi SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita (mukhannats) dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” (HR Bukhari). Jadi, mukhannats ini sesungguhnya adalah lelaki, berbeda dengan khuntsa. Mereka ini tetap dihukumi sebagai laki-laki dalam semua aspek ibadahnya, termasuk dalam berhaji.

Dalam hal ini, khuntsa juga terbagi dua. Pertama, khuntsa ghoiru musykil, yaitu waria yang mudah dikenali jenis kelaminnya, baik melalui tanda-tandanya setelah baligh/dewasa dengan melihat perubahan pada organ-organ tubuhnya maupun pada tempat keluar air seninya apabila dia masih anak-anak.

Jika yang dominan tampak dalam dirinya adalah tanda-tanda kelelakian, maka dihukumi sebagai laki-laki kepadanya. Begitu pula apabila yang tampak dan dominan dalam diri seorang khuntsa ghoiru musykil adalah tanda-tanda perempuan, maka dihukumi perempuan terhadapnya. Kedua, khuntsa musykil (waria yang sulit dikenali jenis kelaminnya) dan tidak dapat diketahui apakah dia laki-laki atau perempuan.

Mengenai khuntsa musykil ini, jumhur atau mayoritas ulama berpendapat, mereka disamakan dengan perempuan dalam hal syarat wajib haji, memakai pakaian berjahit, mendekati rumah Allah, berlari kecil ketika thawaf, menyingkapkan muka, berlari kecil ketika sai, wukuf, dan dia tidak boleh berhaji kecuali bersama muhrim, juga tidak boleh bersama jamaah laki-laki saja atau perempuan saja kecuali kalau mereka adalah muhrimnya.

Mazhab Hanbali berpendapat, khuntsa musykil kalau berihram tidak perlu menjauhi pakaian berjahit dan kalau dia menutupi kepalanya, maka tidak wajib membayar fidiah karena ada kemungkinan dia perempuan, begitu juga kalau dia menutupi wajahnya tanpa memakai pakaian berjahit karena ada kemungkinan dia laki-laki.

Namun, jika ia menutupi wajah dan kepalanya sekaligus, maka dia harus membayar fidiah, sebab jika dia perempuan berarti dia telah melanggar dengan menutupi wajahnya, dan jika dia laki-laki berarti dia telah melanggar dengan menutupi kepalanya. Begitu juga jika dia menutupi wajahnya dan memakai pakaian berjahit. Jika dia perempuan, dia telah melanggar dengan menutupi wajahnya dan jika dia laki-laki, dia telah melanggar karena memakai pakaian berjahit.

Abu Yusuf dari mazhab Hanafi berkata, “Saya tidak tahu bagaimana pakaian bagi dia karena kalau dia laki-laki, maka dia tidak boleh memakai pakaian berjahit dan kalau dia perempuan, dia harus memakain pakai berjahit itu (lihat al-Mausuáh al-fiqhiyyah ak-Kuwaitiyyah, Jil 20 hlm 17). Wallahu a’lam bish shawab.
(-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: