Yahudi

22 Nov 07
Menilik sejarah Nabi Muhammad SAW dan bangsa Yahudi sepanjang 20 tahun masa kenabian, dipenuhi catatan bagaimana komunitas yang disebut sebagai bangsa kera itu selalu mendiskreditkan Islam dengan berbagai cara.
Beberapa kali orang-orang Yahudi menghasut suku Aus dan Khazraj yang telah masuk Islam, dengan membangkitkan kembali dendam kesumat di masa Jahiliyah.


Di antara tekanan kaum Yahudi di Madinah adalah berpura-pura masuk Islam. Mereka juga mengada-adakan hal yang ditiadakan dalam Islam. Segolongan lain mencoba memojokkan Islam dengan memperdebatkan, menyebarluaskan prasangka, dan mencoba mengepung Islam dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, ”Apa itu Allah? Apa itu Ruh? Jika Allah menciptakan makhluknya, siapkah yang menciptakan Allah?”
Masih banyak pertanyaan tak masuk akal lainnya yang ditujukan guna mengembalikan umat Islam kepada kekufuran. Sewaktu umat Islam berperang melawan Quraisy di Perang Badar, orang-orang Yahudi mendesas-desuskan bahwa Nabi SAW mati terbunuh.
Setelah terbukti umat Islam yang menang, dan banyak tokoh Quraisy yang tewas, sejumlah tokoh Yahudi pergi ke Makkah. Mereka meratapi yang mati sambil menghasut suku-suku bangsa Arab agar memerangi Nabi SAW kembali.
Sesudah Perang Uhud di mana umat Islam kalah, Yahudi mencoba berkonspirasi lagi hendak membunuh Nabi SAW. Saat berada di kampung Bani Nadir guna merundingkan sesuatu, seorang di antara mereka naik ke atas membawa batu kisaran gandum dan hendak dijatuhkan ke kepala Nabi SAW yang tengah bersandar.
Namun, rencana busuk itu keburu diketahui Nabi SAW melalui wahyu yang dibisikkan malaikat. Beliau pun segera berdiri dan meninggalkan tempat itu sebelum makar jahat itu terealisasi. Atas berbagai kejahatan dan tipu muslihat licik tersebut, Nabi SAW pun bertindak tegas terhadap kaum Yahudi. Ultimatum dikeluarkan agar mereka keluar dari Madinah. Hukuman tegas ini dijatuhkan karena bangsa Yahudi telah mengingkari penjanjian nonagresi.
Kini kebencian masyarakat dunia tertuju kembali pada bangsa Yahudi akibat kebiadaban mereka di Lebanon dan Palestina. Sudah banyak rakyat Lebanon dan Palestina yang menjadi korban. Seseorang yang mati membela agama dan perintah-Nya, dia tak kehilangan sesuatu apa pun.
Sebaliknya, kehidupan yang indah namun fana di jalan Tuhan akan digantikan dengan hidup abadi yang lebih indah. ”Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS Ali Imran [3]: 169).
(Alwi Shahab/RioL)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: