Timur Tengah: Kawasan Penuh Gejolak (3)

Karena pembunuhan terhadap Usman bin Affan oleh al Ghafiki,salah seorang Yahudi yang berhasil menyamar sebagai perajurit muslim pimpinan Muhammad bin Abibakar yang datang dari Mesir untuk menuntut Khalifah supaya memecat Marwan Bin Hakam .Krisis tersebut selanjutnya berkembang menjadi penyebab utama lemahnya daulah Islamiyah,dan kemudian terjadilah perang Jamal antara Khalifah Ali bin Abi Thalib melawan pasukan muslim lainnya pimpinan Siti Aisyah Ummul Mukminin.Ali berhasil mengendalikannya,dan Aisyah dikembalikan ke Madinah.Namun Muawiyah melawan Ali sehingga meletuslah perang Siffein,dan sejak perjanjian “Darul Jamaah” maka muncullah Muawiyah bin Abi Sofyan sebagai khalifah bani Umayyah sebagai tandingan Ali bin Abi Thalib ,khalifah Rasyidin terakhir .

Daulah Umayyah(661-749)yang berpusat di Damascus,yang terus menerus mendapat perlawanan dari kelompok Alawiyin dan Abbasiyah,kecuali ketika Umar bin Abdul Aziz berkuasa di Damsyiq kondisinya relatif stabil.Karena Umar bin Abdul Aziz meredam semua konflik tersebut dengan menarik semua pasukannya daeri medan tempur,dan sebagai gantinya beliau memfokuskan segala kemampuannya untuk mengumpulkan dan membukukan Hadist Rasulullah SAW.Dalam berbagai pidatonya yang selama ini penuh caci maki terhadap lawan lawan politik Umayyah,termasuk dalam khutbah Jum’at pada masa Umar bin Abdul Aziz semuanya di hapus.Oleh sebab itu Umar bin Abdul Aziz disenangi oleh berbagai pihak yang sebelumnya bertikai tersebut,sehingga beliau banyak kalangan sejarawan muslim memasukkannya dalam jajaran salah seorang khalifah Ar Rasyidin.

Akhjirnya daulah Umayyah runtuh tahun 749 M ,maka berdirilah daulah bani Abbasiyah(749-1258)yang mulanya berpusat di Kufah kemudian pindah ke Bagdad.Mereka menekan oposisi terutama keluarga Umayyah dan Alawiyin,dan yang luput dari pembersihan tersebut lolos berhasil melarikan diri ke Spanyol dan mendirikan daulah Umayyah di sana(775-1494)di bawah pimpinan Abdurrahman ad Dakhil .Sementara keturunan Alawiyin mendirikan Daulah bani Idris di Afrika utara yang kemudian berhasil di hancurkan oleh Abbasyah.Sementara Bani Umayyah dalam kontek melawan Abbasiyah bersahabat dengan Byzantium ,sebagaimana halnya Abbasiyah bersahabat dengan Charlemagne dalam konteksnya melawan Umayyah.Begitulah kedua kerajaan muslim tersebut demi kekuasaannya,mereka bersahabat dengan musuh untuk melawan temannya sendiri.Dalam hal semacam itu juga sedang terjadi di berbagai negara-negara muslim,termasuk di Timur Tengah sendiri.

Dua keluarga Arab yang bersaing ketat sejak zaman pra islam ,akhirnya keduanya tergilas invasi Tartar Holako Khan 1258 ke Bagdad dan pasangan Ferdinand -Isabella dari kerajaan Arragon-Castilia mengahncurkan Umayyah tahun 1494,dalam pertempuran Sierra Moreno.Boleh jadi inilah kelemahan bangsa Arab yang sampai sekarang sulit di hilangkan ,yang lebih mengutamakan kabilah atau keluarganya sendiri dari yang lainnya(nepotisme). Hanya bersatu pada masa Nabi Muhammad SAW (571-632)selebihnya mereka terus menerus bertikai sampai zaman sekarang,yang tentunya sangat menguntungkan Paman Sam dan Israel.

Tengku Nurdin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: