BONE OF MY BONE

Bertahun-tahun lamanya seorang hamba meminta kepada Tuhan seorang pasangan. Seseorang yang mampu menjadi pendamping untuk menjalani fase-fase lanjut dari perjalanan hidupnya. Ia tidak hanya meminta seorang pasangan, bahkan ia mendeskripsikan pula seperti apa pasangan yang diinginkannya itu. Pasangan itu haruslah seseorang yang baik, lemah lembut, pemaaf, penuh damai, baik hati, pengertian, menyenangkan, hangat, humoris, dan dapat dipercaya.


Satu malam di dalam doa ia merasa seolah-olah mendengar Tuhan sedang berbicara di hatinya, “Wahai Hamba-Ku yang sedang berdoa, Aku tidak dapat memberikan apa yang kau inginkan”.
Dengan sedikit kecewa karena tidak ditanggapi permintaannya ia pun bertanya, “Kenapa ya Tuhanku?”
Tuhan menanggapi, “Karena Aku adalah Tuhan Yang Maha Adil dan Yang Maha Benar, maka semua yang Aku lakukan adalah Adil dan benar”.
IA bertanya lagi, “Wahai Tuhanku, aku tidak mengerti mengapa aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku minta dari-Mu…”
Tuhan pun menjawab, “Akan Aku jelaskan…”
• Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku untuk mengabulkan permintaanmu, karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan dirimu….
• Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku mendatangkan seseorang yang penuh cinta sedangkan hatimu masih sering dipenuhi oleh kebencian…
• Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku mempertemukanmu dengan seseorang yang sensitif sementara engkau sendiri masih bisa tidak peduli terhadap sesama…
• Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku memberikanmu seseorang jodoh yang baik hati sedangkan engkau sendiri masih bisa bersikap kejam…
• Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku mengikat hatimu dengan seseorang yang pemaaf sementara engkau sendiri masih sering menyimpan dendam…
• Adalah tidak adil dan tidak benar bagi-Ku meridhoi hubunganmu dengan seseorang yang jujur sedangkan engkau sendiri masih dipenuhi dengan tipu muslihat…

Tuhan pun berkata lagi kepadanya, “Daripada menghabiskan waktu untuk mencari ke segala penjuru seseorang yang engkau inginkan serta berharap Aku akan memberikannya, lebih baik manfaatkanlah waktu yang tersisa ini untuk membuat dirimu sendiri menjadi seseorang seperti yang engkau cari. Aku tidak akan memberikan kepadamu sesuatu yang bukan dirimu sendiri. Biarkan hatimu bekerja dalam jiwa dan rohanimu, membentuk dirimu sendiri agar sesuai dengan segala keinginanmu.”

Di akhir doanya Tuhan menegaskan, “Apabila suatu saat nanti engkau mampu memformulasikan perhatian, rasa sayang, rasa maaf, rasa kasih, kepekaan dan tanggung jawab yang membentuk satu kesatuan, maka engkau akan mendapatkan seseorang yang engkau ingini yang memang Ku sediakan untukmu. Engkau pun akan mampu berkata seperti berkatanya Adam saat Hawa Ku-ciptakan untuk menemaninya; “Ia adalah tulang dari tulang rusukku dan daging dari daging tubuhku.” Engkau akan melihat pribadimu di dalam dirinya dan pribadinya dalam dirimu. Kalian berdua pun akan menjadi satu rangkaian dalam jalinan yang Ku ridhoi saat bersama-sama berlayar menuju pelabuhan abadi.

(Anonymous)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: