Psikologi Islam Gelombang Besar Ideologi Dunia

Oleh : BAITUROKHIM

Bismillahirrahmanirrahim.Terminologi Psikologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata psycho yang artinya jiwa, dan logos yang berarti ilmu. Dengan demikian psikologi adalah ilmu tentang jiwa. Secara istilah, ketika berbicara tentang ilmu jiwa atau Psikologi maka seseorang akan langsung mengarah pada pemahaman “ilmu perilaku”. Banyak definisi dari para ahli yang pada intinya Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku (behaviour). Yang dimaksudkan perilaku, hampir seluruh ahli Psikologi mengarah pada kajian perilaku manusia, kecuali madzhab behaviorisme banyak mengkaji perilaku binatang yang berbasis eksperimen untuk kemudian menjeneralisasikan terhadap perilaku manusia.

Dalam konteks ini—dengan gaya penulisan populer, kami mencoba mengkaji sejarah Psikologi dari sisi ideologis, yang selama ini psikologi hanya dikaji dari aspek non-ideologis. Berdasarkan kajian ideologis maka Psikologi dapat terbagi menjadi dua, yakni Psikologi Islam dan Psikologi Barat. Sementara itu, Psikologi Barat masih bisa dibagi menjadi dua yakni basis kapitalisme dan basis sosialisme komunisme. Kiranya cara pandang demikian menjadi sangat menarik. Sebab jika dicermati, Psikologi dengan bebagai ideologi memiliki karakteristik masing-masing dan semuanya memiliki basis ideologi yang memancarkan pemikiran dan solusi kehidupan.

Untuk menuju diskusi yang menarik, kami perlu mengadopsi sebuah definisi ideologi atau mabda’ sebagai “fikrul kulliyat tanbatsiqu ‘anhan nidzam, yakni pemikiran menyeluruh yang terpancar dari padanya peraturan kehidupan” (Taqiyyuddin An Nabhani dalam kitab An Nidzamul Islam). Sementara itu, ideologi Islam adalah sistem (seluruh aspek) kehidupan yang terbangun berdasarkan ajaran Islam (Al Qur’an dan Al Hadits) secara total. Ideologi ini bersifat totalitas dan kaaffah, tidak memisahkan antara agama dan kehidupan dunia sekecil apapun sejak dari sistem ketatanegaraan, hukum, politik, sosial, budaya, pendidikan, pertahanan dan keamanan, dan sub-sistem lainya.

Ideologi kapitalisme (raksumaliyah) adalah sistem kehidupan yang dibangun dari bentuk sekularistik, yakni memisahkan antara urusan agama dan sistem kehidupan (fashluddin ‘anil hayah). Dalam ideologi ini masih mempercayai akan adanya Tuhan, namun hanya sebatas urusan agama, seremonial. Sementara dalam sistem kehidupan dunia, termasuk perilaku politik, dst. Tuhan diharamkan untuk ikut terlibat di dalamnya. Seluruh sistem kehidupan dirumuskan oleh sekumpulan manusia (baca legslatif) dengan berbagai latar belakangnya. Tuhan pencipta manusia, alam, dan kehidupan ini hanya diberi ruang yang kecil mungil dan sempit yakni aturan ritual-ibadah. Sementara itu, ideologi sosialisme komunisme (isytirakiyyah-syuyu’iyyah) merupakan sistem kehidupan yang dibangun berdasarkan realitas dunia semata tanpa meyakini keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam, manusia dan kehidupan.

Berdasarkan kaidah tersebut maka Psikologi Islam dapat difahami sebagai sebuah disiplin ilmu tentang perilaku manusia yang berbasis ideologi Islam. Psikologi Barat kapitalisme merupakan disiplin ilmu perilaku yang didasarkan atas prinsip dasar pemisahan antara agama dan kehidupan. Sedangkan Psikologi Barat Sosialisme Komunisme difahami sebagai disiplin ilmu perilaku yang didasari oleh sistem kehidupan tanpa berketuhanan (atheism).

Psikologi Islam

Disebabkan kajian psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia, maka justru Psikologi Islam jauh berusia lebih tua dari Psikologi Barat. Hal ini kami bangun dengan berbagai argument. Pertama, Islam, dengan Al Qur’an dan Al Hadits-nya merupakan standar keyakinan dan perilaku (aqidah dan syari’ah) untuk seluruh aspek kehidupan manusia. Jika dicermati, ribuan ayat Al Qur’an merupakan pesan-pesan perilaku. Demikian pula dengan ratusan ribu Hadits berisi tentang standar perilaku. Hal ini didukung dengan ayat yang menyatakan bahwa “wahai orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara kaaffah/menyeluruh…”(TQS.2:208). Demikian halnya terdapat hadits yang artinya : “aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh dengan keduanya maka selama-lamanya tidak akan pernah tersesat, kedua hal itu adalah Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah (Al Hadits) Rasul”.

Dari sampel ayat dan hadits tersebut dengan tegas menyerukan kaum muslimin untuk menyandarkan atau merefer seluruh aspek kehidupanya dengan Al Qur’an dan As Sunnah, tanpa reserve sedikitpun walaupun sejengkal langkah semut. Tentu saja, terdapat jaminan mutu atau guarantee dari Allah Swt, yakni siapa saja yang dalam kehidupanya secara all in mengimplementasikan standar tersebut akan diperoleh kehidupan yang bahagia, aman, tenteram dan selamat dunia hingga akherat.

Kedua, konsepsi Psikologi Islam pada zaman Rasul Saw dan sahabat sudah sempurna hingga tataran implementasi. Perilaku Rasul Muhammad Saw adalah basis sebuah wahyu dari Allah Swt sehingga mencapai kesempurnaan. Bahkan ketika ‘Aisyah ditanya tentang sikap akhlak Rasul Saw, maka dijawab “kaana khuluquhul Qur’an, yakni akhlak Rasul Saw adalah Al Qur’an”. Demikian pula bagaimana kepribadian dan perilaku para Sahabat-sahabat kabir, tidak lain merupakan implementasi perilaku Al Qu’an dan Al Hadits.

Hanya saja seluruh sistem perilaku pada era tersebut merupakan tahap turunya konsepsi dan implementasi yang belum terdapat kajian dan verifikasi sebagaimana pada zamanya berikutnya disebut fenomena Psikologi. Kiranya hal ini wajar. Sebab perkembangan cabang ilmu dalam Islam adalah bertahap. Sejarah mengukir bahwa pada saat Kenabian, para sahabat hanya diperintahkan menulis dan menghafalkan Al Qur’an yang diwahyukan secara berangsur. Pada saat tersebut, sahabat dilarang menuliskan Al Hadits kecuali menghafalkanya. Hal ini berdasarkan hadits yang artinya “wa man kataba ‘anni ghairal Qur’ani falyamkhuhu…, yakni barang siapa menulis dariku selain Qur’an maka hapuskanlah…”.

Periode berikutnya, setelah Rasulullah Saw meninggal dunia, maka puluhan tahun kemudian para sahabat dan tabi’in menuliskan hadits yang telah dihafal dan tersebar di tengah kaum muslimin yang sholeh dan taqwa. dst.dst. Mulailah disiplin keilmuan Islam yang masuk dalam ketegori Tsaqafah Islam muncul secara berkesinambungan, antara lain ‘ulumul Qur’an (ilmu Al Qur’an), ilmu hadits (mustholah hadits), ilmu kalam (ketauhidan, teologi), ilmu fiqih, ilmu ‘ushul fiqih (formulasi fiqih), ilmu ‘alat-al lughah, ilmu balaghah dan mantiq, ilmu tafasirul Qur’an, ilmu qiroatul Qur’an-termasuk qiratus-sab’ahnya, ilmu tasawuf, dst.dst.

Selanjutnya, untuk memberikan wawasan yang lebih luas maka berikut kami sampaikan perkembangan tsaqafah Islam hingga science & technology dan psikologi Islam. Uraian ini sebagian kami kutip dari makalah Rahma Qomariyah. Uraian ini pula sebagai cuplikan era keemasan Islam yakni masa kekhilafahan Islam yang terbentang sejak sepeninggal Rasul Muhammad Saw hingga detik-detik dihancurkanya kekhilafahan tersebut oleh Inggeris melalui agenya Mustafa Kemal Attatruk pada tanggal 3 maret 1924. Babak pertama perkembangan tsaqafah Islam adalah munculnya ulama hadits, fiqih dan tafasir Qur’an yang demikian sangat waraknya. Sederetan ilmuwan muslim antara lain sebagai berikut.

1. Abu ’Abdullah Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari). 194 H-256 H. Ahli Hadits, karyanya Al Jami’us Shaheh, yang lebih terkenal dengan Shaheh Bukhari .Imam Bukhari meneliti 300.000 hadits, yang diriwayatkan 1000 orang dan hadits yang dipilih hanya yang shaheh yaitu 7.275.

2. Ibn Rusyd/Averroes (W.1128). Pakar fikih, filsafat, Psikologi & kedokteran, karyanya dalam bidang fikih: Bidayatu al Mujtahid Wa Nihayatu al Muqtashid; Fashlu al Maqal fi ma baina al hikmah wa asy syari’ah min al ittishal; Mukhtashar kitab ”al mustashfa” li al Ghazali; syarah aqidah al imam mahdi; adh dharuri fi an Nahwi; kitab al kulliyah; al jawamik fi al falsafah; Sarah maqalah al Iskandar fi al aqli.

3. Imam Syafi’I (150 H-204 H). Ahli Fikih, hafal al Qur’an umur 7 tahun,karyanya: Ar Risalah Al Qadimah(Kitab al Hujjah), Ar Risalah Al Jadidah, Ikhtilaf al Hadits, Ibthal Al Istihsan, Ahkam al-Qur’an, Bayadh Al Fardh, Sifat Al Amr wa Nahyi, Ikhtilaf al Malik wa Syafi’i, Ikhtilaf al Iraqiyin, Ikhtilaf Muhammad bin Husain, Fadha’il al Quraisy, Kitab As Sunan, Kitab al Umm.

4. Imam Muslim. Karyanya Shaheh Muslim,

5. Imam Hambali (164 H-241 H). Ahli Hadits dan Fikih, Karyanya: Musnad Ahmad Hambali, beliau memeriksa 750.000 hadits dan beliau memilih yang Shaheh 40.000.

6. Imam Malik bin Anas (93-179 H). Ahli Fikih, karyanya Al Muwaththa’

7. Imam Abu Hanifah(80-150 H). Ahli Fiqih, karyanya Al Musuan(kitab Hadits, dikumpulkan oleh muridnya),Al Makharij(Buku ini dinisbahkan kepada Abu Hanifah, diriwayatkan oleh Abu Yusuf), Fiqih Akbar (kitab Fikih yang lengkap).

8. Ahmad Muhammad Al Isfayini (406H/ 1030 M) Ahli Fiqih, karyanya:Kitab Ushul Al Fiqih

9. Ibrahim Ali Firuzabadi. Ahli Fiqih, karyanya: Al Luma fi Ushul Al Fiqih, At Tashirah fi Ushul Al Fiqih.

10. Imam al Haramayn Al Juwayni (478 H). Ahli Fiqih, karyanya: Al Burhan fi Ushul Al Fiqih, Al Tuhfah fi Ushul Fiqih, Al Waraqat

11. Abu Hamid Al Ghazali/Imam Ghazali (505 H). Ahli Fiqih, karyanya: Tahdzib Al Ushul, Al Mankul mim Ilm Al Ushul, Al Mustahfa min Ilm al Ushul, Ihya’ Ulumuddin, kitab al iqtishad fi al i’tiqad; kitab jawahir al Qur’an; mizan al amal; al Maksud al asna fi al ma’ani asma’u Allah al husna; Hujjah al Haq; Mufashshahu al khilaf fi ushuli ad din ;Minhaj al abidin; kitab maqashid;bidayah al hidayah; al arba’in fi ushul ad din; nasshihah al muluk; kitab al intishar; talbisu iblis; itsbat an nadhru dll.

12. Abu Bakar Muhammad Al Baqillani (403H/1012 M). Ahli Fiqih, karyanya: Al Taqrib min Ushul Fiqih dan Al Muqni’ fi Ushul Al Fiqih.

13. Abdul Wahab Ali al Baghdadi (421H/1030). Ahli Fiqih, karyanya: Al Ifadhah fi Ushul Al Fiqih.

14. Ibnu Abbas. Ahli Tafsir, karyanya: Tafsir Ibnu Abas.

15. Ali bin Hazm (456H/1063M). Ahli Fiqih, Kritikus Injil termashur dan pembanding agama di Cordoba, karyanya Al Ihkam fi Ushul Al Ahkam.

16. Al Hasan bin Hamid Al Baghdadi (403H/1012M). Ahli Fiqih, karyanya:Kitab Ushul Al Fiqih.

17. Al Qadhi Abdul Jabbar (415H/1044M). Ahli Fiqih, karyanya: Al Mughni, Al Ikhtilafi Fi Ushul Fiqih, Ushul Fiqih, Al Amad, Majmuk al Ahd dan An Nihayah.

18. Muhammad Ali Al Bashri (436H/1044M). Ahli Fiqih, karyanya: Al Mu’tamad fi Ushul Al Fiqih.

19. Abu Bakar Al Sarakhsi (490H/1096M). Ahli Fiqih, karyanya:Ushul Al Fiqih.

20. Ali Muhammad Al Baidhawi (482H/1089M). Ahli Fiqih, karyanya: Kanz Al Wushul ila Ma’rifah Al Ushul.

21. Abdullah Umar Ad Dabbusi (430H/1038). Ahli Fiqih, karyanya: Taqwim Al Adillah Fi Ushul Al Fiqih asrar Al Ushul Wa Al Furu’.

22. Ahmad Husain Al Baihaqi (458H/1065M). Ahli Fiqih, karyanya: Al Yanabi fi Al Ushul.

23. Abu Ya’la Al Farra (458H/1065M). Ahli Fiqih, karyanya: Al Uddah fi Ushul Al Fiqih, Al Umdah fi Ushul Al Fiqih dan Al Kifayah fi Ushul Al Fiqih.

24. Imam Tirmidzi (279H/892M). Ahli Hadits, karyanya:al Jamik ash Shaheh.

25. Abu Dawud (257H/888M). Ahli Hadits, karyanya: Kitab Hadits Sunan Abu Dawud.

26. Imam Nasa’i (303H/915). Ahli Hadits, kitab Hadits Sunan Nasa’i.

27. Ibnu Majah (273H/886). Sunan Ibnu majah

28. Ibnu Katsir. Ahli Tafsir, karyanya Tafsir Ibnu Katsir

29. Abdullah bin Qutaibah (276/889). Ahli Hadit, karyanya: Ta’wil Mukhtalaf Al Hadits.

30. Ibnu Hisyam ( w.213H). Ahli Shirah, karyanya Shirah Ibnu Hisyam.

31. Al Jauzi (597/1290). Ahli Hadits, karyanya Al Tahqiq fi Ahadits Al Khilaf

Perkembangan berikutnya muncul dan berkembangnya ilmu dan ilmuwan di lingkungan science dan teknologi antara lain sebagai berikut.

1. Al Maqdisi (W.493/1101). Pakar geografi, orang pertama yang menciptakan peta dalam warna alamiyah.

2. Khalaf bin Abbas Al Zahrawi (W.414/1013). Pakar kedokteran, ahli bedah. Karyanya: Tashrif liman ‘Ajiza Al Ta’lif, buku tentang pembedahahan yang menguraikan lebih dari 200 gambar alat-alat bedah & caranya.Dialah penemu metode untuk menghancurkan dan mengeluarkan batu dalam ginjal atau kandung kemih.

3. Jabir Ibn Haiyan/ Geber (W.193/808 ). Pakar kimia, dia menulis 200 buku, 80 buku diantaranya di bidang kimia. Dia yang mencipatakan skala timbangan akurat dapat menimbang benda yang beratnya 6.480 kali lebih kecil dibanding rathl (kira-kira 1 kg). Dialah yang mendefinisikan senyawa kimia.

4. Abu Al Qasim Abdullah bin Khurdadzbih (W.300/912). Pakar geografi, membuat peta lengkap dan uraian tentang rute-rute perdagangan dunia Islam, karyanya: Al Masalik wal Mamalik.

5. Al Khawarizmi/Algorizm (W.780). Pakar matematika, geografi & astronomi. Dia yang memperbaiki tabel ptolomeus dan menemukan ilmu Hitung: Al jabar dan menemukan konsep angka nol (shifr) yang menunjukkan kosong. Dia orang pertama yang menciptakan geografi bumi. Pada masa Khalifah Al Makmun, beliau membuat observatorium di Baghdad, menyusun ”Tabel Makmun yang telah diverifikasi”. Tabel sangat berguna untuk menentukan posisi secara tepat melalui penentuan garis lintang dan garis bujur. Posisi-posisi bintang bisa ditentukan secara akurat yang sangat berguna bagi sebuah Kapal yang berlayar. Al Khawarizmi juga mengembangkan aritmatika menjadi lansan Aritmatika, disebut ”Sekumpulan perintah logis dan runtut-algoritma”–yang tanpa itu dunia komputer dan informatika tidak akan bisa berjalan.

6. Yahya (W.796). Pakar astronomi Khalifah dan ketua Akademi Ilmu Pengetahuan (Baitul Hikmah) yang didirikan Khalifah al Manshur.

7. Al Kajilah. Pakar Astronomi yang menemukan angka pecahan desimal.

8. Ris Beiry. Komandan pasukan Laut Khilafah Ustmani, pakar geografi, pioner pembuat peta: membuat peta Benua Amerika secara rinci dan menulis bahwa benua Amerika sudah ditemukan tahun 1465 M & Antartika 27 tahun sebelum Amerika ditemukan oleh Christoper Columbus (1451-1506 M).[1]h.666.

9. Al Kindi/ Al Kindus (W.800). Pakar falsafah, Psikologi, fisika & optik, Mengarang buku Risalah fi Hudud Al Asysy’ wa Rusumiha, merupakan risalah pertama dalam epistemologi &Logika.

10. Ahmad. Menemukan tehnik peralatan otomatis yang penuh makna, diuraikan dalam bukunya yang tebal tentang ”Konstruksi Penuh Makna”. Hasilnya alat pengisi bejana otomatis; bejana untuk mengukur berat jenis; sebuah alarm yang dipakai pengairan jika airnya penuh, alarm berbunyi; jam raksasa.

11. As Syarif Al Idrisi (W.562/1166). Pakar geografi, membuat bola dunia yang pertama kali diciptakan.terbuat dari bola perak seberat 400 rotol (sekitar 400 kilogram) Diatasnya ada tujuh benua, danau, sungai, kota & rute,gunung dan rute perdagangan. Serta memberi keterang tentang jarak, tinggi dan panjang masing-masing.

12. Tsabit Ibn Qurrah/Thebit (W.836). Pakar astronomi & mesin, mengemukakan teoti bilangan tak terbatas yang merupakan rangkaian dari bilangan tak terbatas lainnya.

13. ‘Izz Al Din Al Jaldaki (W.762/1360). Pakar kimia, dia mengungkapkan bahwa gas berbahaya yang keluar dari reaksi kimia bisa dihindari dengan menggunakan masker.

14. Abu Bakar M Ar Razi (W.932 M). Pakar kedokteran, musik & ahli Ilmu Jiwa, mengarang buku: Athibb Al Ruhani, dialah orang pertama yang memanfaatkan musik untuk menyembuhkan pasien.

15. Al Farabi/Al Pharabius (W.870). Pakar falsafah, Psikologi, logika, sosiologi, sains & musik. Kesibukannya dengan teori musik, akord dan interval membawanya ke ide Logaritma.

16. Ibn Al Haitham/ Alhazen (W.965). Pakar fisika, matematika & optic, Pendiri ilmu optic yang memadukan metode matematis & prinsip fisika. KaryanyaAl Manazhir (dunia Visual).

17. Abu Raihan al Biruni (W.973). Pakar astronomi & matematika.

18. Ibnu Sina/Avecenna (908-1037). Pakar kedokteran, filsafat, psikologi, astronomi & matematika. Dia mengungkapkan problem besaran yang tidak terhingga kecil, baik dalam agama, fisika & matematika. Suatu hal yang pada abad 17 mengantarkan Newton & Leibniz pada Infinitesimal dan kemudian membentuk Ilmu Kalkulus. Karyanya Al Qonun fi Al Thibb, menjadi buku rujukan utama bidang kedokteran selama 700 tahun.

19. Al Zarqali/ Arzachel (W.1029). Pakar Astronomi dan pememu astrolabe.

20. Omar Al Khayyam (W.1044). Pakar matematika & penyair.

21. Abdul Rahman al Khazin (W.1155). Pakar astronomi

Pada akhirnya, sampailah kami menyampaikan sampel beberapa pakar Islam yang secara instens mengkaji, menverifikasi dan mengembangkan ranah Psikologi (‘ilmu an nufus). Mereka antara lain sebagai berikut.

1. Ibn Rusyd 520 H / 1126 M. Beliau memiliki nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Tusi Al Ghazali. Di dunia barat sering disebut dengan nama Algazel. Terlahir di kampung Ghazalah, kota Tus di daerah Khurasan yang saat ini di daerah Iran. Hidup di era Daulah Khilafah Abbasiyah, beliau ahli dalam berbagai tsaqafah antara lain sejak dari ilmu fiqih, ushul fiqih hingga tasawuf dan psikologi. Dalam ranah Psikologi, justru banyak sekali ilmuwan saat ini yang mengambil referensi dari pemikiran Al Ghazali ini. Jika disimpulkan beliau lebih memadukan antara tasawuf dan psikologi sebagai bagian pembentukan kepribadian yang sehat dunia akherat. Antara lain konsepsi ”an-nafs, al-ruh, al-`aql, dan al- qalb” menjadi dasar utama kajian psikologis. Karya tulisnya sangat banyak.

2. Ibn Sina 980-1037. Beliau dengan nama lengkap Abu Ali al Husayn bin Abdullah bin Sina (orang barat menyebut Avicenna) dilahirkan di Afsyana, dekat Bukhara yang saat ini di sekitar Uzbekhistan. Disamping mengkaji bidang filsafat dan Psikologi, beliau juga pakar dalam bidang ilmu-ilmu ke-Islaman dan kedokteran. Tidak kurang dari 450 buku karya tulis yang menjadi referensi kemajuan ilmu dan teknologi de era Eropa dan moderen. Diantara kitab beliau yang terkait dengan Psikologi adalah Ahwal An Nafs.

3. Al Ghazali 450-505 h. Beliau memiliki nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Tusi Al Ghazali. Di dunia barat sering disebut dengan nama Algazel. Terlahir di kampung Ghazalah, kota Tus di daerah Khurasan yang saat ini di daerah Iran. Hidup di era Daulah Khilafah Abbasiyah, beliau ahli dalam berbagai tsaqafah antara lain sejak dari ilmu fiqih, ushul fiqih hingga tasawuf dan psikologi. Dalam ranah Psikologi, justru banyak sekali ilmuwan saat ini yang mengambil referensi dari pemikiran Al Ghazali ini. Jika disimpulkan beliau lebih memadukan antara tasawuf dan psikologi sebagai bagian pembentukan kepribadian yang sehat dunia akherat. Antara lain konsepsi ”an-nafs, al-ruh, al-`aql, dan al- qalb” menjadi dasar utama kajian psikologis. Karya tulisnya sangat banyak. Bahkan dalam suatu sumber dikatakan bahwa beliau menulis hingga 300 buah kitab yang banyak dijadikan referensi pemikir dari barat. Buku yang paling terkenal adalah Ihya’ Ulumuddin. Sedang buku-buku lainya antara lain al-Munqidz min al-Dhalal, Tahafut al-Falasifah, Minhaj al-Abidin, Qawa’id al-Aqaid, al-Mustashfa min ’Ilm al-Ushul, Mizan al-’Amal, Misykat al-Anwar, Kimia al-Sa’adah, al-Wajiz, Syifa al-Ghalil, dan al-Tibr al-Masbuk fi Nasihat al-Mulk.

4. Ibn Qayyim Al Jauziyah (1292-1350m). Beliau memiliki nama lengkap Abu ‘Abdillah Syams al-Din Muhammad ibn Abi Bakr ibn Ayub Ibn Sa’ad ibn Harits ibn Makkiy Zayn al-Din al-Zur’iy al-Dimsyqy. Tanah kelahiranya Damaskus, Syiria. Beliau adalah ilmuwan yang cemerlang menguasai banyak keilmuan antara lain ilmu tafsir, hadits, fiqih, qulub, tasawuf, Psikologi dan Pendidikan dan Psikiatri. Dalam masalah Psikologi dan pendidikan, beliau telah mengkaji sejak dari fase janin (preconception), hingga lahir, dewasa hingga post kehidupan, sebuah perjalanan di hari pembalasan. Dengan itulah banyak kalangan menyebut bahwa beliau adalah pakar psiko-religius. Praktek psikiatri ditempuh dengan mengkonvergensikan antara tasawuf dan psikologis. Hingga dengan demikian pemikir barat menjadikan keilmuanya sebagai rujukan. Karya-karya kitabnya luar biasa yang tidak bisa disebutkan disini. Kami sangat silau dengan banyak karyanya, kedalaman ilmunya serta ketaqwaanya.

5. Al Kindi Lahir 185 h/801 m. Beliau memiliki nama lengkap Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq al-Kindi. Lahir di Kufah, Irak. Beliau anak seorang gubernur di Kufah pada masa kekhilafahan Abbasiyah, sejak dari khalifah al-Amin (809-813), al-Ma`mun (813-833), al-Mu’tashim (833-842), al-Watsiq (842-847), dan al-Mutawakkil (847-861). Secara umum beliau memiliki keahlian dalam sejumlah bahasa termasuk penerjemah bahasa Yunani, ahli kedokteran, astronomi, matematika, filsafat dan pengembangan psikologi. Dalam pandangan psikologi lebih mengarah pada Plato daripada Aristoteles. Al Kindi mengangap psiko memiliki tiga daya. Pertama, Al Quwah Al Aqliyah (daya jiwa berakal); Kedua, Al Quwwah Asy-syahwaniyyah (daya jiwa nafsu); Ketiga, Al Quwwah Al Ghadlabiyyah (daya jiwa amarah).

6. Al Farabi (w.339/950). Nama lengkap beliau adalah Abu An-Nashr Muhammad Al Farabi. Beliau adalah seorang yang jenius dengan menguasai setidaknya lima bahasa. Disiplin ilmu yang dikuasai antara lain kedokteran, kimia, matematika, musik, filsafat dan dasar-dasar psikologi. Khusus terhadap kajian psikologi, beliau lebih mengarah pada tataran perilaku moral dengan menggabungkan antara filsafat dan syariat.

7. Ibn Khaldun (w.808/1406). Dalam uraian sejarah yang panjang, beliau ahli dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan. Namun dalam konteks ilmu perilaku beliau sering disebut dengan bapak Sosiologi di dunia Islam yang lebih mendahului Augus Comte seorang sosiolog dari dunia barat. Dalam dunia Psikologi lebih mengarah pada kajian psikologi sosial. Kitab beliau yang paling terkenal hingga hari ini adalah Al Muqaddimah.

8. Al Tabari 838-870. Nama lengkapnya adalah Abu al Hasan bin Sahl al Tabari. Beliau adalah Ilmuwan muslim pada abad kesembilan di era kekhilafahan Abbasiyah yakni Mu’tashim Billah (833-842) dan Mutawakkil Billah (847-861). Beliau seorang ahli dalam banyak disiplin keilmuan antara lain disamping tsaqafah Islam juga ilmu kedokteran, fisika, dan Psikologi. Beliau menulis kitab yang sangat masyhur yakni Firdaus Al Hikmah. Kitab-kitab lain yang beliau tulis antara lain Hafzh Al Sihhah; Tuhfat Al Mulk; Al Ruqa’; Al Hijamah. Dalam ranah Psikologi, beliau termasuk pioner yang mengusung ilmu kesehatan anak dan bidang pertumbuhan anak. Kehebatan Al Tabari diakui oleh Amber Haque dalam bukunya yang berjudul Psychology from Islamic Perspective and Chalangges to Contamporary Muslim Psychologist.

9. Ahmed ibn Sahl Al Balkhi (850-934 M) dalam kitabnya Mashalih al Abdan wa al Anfus. Bersama Muhammad ibn Zakariya Razi (Rhazes), Al Balkhi dikenal sebagai ulama dan cendikiawan muslim yang mempelajadi psikoterapi. Bahkan beliau Ar Razi telah mendirikan Rumah Sakit Mental di Baghdad di tengah kejayaan ideologi Islam Al Khilafah Al Islamiyah. Itulah kiranya Ar Razi sering disebut dengan Bapak Psikoterapi. Pada era keemasan Islam tersebut di Eropa belum terjadi apa-apa bahkan masih banyak terjadi perbudakan. Bahkan di Eropa masih dalam abad kemunduran tersebut sehingga orang yang mengalami gangguan mental disebut dengan kerasukan syetan.

Jika disimpulkan, Psikologi Islam sebagai sebuah ilmu perilaku manusia muncul dalam bentuk kajian dan penulisan dalam kitab atau buku adalah seiring dengan tumbuh berkembangnya ilmu-ilmu ke-Islaman itu sendiri. Tentu saja acuan utamanya adalah Al Quran dan Al Hadits. Hanya saja terdapat catatan yang sangat penting digaris bawahi, yakni era keemasan Islam bersama tumbuh kembang Psikologi menjadi berhenti seiring dengan berakhirnya kekuasaan ideologi Islam dalam sebuah entitas negara Khilafah Islamiyah. Bisa dibayangkan, bahwa seorang cendikiawan besar dan sekaligus pengembang Psikologi Islam, Ibn Qayyim Al Jauziyah yang masih melahirkan karya-karya luar biasa, sebenarnya beliau hidup pada era yang disebut Al Qaffal (gembok) yakni masa kemandegan dari pintu ijtihad yang terjadi pada kekhilafahan Turki Utsmani.

Di tengah masa keemasan Islam, ratusan tahun terakhir ketika itu, bangsa-bangsa barat termasuk entitas negara-negara berideologikan Kapitalis dan Sosialis senantiasa menggerogoti untuk menghancurkan ideologi Islam. Perjalanan fakta sejarah terlalu panjang jika dituliskan. Hingga pada puncaknya, ketika entitas ideologi Islam sudah sekarat, terjadi perang dunia I dan II dimana terjadi perebutan pengaruh antara ideologi Kapitalisme Amerika dan sekutunya melawan ideologi Uni Sovyet Sosialis Komunis. Ideologi Islam dengan sistem Khilafahnya terseret-seret akhirnya hancur di tangan Jendral Musthofa Kemal, anthek Inggeris keturunan Yahudi Duhama.

Psikologi Barat

Jika ditelusuri dari banyak literatur, Psikologi barat mengambil start dari pemikiran filosof Yunani kuno antara lain Plato (427 SM – 347 SM); Aristoteles (Stagira, Macedonia, 384 SM); Socrates (adalah filsuf dari Athena, Yunani 470 SM – 399 SM). Di era tersebut juga berkembang filsafat Persia dan India. Selanjutnya dalam perjalanan panjang menuju Psikologi di era Kekaisaran Romawi (yang bermuatan trinitas Kristen, x=3x , dari pro hingga kontra gereja) dan Persia (yang bermuatan majusi, berketuhanan api dan Zoroaster dengan dewa-dewanya) hingga sampailah abad pertengahan. Pada era tersebut, Psikologi dikategorikan dengan fase filsafat dan semu hingga datang masa transisi yang disebut dengan masa renaisan.

Beberapa tokoh pada era ini antara lain : Rene Descartes (La Have, Perancis, 31 Maret 1596 – meninggal di Stockholm, Swedia, 11 Februari 1650); Gottfried Wilhelm von Leibnitz (1646 – 1716); Thomas Hobbes (1588 – 1679); John Locke (1632-1704); dan George Berkeley (1685 – 1753).

Pada era Post renaisan, Psikologi meski belum masuk pada ranah definisi ilmu yang ilmiah, dapat digambarkan pada fase berdiri di depan pintu ilmiah. Pada masa tersebut ada yang disebut dengan natural science dan modern science. Terutama sekali pada era ini banyak berkembang Psikologi yang berbasis faali (Physiological Psychology), dimana kondisi-kondisi fisik manausia secara ansich sebagai indikator psikologis. Pada akhirnya masuklah pada abad 19, Psikologi semakin mendekati ranah ilmu yang terkategori ilmiah, independen. Selangkah lagi Psikologi akan dinyatakan sebagai ilmu yang independen adalah saat dimulai adanya eksperimen oleh Thomas Galton (1822 – 1911) sebagai kelanjutan dari pemikiran evolusi manusia oleh Charles Darwin (1809-1882). Akhirnya, Psikologi betul-betul dinyatakan sebagai ilmu yang mandiri ditandai dengan lounching dari Wilhem Wundt atas keberhasilanya melakukan kajian dan eksperimental perilaku kejiwaan yang dilakukan di laboratrium Psychological Institute – Universitas Leipzig – Jerman pada tahun 1879.

Beberapa tahun kemudian memasuki abad 20 munculah berbagai madzhab atau aliran Psikologi dengan berbagai derivatnya. Aliran tersebut antara lain Fungsionalisme, Behaviorisme, Psikoanalism. Bahkan terdapat lagi aliran Strukturalism, Gestalt, Fenomenologism, Humanism, Eksistensialism. Pergerakan dan perkembanagn Psikologi pada abad 20 tersebut demikian sangat cepat termasuk ke negara-negara Eropa sendiri, benua Amerika, Australia, Afrika, Asia termasuk Indonesia.

Selanjutnya, sebagaimana diuraikan di atas bahwa seiring dengan tumbuh dan berkembangnya ideologi dan Psikologi, maka berkembang pula Psikologi yang berbasis Kapitalisme dan Sosialisme Komunisme.

Psikologi yang berkembang dengan basis ideologi Kapitalisme ditandai dengan prinsip-prinsip individualistik dan humanistik yang mengarah pada nilai-nilai kebebasan (freedom). Terdapat empat pilar kebebasan itu yakni bebas bertingkah laku, bebas berpendapat, bebas beragama, bebas dalam kepemilikan. Diantara mereka antara lain adalah Abraham Maslow (1908-1970) adalah Psikolog darah Yahudi berkelahiran Amerika pendiri Humanistic Psychology dengan teorinya yang terkenal yakni Hierarchy of Need yang dideklarasikan pada tahun 1970. Teori tersebut secara filosofis dan praktis berjalan seiring dengan teori ekonomi Adam Smith tentang nilai individualism-kapitalisme.

Demikian halnya, Erich Fromm juga seorang Psikolog yang berlatar belakang humanism kapitalisme. Dalam bukunya The Art of Loving, terlebih lagi bukunya Escape from Freedom (terbit edisi pertama 1941) dengan tegas mengusung nilai perilaku kebebasan, freedom to choice, freedom to behaviour–bebas memilih dan bebas berperilaku. Akhirnya menjadi ideologi yang liberal seliberal liberalnya sebagaimana hari ini terjadi.

Selanjutnya, Psikologi yang berbasis sosialisme komunisme (atheism) lebih tampak pada aliran Behaviorisme dan Psikoanalisis. Para pakar di bidang Behaviorisme antara lain Burrhuss Frederic (BF) Skinner, Charles Darwin, Clark Hull, Edward Thorndike, John B. Watson, John Dollard, Near Miller, dsb. Teori Behaviorisme pada prinsipnya, tingkah laku manusia dikendalikan oleh SR (Stimulus Respon). Walaupun banyak diaplikasikan dalam Psikologi Pendidikan, namun prinsip dasarnya adalah manusia sebagai makhluk yang kering dan eksternalisme. Bisa diambil contoh, bahwa dalam pandangan Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) yang terlahir di Rusia, sebuah negara bagian Uni Sovyet dan sekaligus dosen di Institute Fisiologi Pavlovian di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyimpulkan bahwa perilaku manusia dapat dinisbahkan berdasarkan hasil eksperimen terhadap binatang (anjing).

Demikian halnya, Sigmund Freud (1856-1939) seorang pioneer psikoanalisis berdarah Yahudi Jerman adalah seorang yang atheis. Freud berpendapat bahwa bertuhan merupakan bentuk jiwa kekanak-kanakan yang dibawa hingga dewasa. Berdoa hanya merupakan bagian dari hayalan dalam kehidupan, persis teringat ketika masa kanak-kanak meminta pada ayahnya. Demikian halnya, Freud dalam teorinya menolak keberadaan ruh dan senantiasa meyakinkan bahwa energi kehidupan manusia adalah dorongan seksual, bukan yang lain. Bahkan sepanjang hidup manusia hanya didasari dan didorong oleh insting seksual belaka.

Freud dalam bukunya “Die Dietung der Traumen” (Arti Mimpi mimpi) mengatakan bahwa banyak kasus kejiwaan disebabkan oleh dorongan naluri seksual yang tidak terpenuhi. Dengan melihat dampak seperti itu maka Freud merekomendasikan pengobatanya adalah dengan memberikan kesempatan pada pasien untuk melakukan hubungan seks. Demikian kami nukil dari TSQ Stories karya Prof. Dr. -Ing. Fahmi Amhar.

Saatnya Psikologi Islam Memimpin Dunia

Ketika Islam menjadi negara super power dalam entitas negara Khilafah Islamiyah selama kurang lebih 13 abad telah menaungi dunia ummat manusia dalam kebaikan. Psikologi yang berbasis Islam telah menjadi bagian penting untuk menciptakan perdaiaman dunia. Jika seseorang jujur dengan diri sendiri, maka justru ketika Khilafah jatuh dan yang berkuasa saat ini adalah Ideologi Kapitalisme ataupun juga sisa pemikiran Sosialisme Komunisme maka kerusakan dunia demikian dahsyat.

Kini kehancuran perilaku manusia dan lingkunganya menjadi luar biasa perihnya yang tidak pernah terbayangkan. Dimana-mana kita melihat manusia yang mengidap gangguan jiwa baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penguasa dunia, gembong Kapitalisme telah membunuhi jutaan manusia hanya karena merebut sumber daya alamnya. Para pemimpin negara melakukan pembunuhan rakyatnya, korupsi, kolusi, pembohongan publik, serakah terhadap rakyat, merupakan contoh para pemimpin sudah mengalami gangguan jiwa. Demikian halnya banyak masyarakat yang stress, depresi, bunuh diri, melakukan teror pengeboman, tawuran antar masyarakat dan pelajar, perzinahan, penyakit seksual, perselingkuhan, narkoba, dan sebagainya merupakan bagian dari masyarakat yang sakit jiwa.

Sementara itu dalam perkembangan masyarakat kontemporer saat ini, Psikologi Islam mampu menjawab seluruh problematika kehidupan dalam ranah manapun dan dimanapun. Terhadap konsepsi sistem manajemen modern termasuk pengelolaan SDM dan sistem manajemen pengendalian mutu, serta pengelolaan human capital—maka Psikologi Islam mampu menjamin berdasarkan Standar Manajemen Mutu Internasional yakni Al Qur’an dan Al Hadits.

Itulah kiranya sebuah bukti bahwa sistem ideologi selain Islam yang ada di dalamnya bangunan pemikiran Psikologi telah terbukti gagal membawa masyarakat yang berjiwa sehat. Justru banyak warga masyarakat dunia yang menjadi sakit dan pesakitan. Padahal, Islam telah membuktikan selama hampir 13 abad tidak pernah terjadi malapetaka dunia sekejam ini. Bahkan selama Islam menjadi ideologi dunia memang terjadi riak konflik kekuasaan namun terhadap rakyatnya masih menyayangi dan melindungi baik warga negara muslim ataupun non-muslim. Itulah kiranya, saatnya Psikologi Islam bersama ideologinya memimpin dunia. Wallahu a’lam.

http://www.psikologi-islam.com/detail-analisis-52-psikologi-islam-gelombang-besar-ideologi-dunia.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: