BARAT STRES DAN PARANOID

Ahmad Zamhari Hasan*

“Semua yang berasal dari Barat Benar dan dari Timur pasti salah,” seru Gembrot.
“Jangan begitu dong, Barat tak lebih dari sebuah arah, sebab masih ada Selatan, Utara dan Timur,” Ceking menimpali.
“Ha ha ha! Buktinya apa-apa yang dari Barat diterima dengan lapang dada, perasaan gembira, penuh gengsi, dan semangat berapi-api. Na na na!” Gembrot menari-nari gembira.
“Jangan ngomong api, jika tidak ingin terbakar!” Bentak Ceking
“Api bukan membakar, malah menyejukkan.” Gemrot menhentikan tariannya.
:”Tidak, untuk membakar.”
“Untuk menyejukkan kataku!”
Gemrot dan Ceking bertengkar hebat terhadap masalah yang bukan masalah, untung petugas rumah sakit jiwa datang melerai, sehingga mereka bisa dilerai. Semoga saja masalah yang dibawa kelompok yang mengatasnamakan Islam Liberal, bukan masalah yang dibawa dari rumah sakit jiwa. Nah! Lho! Hah?

**********************
Para Orientalis telah berabad-abad silam menanamkan pemahaman di kalangan basyarakat Barat bahwa Islam identik dengan perang, darah dan pembantaian. Penyebaran Islam yang sangat luar biasa di berbagai penjuru dunia dianggap sebagai hasil dari perang. Bahkan digambarkan seakan-akan Islam tidak akan menyebar pesat tanpa perang. Bahkan tidak kurang dari Max Weber seorang ilmuan terkemuka Barat turut menggambarkan Islam identik dengan perang, padahal Max Weber adalah produk ilmu pengetahuan Barat dengan metodologi ilmiahnya yang bebas nilai, netral dan membiarkan fakta berbicara apa adanya, tapi mengapa kesimpulannya tidak jauh berbeda dengan pemahaman orang awam Barat yang mengidentikkan Islam dengan perang? Ini dikarenakan upaya orientalis untuk memberikan pemahaman terhadap Islam telah tertanam dalam dalam jiwa, sendi-sendi kehidupan, dan berpengaruh terhadap pemikiran dan sikap hidup masyarakat Barat, mulai kalangan masyarakat awam sampai masyarakat intelektual, mulai kalangan masyarakat bawah sampai masyarakat kelas menengah dan atas. Ini diperkuat dengan jasa media Barat mulai media elektronik seperti CNN, BBC, Voice of Amerika, media masssa seperti Times, New York Times, Washington Post, media film, sinetron, talk show, dan berbagai media berteknologi canggih lainnya dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman bahwa Islam identik dengan kekerasan, perang dan terorisme.
Pemahaman yang mendarah daging ini melahirkan ketakutan dan kecemasan di kalangan masyarakat Barat terhadap Islam. Pada waktu seseorang mengalami ketakutan dan kecemasan yang berlebihan, maka yang terjadi adalah sikap-sikap irrasional masyarakat Barat terhadap Islam. Bukti dari sikap irrasional ini adalah perang yang dilakukan Inggris dan AS terhadap Irak, padahal jelas-jelas senjata biologis yang ditakutkan telah diproduksi Irak sebagai dasar untuk menyerangnya, ternyata tidak terbukti. Bukti kedua setiap terjadi pemboman di bumi AS dan Eropah tertuduh pertamanya adalah umat Islam, padahal dalam penyelidikan terbukti hanya sedikit kejadian yang dilakukan umat Islam, sedang pelakukanya adalah masyarakat Barat sendiri yang tidak puas terhadap kebijakan pemerintahnya. Dalam pemboban yang paling dasyat di muka bumi yakni pemboman WTC, sampai sekarang tidak ada bukti kongrit bahwa pelakukan adalah Osamah bin Laden (tokoh jahat yang diciptakan Barat sebagai alat untuk dijadikan kambing hitam), bahkan banyak muncul kemudian buku-buku yang ditulis penulis Barat sendiri yang menganalisis bahwa hal itu adalah kerjaan orang profesional dari Israel, karena waktu kejadian sebagian besar orang Yahudi yang bekerja di dalamnya tidak masuk kantor sehingga selamat dari kematian. Tidak masuk akal para teroris anak buah bin Laden mampu melakukan penyerangan terencana yang rapi dengan target-target yang merupakan simbol kejayaan AS seperti Pentagon, WTC dan istana kepresidenan, tanpa terendus oleh FBI dan CIA, dua lembaga intelegen yang paling canggih dan hebat di seluruh dunia. Padahal seperti yang diketahui orang banyak, meski takut mengatakannya, penguasa di balik layar di AS yang mengatur segalanya adalah orang-orang Yahudi. Semua orang paham bahwa Yahudi dalam sejarahnya senantiasa memusuhi Islam. Jika dulu Nazi membunuh orang-orang Yahudi dengan kejam, kini balik orang-orang Yahudi yang membunuhi orang-orang tak berdosa di Palestina yang menjadi simbol Islam, mengapa mereka tidak melakukan terhadap orang-orang Jerman yang merupakan pusat Nazi?
Masih segar dalam ingatan, bagaimana seorang intelektual Barat yakni Huntington yang membuat tesis bahwa yang terjadi pada masa mendatang adalah perang peradaban antara Barat dengan Islam setelah komunisme bukan merupakan ancaman berarti bagi Barat. Tesis ini sebenarnya merupakan metaformosis baru dari ketakutan Barat terhadap Islam, sebuah peradaban yang pernah jaya di dunia sebagaimana Barat kini juga jaya bahkan dianggap sebagai kekuatan tunggal di dunia. Dengan tesis ini lantas Barat melancarkan serangan-serangan baru, baik secara halus maupun perang terbuka. Bentuk serangan secara halus adalah Barat dikomondoi AS berusaha menanamkan nilai-nilai modernisme, pengetahuan ilmiah, ilmu pengetahuan, kapitalisme dan globalisasi dalam seluruh sendi di semua negara Islam; baik negara Islam Timur Tengah atau negara-negara yang mayoritasnya berpenduduk Islam seperti Indonesia dan Malaysia, cara penyebarannya melalui bantuan ekonomi, pendidikan bagi intelektual-intelektual jenius di kalangan umat Islam di negara-negara Barat, melalui hutang pada negara-negara Islam, dan berbagai cara halus lainya. Ajaibnya intelektual-intelektual jenius Muslim berlomba-lomba untuk belajar di Barat, ketika mereka belajar ilmu pengetahuan dan teknologi tak masalah, yang jadi masalah adalah mereka belajar Islam di Barat yang mana pemahaman-pemahaman mereka terhadap Islam sudah keliru. Sehingga ketika kembali ke negara asalnya, mereka berusaha menyebarkan nilai-nilai Barat dalam Islam, salah satu wadahnya adalah kelompok Islam Liberal yang hampir ada di semua negara Islam dengan memakai nama yang berbeda-beda. Sedang perang terang-terangan seperti perang Tuluk dan perang terhadap Irak, serta kemungkinan menyerang Iran di masa mendatang. Lucunya lagi, sebelum dan sesudah menyerang Irak rakyat AS di segala penjuru negara bagian berbondong-bondong melakukan demo terhadap George Bush agar menghentikan perang, namun dalam pemilu di AS setelah perang Irak dimenangkan AS, George Bush kembali terpilih menjadi presiden, wajar jika VH1 salah satu televisi musik di AS mengganggap terpilihnya Bush adalah kebodohan terbesar pada tahun 2005.
Kembali pada masalah penghinaan terhadap Nabi Muhammad, pernyataan Tayyid Edrogan perdana menteri Turki cukup menarik tentang kartun penghinaan pada Nabi Muhammad “Sebuah provokasi terbuka, sebuah jebakan (yang bertujuan) menunjukkan pada dunia gambaran kekerasan dari dunia Muslim,” (Jawa Pos 08/02/2006). Artinya jika umat Islam terpancing untuk melakukan kekerasan dalam melakukan aksi protes terhadap kedubes Denmark di seluruh dunia, umat Islam Suriah dan Libanon telah melakukan pengrusakan terhadap keduataan besar Denmark di kedua negara tersebut, sedang di Indonesia protes FPI juga berlangsung keras walau tidak sampai membakar dan menghancurkan sehingga kedutaan besar Denmark terpaksa ditarik, berarti hakikatnya umat Islam masuk dalam jebakan yang dibuat Barat, sehingga pencitraan Islam dengan kekerasan seakan-akan dibenarkan aksi-aksi anarkis ini. Ini bisa kontra produktif terhadap kebangkitan Islam di Eropa dan AS, dan menjadi serangan balik yang bisa menodai umat Islam di mata Barat.
Bahkan menurut perdana menteri Denmark Fogh Ragmussen, protes terhadap karikatur Nabi Muhammad telah menjadi krisis global “Saat ini kita menghadapi krisis global. Hal tersebut telah menjadi masalah politik internasional. Saya himbau masyarakat untuk tenang,” ungkatnya. Ini juga disebabkan karena hampir seluruh negara Eropa memuat karikatur Nabi, sehingga timbul stigma seakan-akan Eropa sengaja memprovokasi umat Islam di seluruh dunia, sehingga yang semula menjadi krisis dalam negeri Denmark menjadi krisis global. Menurut saya krisis global sengaja diciptakan untuk memperkuat klaim Huntington bahwa musuh peradaban Barat adalah Islam. Kita umat Islam di dunia tidak boleh terjebak dalam permainan dari karikatur Nabi Muhammad, yang sekedar dijadikan pancingan oleh Barat untuk memperkuat klaimnya bahwa Islam identik dengan kekerasan.
Berhubung seluruh penjuru dunia melakukan protes terhadap media Denmark dan pemerintah Denmark, lantas pemimpin redaksi koran tersebut meminta maaf, ini belum cukup menteri luar negeri Denmark Moeller meminta turut meminta maaf, ini dianggap belum cukup sehingga seluruh duta besar di negara-negara Islam meminta maaf. Permintaan maaf koran tersebut di samping takut pada kekuatan umat Islamdi dunia, juga takut korannya tidak laku, sedang permintaan maaf pemerintah Denmark karena takut pada ancaman-ancaman terorisme di masa mendatang, juga takut aset-aset ekonominya di dunia Islam menjadi terancam. Bagi sebagian umat Islam di muka bumi yang merasa tersakiti, insya Allah akan memaafkan sebab ajaran mereka mengajarkan untuk selalu memberi maaf –pelaku-pelaku pengrusakan terhadap kantor kedubes Denmark hanya terjadi di dua negara Suriah dan Libanon, sedang aksi anarkis FPI di Indonesia dalam tahap yang wajar- ini menunjukkan hanya sebagian kecil dari dunia Islam yang besar di dunia yang melakukan kekerasan. Bagaimana mungkin umat Islam yang pemaaf ini diidentikkan dengan perang, kekerasan, dan pembunuhan? Memang ada sebagian umat Islam yang terjebak melakukan tindakan anarkis dalam protes terhadap karikatur Nabi, terjebak dalam terorisme, tapi sebagian besar umat Islam di dunia pasti mengutuk aksi-aksi terorisme dan pembakaran terhadap kedubes Denmark. Saat bersamaan mampukah AS yang “membesarkan Osamah bin Laden” untuk secara murni menyerang para teroris saja, bukan menyerang umat Islam seperti yang mereka lakukan dalam perak Teluk, perang Irak, dan kemungkinan menyerang Iran dan Sudan dengan alasan yang dibuat-buat?
Penghinaan Barat terhadap Islam bukan hanya lewat karikatur yang muncul di Denmark, sebelumnya muncul penghinaan terhadap Al-Qur’an di penjara Guntanamoa AS dan penghinaan tentara wanita AS terhadap tahanan-tahanan di Irak. Jadi berbagai penghinaan ini dilakukan seperti terstruktur, meski setelah terungkap ramai-ramai meminta maaf. Dengan berbagai penghinaan terhadap Islam ini, apakah Islam akan kalah? Apakah umat Islam akan semakin berkurang di muka bumi? Apakah kemulyaan Nabi Muhammad akan berkurang?
Nabi Muhammad adalah orang biasa seperti orang kebanyakan yang diangkat menjadi Rosul oleh Allah untuk menyebarkan Islam. Sebagai orang biasa dia makan, minum, tidur, beristri, dan melakukan kegiatan sehari-hari. Meski orang biasa, tapi sifat-sifatnya sebagai manusia luar biasa; sikap jujur dilakukan dari kecil sampai meninggal, baik hati (dihina oleh orang malah mendoakan yang menghinanya), bisa dipercaya dan melaksanakan kepercayaan dengan baik, bijaksana dalam segala hal, dan menyebarkan ajaran-ajaran Islam dengan lemah lembut dan damai, penyebaran Islam di Mekkah dan awal di Madinah buktinya. Kalaupun sesudahnya berperang, itu karena masyarakat Qurayse di Makkah berulang-ulang menyerang umat Islam dan tidak lama orang-orang Yahudi di Madinah ikut berkomplot, makanya konsep perang adalam Islam setelah diserang. Bukti lain bahwa Islam disebarkan dengan damai adalah penyebaran Islam di Asia Tenggara. Meskipun berperang umat Islam menerapkan peraturan-peraturan perang yang sangat ketat dalam upaya menjaga agar rakyat sipil, wanita dan anak-anak tidak menjadi korban, bedakan dengan AS dan Inggris yang membunuhi rakyat sipil, wanita dan anak-anak di Irak atau Rusia yang menyerang Chechnya secara membabi buta? Dengan kehebatan nabi Muhammad yang luar biasa dan penyebaran Islam yang pesat di berbagai penjuru dunia, maka tanpa ragu-ragu beliau dinobatkan sebagai 100 tokoh terbaik pertama melebihi, Isa, Budha, Alexander yang agung, Julius Cecas, Napoleon Bonaparte serta berbagai tokoh-tokoh hebat lainnya yang pernah lahir di dunia. Tidak ada satu tokoh legenda, paling hebat, dan paling dihormati di Barat dan Timur yang mampu mengalahkan beliau.
Mungkin hal ini diam-diam menimbulkan sikap iri terhadap Nabi Muhammad dan agama yang dibawanya yakni Islam, sehingga berulang kali mereka berusaha mendiskreditkan Nabi Muhammad, mulai dari penghinaan kebiasaan kawin Nabi, ayat-ayat setan Salman Rusdhi sampai karikatur Nabi Muhammad. Meski dihina, dicaci maki dan didiskreditkan sedemikian rupa, Nabi Muhammad tetaplah seorang manusia yang paling sempurna yang pernah ada di dunia, beliau tetap dihormati banyak orang baik muslim maupun non muslim meski secara diam-diam. Di Indonesia pada masa lalu Arswendo Atmowiloto pernah membuat lelucon dengan menempatkan Nabi Muhammad di posisi bawah pada tokoh terkemuka di Indonesia, sehingga dia dihujat dan dipenjara. Namun sekarang terselip pertanyaan, kenapa beliau tidak mau divisualisasikan?
Nabi tidak mau divisualisasikan karena meskipun diangkat menjadi Nabi yang paling akhir dan menerima wahyu Allah, beliau tetap ingin dikenang sebagai manusia yang menjadi Nabi. Maksudnya adalah beliau tidak ingin dituhankan seperti Nabi Isa yang dilakukan umat Kristen, simbolisasi penyalipan justru dijadikan sesembahan, Nabi tidak ingin kesalahan masa lalu terulang padanya, makanya beliau ingin dikenang sebagai manusia. Bahkan untuk mendukung hal ini, Allah tidak mengislamkan salah seorang yang dicintai Nabi Muhammad dan pembela beliau yang paling utama yakni kakeknya. Ini menjadi indikasi kuat bahwa urusan hidayah Islam, hanya Allah yang punya hak sedang nabi Muhammad tidak memilikinya. Bagimana mungkin tokoh mulya yang rendah hati, baik hati, jujur, lemah lembut, tenang dan bijaksana ini dikarikaturkan menjadi seorang yang haus perang dengan simbol pedang dan haus darah dengan simbol bom?
Belum hilang dalam benak peristiwa penghinaan terhadap Nabi Muhammad, umat Islam di dunia kini di hadapkan pada masalah baru yang sengaja diciptakan Barat yakni adanya upaya-upaya untuk menyerang negara-negara Islam. Setelah “sukses” di Afganistan dan Irak, kini beralih pada Iran, mungkin Sudan nantinya atau malah Indonesia akan menjadi sasaran tembak juga? Dalam konteks Iran, beruntung masih memperoleh dukungan dari Rusia dan China, sehingga perang terhadap Irak akan menjadi perang secara global, yang tentu saja tidak diinginkan semua pihak.
Sedang untuk Indonesia, Barat tidak akan berani berperang secara terang-terangan. Paling-paling mereka lembar bola sembunyi tangan, artinya mereka “menundukkan” Indonesia dengan uang, materi dan simulasi media. Jadi hakikatnya dari luar mereka baik, tersenyum manis, dan “senang membantu”, padahal menyumbunyikan sesuatu untuk menjadikan bangsa Indoenesia senantiasa tergantung pada mereka tanpa kehendak apapun.
Berbagai upaya untuk mendiskreditkan Islam, tidak akan mengurangi pemeluk agama Islam di dunia malah bisa berakibat sebaliknya. Sebagai bukti, jumlah umat Islam di AS meningkat dua kali lipat setelah peledakan WTC, sebab waktu itu Al-Qur’an disebarkan secara bebas, sehingga banyak masyarakat AS yang semula memiliki pandangan-pandangan keliru pada Islam menjadi sadar akan kemulyaan ajaran Islam dan mengungkap kedok-kedok Barat yang mendiskreditkan Islam. Bahkan di berbagai negara Eropa, terdapat kenaikan jumlah umat Islam yang signifikan. Islamnya mereka berbeda dengan proses kristenisasi yang di lakukan di Indonesia secara sembunyi-sembunyi, sebab kristenisasi di Indonesia menggarap orang-orang miskin dengan janji-janji ekonomi, sedang Islamisasi orang-orang Barat karena lewat proses pembelajaran dan kesadaran sendiri, sehingga menjadi lebih kuat, yakin dan tak tergoyahkan.
Bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia, penghinaan terhadap Nabi Muhammad membuat mereka lebih ingin mendalami pribadi Nabi Muhammad, memahaminya secara utuh dan menjadikannya suri tauladan dalam hidup. Bagi umat Islam yang abangan dan memeluk Islam karena KTP atau orang tua, mereka akan membaca lagi sejarah Nabi Muhammad dan berupaya memahami Islam lagi, sehingga keyakinannya pada Islam menjadi lebih kokoh. Makna lain bagi umat Islam adalah untuk memahmi Islam mereka tidak usah capek-capek belajar di Barat, sebab Islam berasal di Timur Tengah, tumbuh di sana dan menyebar di sana, bukankah lebih baik belajar Islam di Timur Tengah dari pada di Barat?
Penghinaan dalam terhadap Nabi Muhammad menjadikan masyarakat Muslim seluruh dunia sadar bahwa pengidolaan terhadap tokoh-tokoh seperti; ilmuan, penguasa, artis, aktor, penyanyi, olahragawan, politikus, grup musik dan tokoh-tokoh idola laiannya yang menjadi produk media Barat, sudah harus ditinggalkan. Sebab tak ada satu tokoh Baratpun di masa lalu dan kini yang akan menandingi ketokohan Nabi Muhammad dari berbagai aspek kehidupan, sehingga wajar bila dijadikan suri tauladan bagi seluruh umat Islam dalam menjalani kehidupn sehari-hari. Idola-idola seperti Enstein, Karl Max, Hegel, Nietsche, Puff Daddy, Jay Z, Beyonce, Madonna, Michael Jordan, David Backham, Briteney Spers, Justin Timberlake, Bill Clinton, Tony Blair, Grum musik Grand Day, dan lain sebagainya tidak pantas dijadikan idola oleh umat Islam, sebab kehidupan mereka penuh kontradiksi, menabrak etika ketimuran, mementingkan individualisme, dan bukan idola-idola yang pantas ditiru dalam kehidupan umat Islam.
Dengan berbagai pemnghinaan, serangan, dan hujatan terhadap Islam justru membuat efek penyadaran di kalangan umat Islam, dan meningkatkan kuantitas dan kualitas umat Islam di seluruh penjuru dunia. Benarkah kita semakin sadar dengan keislaman kita?

Wonosari, 16 Mei 2006
*Penulis buku “Mau Kuliah Alternatif, Belajar Otodidak Dong” 2007 yang beredar di Gramedia seluruh Indonesia, Berniaga Dengan Iman dan novel Bidadari Posmodern. Kini sedang merintis Pelatihan LFV (Learning For Living) untuk pelajar, mahasiswa dan umum. Alamat; Jl. Stasiun Depok Lama No. 08Pancoran Mas Depok.

http://sampenulis.wordpress.com/kurikulum-kuliah-online-gratis-kog/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: