TABIAT HAWA NAFSU

Karena hawa nafsu hidup pada jiwa manusia, maka dia memiliki tabiat-tabiat umum, antara lain:

1. Ia menyukai segala sesuatu yang dianggap sesuai dengannya, menyenangkan, dan terasa lezat baginya.
2. Jika ia menyukai sesuatu, sedapat mungkin ia akan mendorong manusia untuk segera memilikinya dengan segala cara, meski harus dilakukan dengan cara-cara yang merugikan orang lain. Karena hawa nafsu, manusia tega membunuh dan merampas hak-hak orang lain.
3. Ia akan selalu membuat manusia penasaran dan menimbulkan obsesi mendalam sebelum keinginannya tercapai. Keadaan ini dapat menimbulkan kegelisaan dan kecemasan. Bahkan dalam beberapa kasus dapat menimbulkan gangguan jiwa.

4. Hawa nafsu tidak pernah memikirkan akibat. Tidak pernah ada kamus akibat baik atau buruk di dalam hawa nafsu. Yang penting senang dan bahagia.
5. Eskalasi hawa nafsu akan terus naik. Ia selalu meningkat dan terus meminta lebih. Tidak pernah hawa nafsu konstan atau menurun, kecuali disebabkan oleh kelemahan jiwa dan raga, atau karena latihan dan disiplin diri. Karena itulah, seorang pemarah akan selalu meningkat kadar kemarahannya, tidak pernah konstan atau menurun.
6. Pemuasan hawa nafsu akan menyebabkan ketagihan atau kecanduan. Sulit melepaskan diri jika telah terjebak pada keadaan ini, karena hawa nafsu selalu memiliki alasan untuk dipuaskan. Seorang pencandu hawa nafsu akan mengalami keadaan dimana ia tidak lagi dapat merasakan kelezatannya. Meski demikian, mereka tidak juga dapat meninggalkannya. Karena itulah seorang pencandu minuman keras tidak lagi merasakan kelezatan seperti yang dirasakan oleh orang yang meminumnya sekali-sekali saja. Hanya kebiasaanlah yang menuntutnya untuk terus meminumnya.
7. Hawa nafsu akan selalu memerangi penghalang-penghalangnya, baik berupa manusia, keadaan, atau hal-hal lainnya. Jadi berhati-hatilah menghalangi hawa nafsu manusia. Bersiaplah mengalami pertempuran dahsyat karena kemarahannya.
8. Hawa nafsu dapat menguasai seluruh organ tubuh manusia, mulai dari penglihatan, pendengaran, dan alat kelamin, hingga yang paling hebat dia mampu menguasai hati manusia dan mengendalikan seluruh hidupnya.
9. Hawa nafsu dapat memasuki seluruh aspek kehidupan manusia. Lalu ia akan membuat aturan yang membuatnya dapat dengan leluasa melampiaskan keinginannya. Inilah yang membuat manusia mengabaikan aturan-aturan agamanya, dan membuat undang-undang yang tidak pernah adil.
10. Hawa nafsu bersifat materialistik. Ia hanya menganggap baik, lezat, dan menyenangkan hal-hal yang dapat diraba oleh inderanya saja. Sedangkan yang tidak dapat diraba langsung oleh indera akan diabaikannya dan dianggap sia-sia dan tak berguna. Jadi dia tidak akan pernah akur dengan hal-hal yang berbau spiritual atau ruhiyah.
11. Hawa nafsu selalu berorientasi pada sisi kemanusiaan saja atau humanisme, untuk menyenangkan manusia secara cepat dan konstan. Ia selalu mengabaikan sisi-sisi ketuhanan dan aturan-aturan langit. Baginya tidak ada kekuatan tertinggi selain manusia. Pemahaman ini muncul sebagai kelanjutan dari materialisme.
12. Hawa nafsu selalu berorientasi pada duniawi. Ia tidak pernah menganggap akhirat sedikitpun. Jika kepentingannya berbenturan dengan kepentingan akhirat, maka ia tidak segan-segan melindas kepentingan akhiratnya.

Dikutip dari Buku “All About Selingkuh; Problematika dan Jalan Keluarnya” hlm. 51. 52,53. Karya Abdul Aziz Ahmad, M.Si, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: