Waspadalah Dari Tiga Pintu Perselingkuhan

Tulisan ini tidak dalam rangka mengajarkan para pembaca untuk berselingkuh tetapi bertujuan mengajak pembaca untuk lebih waspada agar tidak terjebak dalam perilaku selingkuh itu.

Dalam tulisan ini saya ingin mengemukakan bahwa larangan mendekati zina itu sesungguhnya sama artinya dengan larangan untuk berselingkuh. Karena ayat tersebut bukan sekedar melarang berzina tetapi mendekati saja tidak boleh. Salah satu bentuk pintu mendekati Berzina itu adalah melalui perselingkuhan.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32)

Seringkali didalam hidup kita, banyak kita mendengar terjadi perselingkuhan dimana-mana. Ada suami berselingkuh dengan gadis, ada yang berselingkuh dengan janda bahkan berselingkuh dengan isteri orang. Ada pula isteri yang berselingkuh dengan pemuda, berselingkung dengan duda atau bahkan berselingkuh dengan suami orang. Ketika mereka terjebak dalam situasi ini biasanya mereka sangat sulit untuk menemukan jalan keluarnya, sehingga kadang-kadang membuat keluarga mereka hancur berantakan. Selingkuh itu bisa hanya sebatas ngomong-ngomong mesra, saling menukar no telepon atau Hand Phone lalu janjian untuk bertemu. Pertemuan itu kalau di ulang-ulang maka bisa menjurus ke wilayah selingkuh yang lebih serius bahkan mengarah kepada tindakan perzinahan.

Setiap orang punya potensi dan kesempatan untuk berbuat selingkuh, selingkuh itu persoalan konsentrasi, jika anda tertarik dengan seseorang lalu memperhatikannya, mengaguminya, lalu mencoba membangun komunikasi, terjadi komunikasi yang intens, lalu ada kesesuaian rasa, maka dari sinilah awal perselingkuhan itu akan dimulai.

Pada hal menurut Rasulullah SAW. Konsep perzinahan (Perselingkuhan itu adalah salah satu bentuk perzinahan) itu tidak hanya sebatas hubungan suami isteri diluar nikah saja, tetapi meliputi pula melihat sesuatu, membicarakan sesuatu yang menjurus kepada perzinahan itu tidak boleh. Seperti zina mata, zina lisan, dan zina anggota badan. Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menetapkan atas setiap Bani Adam bagiannya dari zina yang bisa dan pasti ia mendapatinya yaitu Zina mata adalah melihat, zina lisan adalah berbicara, zina hati adalah hati berangan-angan serta bernafsu dan merasuk ke dalam perasaan untuk menikmatinya”

Mereka yang terjerat situasi ini adalah mereka yang telah tercerabut Imannya dari dalam hatinya, karena sabda Rasulullah yang diriwayatkan Abu Hurairah ra. “Seseorang yang melanggar perintah Allah itu dengan melakukan dosa maka sesunguhnya pada saat itu imannya telah dicabut oleh Allah dalam dalam hatinya. Setelah berbuat dosa dia akan sadar, disaat dia sadar ini imannya dikembalikan lagi oleh Allah padanya”. Orang yang terlibat selingkuh itu seperti orang gila, berapapun biaya dan waktu dia akan mengorbankannya dalam rangka memuaskan nafsu selingkuhnya.

Pintu-pintu selingkuh

Ada beberapa pintu untuk mendekati perselingkuhan. Berdasarkan observasi penulis pintu-pintu itu bisa meliputi:

Pertama: Dimulai dari keisengan. Seringkali ada pria atau wanita jika suka sama orang maka mereka lalu secara iseng membangun komunikasi. Jika komunikasi itu berjalan baik, maka hubungan itu bisa meningkat ke hubungan yang bersifat persaudaraan atau bisa lebih mengarah kepada hubungan percintaan. Jika mereka itu gadis dengan pemuda atau antara janda dan Duda tidak jadi soal tapi tetap dengan catatatn harus dimulai dengan niat baik untuk membangun rumah tangga. Tetapi jika hubungan itu dilakukan oleh orang-orang yang sudah mempunyai pasangan resmi maka disinilah awal mula perselingkungan terjadi. Dan untuk keluar dari zona ini sulitnya bukan main, kecuali mereka mendapat hidayah dari Allah.

Kedua: Melalui Hubungan pertemanan. Seringkali ada pria atau wanita menjalin pertemanan, di dalam pertemanan ini terjadi curhat-curhatan. Si pria menceritrakan keadaan rumah tangganya si wanita lalu menceritrakan keadaan rumah tangganya, yang menurut mereka bermasalah, atau sengaja di buat bermasalah. Maka terjadilah komunikasi sambung rasa. Kalau si pria atau wanita tida cepat sadar maka mereka akan terlibat perselingkuhan yang juga sangat sulit mereka akhiri karena nafsu sudah merasuk sampai di ubun-ubun. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun suami atau isteri tidak pulang kerumah karena merasa sudah nikmat di luar dengan pasangan selingkuhnya yang bersifat sesaat dan tidak halal itu.

Ketiga: Melalui Pintu Kekaguman. Selingkuh itu bisa terjadi karena faktor kekaguman seorang mahasiswa terhadap dosennya atau seorang siswa terhadap gurunya. Jika dosen atau guru tidak bermoral, dia punya otoritas untuk menentukan nasib seorang siswa atau mahasiswa lalu mahasiwa atau siswanya juga merespon maka mulai dari sinilah perselingkuhan itu akan terjadi. Dan barangkali masih banyak pintu selingkuh yang lain.

Penulis: Dr. E.M. Sangadji, M.Si

http://www.solusiislam.com/2014/01/waspadalah-dari-tiga-pintu.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: