Kuntilanak—Jin dan Budaya Masyarakat

“BANG, beli satenya, Bang. Sepuluh tusuk aja…” ujar sesosok tubuh wanita muda tepat di sebuah gerobak tukang sate keliling.

Si abang penjual sate menjawab: “Iya, Neng.”

Si abang lalu mengipasi sate. Nahas, satenya gosong.

Tiba-tiba si lalu si wanita muda berkata, “Bang, kok satenya gosong kayak saya? Hihihihihihi…..”

Ini hanya cuplikan film di era 80 yang di perankan oleh almarhum Suzana yang bertema film horror, Kuntilanak. Film ini konon katanya sangat laris di zamannya, sampai-sampai artisnya menjiwai dalam kehidupan nyata, suka melakukan ritual mistik. Kalau dalam bahasa Melayu: Pontianak atau Puntianak, atau sering disingkat kunti. Apa itu kuntilanak, dan apakah benar ada?

Kunti adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama “puntianak” merupakan singkatan dari “perempuan meninggal beranak” Mitos ini mirip dengan mitos hantu langsuir yang dikenal di Asia Tenggara, terutama di nusantara Indonesia. Mitos hantu kuntilanak sejak dahulu juga telah menjadi mitos yang umum di Malaysia setelah dibawa oleh imigran-imigran dari Nusantara.

Kota Pontianak mendapat namanya karena konon Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Pontianak, diganggu hantu ini ketika akan menentukan tempat pendirian istana.

Kuntilanak digambarkan sebagai wanita cantik berambut panjang dan berbaju panjang warna putih. Dalam cerita rakyat Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik dengan punggung berlubang. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kemboja. Kuntilanak dikatakan sering menjelma sebagai wanita cantik yang berjalan seorang diri dijalan yang sunyi. Oleh karena itu, cerita ini kemungkinan bertujuan menghindari golongan wanita daripada diganggu oleh pemuda-pemuda yang takut akan Kuntilanak ketika berjalan seorang diri di jalan yang sunyi.

Kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung. Jenis yang memiliki lubang di punggung disebut Sundel Bolong. Kuntilanak juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat “bersemayam”, misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut “waru doyong”). Bahkan di tempat saya tinggal ada sebuah pohon besar bila selepas magrib tidak ada orang satupun berani lewat tempat tersebut takut ada kuntilanak di pohon, katanya.

Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi. Sehingga sampai sekarang kepercayaan itu masih menancap kuat di kalangan masyarakat kita dan aga sedikit sulit untuk dihapuskan.

Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.

Apa yang diuraikan di atas berdasar budaya yang lahir di kalangan masyarakat. Lalu ada pertanyaan bagai mana kalau pernah ada orang melihat kuntilanak betul betul dengan tampilan yang saya visualkan dalam tulisan di atas? Tetap intinya itu adalah jin yang menyerupai bentuk lain, karena jin memiliki kemampuan beralih rupa atau bentuk, ke bentuk manusia dan hewan.

Mereka pernah mendatangi kaum musyrikin dalam wujud Suraqah bin Malik untuk menjanjikan kemenangan bagi mereka. Demikian pula, sejumlah sahabat, di antaranya Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, pernah didatangi mereka dalam wujud orang tua yang ingin mencuri zakat yang sedang dijaganya. Mereka dapat beralih rupa menjadi unta, keledai, sapi, anjing atau kucing. Seringnya mereka berubah bentuk menjadi anjing hitam dan kucing. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, bahwa lewatnya anjing hitam di depan orang yang shalat memutuskan shalat orang itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebabnya : “Karena anjing hitam itu setan.” Jin juga sering berubah menjadi hewan.

Mudah mudahan tulisan ini bisa menjadi pencerah bagi para pembaca di manapun Anda berada. []

________

Diasuh oleh Oleh: Yudhistira Adi Maulana, Penggagas rumah sehat Bekam Ruqyah Centre Purwakarta yang berasaskan pengobatan Thibbunnabawi. Alamat: Jl. Veteran No. 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat, Telf. 0264-205794. Untuk pertanyaan bisa melalui SMS 0817 920 7630 atau PIN BB 26A D4A 15.

https://www.islampos.com/kuntilanak-jin-dan-budaya-masyarakat-71979/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: