Jimat Pusaka, Jimat Andalan Dukun? (1)

BILA kita mendengar kalimat “Jimat Pusaka” ini pasti yang terbersit dalam pikiran kita adalah sakti, hebat, kebal bacok, dan lain sejenisnya. Dengan jimat pusaka, bisa menerawang, bisa cepat sukses dalam dagang atau karir di kantor.

Konon, hampir semua dukun memiliki ‘pegangan’ pusaka, atau orang Jawa mengistilahkan dengan ‘cekelan’ atau ‘gembolan’ bisa berupa keris, pedang, tombak, badik, batu akik, batu kristal, besi kuning, jenglot, (dipercaya sebagai tubuh orang sakit yang mati) dan lain sebagainya. Inilah yang di sebut dengan jimat, atau dalam bahasa Arab di sebut ‘tamimah’.

Jimat adalah benda-benda keramat atau benda-benda pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan ghaib sehingga dapat membantu menyelesaikan segala persoalan hidup.

Namun benda-bena yang di anggap keramat ini tidak saja berbentuk benda mati makhluk hidup juga ada yang dikeramatkan seperti: kerbau putih, burung pelatuk bawang, ayam cemani, dan lain sebagainya. Seperti kerbau bule di Keraton Solo yang setiap malam 1 Syuro (Muharam) dikirab di alun-alun. Bahkan kerbau itu diberi nama Kyai Selamet.

Agar tuahnya tetap ada maka biasanya dilakukan penjamasan atau ritual perawatan dan pembersihan. Ritual jamasan pusaka merupakan salasatu momen penting bagi seseorang yang memiliki benda-benda pusaka. Dalam ritual tersebut, barang-barang pusaka seperti keris, tombak, pedang dan benda-benda lain yang di anggap berkekuatan diluar anlar dibersihkan dengan miyak wangi tertentu.

Seseorang kolektor keris dan benda-benda keramat St Sukirno menjelaskan, tujuan jamasan tersebut agar bebas dari sengkala (marabahaya) karena setiap pusaka diakui memiliki kekuatan diluar nalar yang dapat membahayakan pemiliknya jika tidak dirawat. Hari ini benda-benda keramat oleh para ahli syirik itu diIlmiyahkan dengan istilah-istilah ‘keren’ seperti “Radiasi positif, medan energi” agar dapat diterima oleh masyarakat banyak.

Pemakaian jimat tak hanya dipakai oleh dukun, tetapi juga para pelanggan yang memanfaatkan jasa para dukun, terutama dukun hitam, dukun jawa. Dan kebanyakan dukun berprofesi sebagai penjual jimat. Sampai sekarang masih banyak dipercaya sebagian masyarakat Indonesia dengan menggantungkannya pada bagian badan tertentu. Tujuannya sangat bervariasi. Ada tolak bala, hajaz (penjagaan) hijab (penyekat), gaman, penglaris, mendatangkan rizki, menolak penyakit, menolak musuh, menolak pencuri, menolak tuyul, kewibawaan, agar dicintai orang lain, untuk kekebalan, untuk keharmonisan rumah tangga, untuk kemudahan urusan, menaklukan lawan dan lain-lain.

Film-film laga dan mistik di TV masih kental dengan ilustrasi benda-benda bertuah, senjata ampuh maupun jimat keramat. Terkadang berupabatu akik, gelang tangan, kalung, keris dan bahkan biji tasbih. Tontonan seperti itu memang mampu memanjakan khayalan pemirsa, sekaligus efektif untuk menggrogoti akidah dan melestarikan budaya syirik.

Semua cara seperti itu tidak dibenarkan oleh agama Islam karena dapat mengantar umat menjadi umat yang sesat dan terbelenggu kesesatan. Sebuah riwayat menerangkan sebagai berikut :

Pada suatu hari datang sepuluh orang menghadap Rasulullah SAW hendak membaiat beliau. Sembilan orang mengikrarkan baiatnya masing-masing, sedangkan yang seorang tetap diam. Ketika ditanya kenapa ia bersikap seperti itu, ia menjawab “pada bagian atas lengannya terdapat jimat”. Ia lalu memasukan tangan ke dalam lengan bajunya, jimat itu ditanggalkan dan dibuang. Pada saat itu dia menerima pembaiatnya, beliau dengan tegas berkata, “Barangsiapa menggantungkan jimat ia telah berbuat syirik.” (HR. Imam Ahmad, Al-Hakim dan AbuYa’la.)

Nabi juga bersabda, Ssiapa yang mengalungkan jimat maka semoga Allah tidak menyempurnakan baginya (akan kesembuhannya)”. (HR Ahmad)

https://www.islampos.com/jimat-pusaka-jimat-andalan-dukun-1-99573/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: