Jimat Pusaka, Jimat Andalan Dukun? (2-Habis)

NABI sangat keras perlakuannya terhadap pemakai barang-barang yang dijadikan jimat. Ketika Nabi melihat dilengan seseorang terdapat gelang dari kuningan, lalu Nabi bersabda, “Celaka, apa ini?” Orang itu menjawab, “jimat penguat” beliau bersabda, Ssesungguhnya benda itu tidak menambah melainkan kelemahanmu, tanggalkanlah ia. Karena jika kamu mati sedang barang itu masih ada pada dirimu niscaya engkau tidak akan beruntung selamanya,” (HR Ahmad.)

Tindakan Nabi itu diteladani oleh para sahabat beliau Sahabat Hudzaifah juga pernah menengok orang sakit, beliau melihat ada gelang melingkar dilengan si sakit lalu beliau memotongnya, atau menanggalkannya sembari membaca Firman Allah: “Dan sebagian besar mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mensekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS Yusuf 106)

Bagaimana jika jimat itu hanya bertuliskakan Ayat-ayat Al-Qur’an dan tidak ada yang lain?

Adapun jika jimat tersebut berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis dalam kertas atau benda lain lalu ditempel pada suatu tempat ada dua pendapat di kalangan ulama.

Pendapat pertama mengatakan boleh, di antara yang berpendapat demikian menyandarkan pada pendapat Abdullah bin Amru bin Ash.

Namun menurut Imam Suyuti, kebolehan tersebut ada manakala memenuhi persyaratan, yakni hendaknya benar-benar dari Al-Qur’an, dari bahasa Arab yang dipahami maknanya dan hendaknya tidak meyakini bahwa benda tersebut berpengaruh karena zatnya, namun haruslah diyakini bahwa segalanya terjadi karena takdir Allah.

Dan juga tak boleh ada unsur kesyirikan di dalamnya.

Pendapat kedua mengatakan haram. Pendapat ini diambil oleh Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Hudzaifah dan yang lain. Inilah pendapat yang benar-benar menurut jumhur ulama salaf dan khalaf, termasuk syeikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baaz berdasarkan tiga alasan:

Pertama, hal itu masuk dalam keumuman hadits Nabi tentang jimat yang diharamkan.

Kedua, sebagai tindakan saddu dzari’ah (antisipasi dari yang haram). Karena nantinya akan terjadi mukhtalath (kesamaran dan kekaburan) dikalangan awam tentang pembatas antar yang syirik dan yang diperbolekan. Seperti yang kita lihat mereka hanya melihat tulisan Arabnya saja, tanpa mengetahui maknanya dan bahkan tidak tau apakah tulisan tersebut bermakna atau tidak. Terkadang ada juga yang menjadikan jimat tersebut untuk memeragakan permainan sulap dan semacamnya yang hal ini jelas merupakan bentuk pelecehan terhadap Ayat-ayat Allah.

Ketiga, menyandarkan kebolehan pada sahabat Abdullah bin Amru adalah lemah. Karena beliau mengalungkan tulisan Ayat-ayat Al-Qur’an pada papan dileher anaknya yang masih kecil hanya sekedar memudahkan anaknya untuk menghafal A-Qur’an dan bukan bermaksud menjadikannya sebagai jimat.

Hal ini berbeda dengan pengobatan kesurupan atau yang lain dengan cara membacakan Ayat Allah. Yang demikian ini masyru’ (disyare’atkan) sebagaimana ditunjukan dalam hadits dan atsar yang sangat banyak.
Walhasil, keyakinan seseorang kepada khasiat benda tertentu atau amaliah tertentu yang secara ilmiah tak terkait atau Allah tidak menjadikan hal itu sebagai sebab termasuk dalam kategori kesyirikan.

Dan hal itu merupakan bentuk menyandarkan nasib dan bertawakal kepada selain Allah. Bisa berwujud tawakal kepada hari-hari tertentu, rumus fengshui atau jimat yang dikalungkan. Sedangkan Nabi besabda: “Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu maka urusannya akan diserahkan kepada sesuatu tersebut.” (HR An-Nasa’i)

Allah tidak lagi melindungi mereka, tidak akan menjamin keselamatan, rejeki dan keberuntungan di dunia dan akherat. Urusannya diserahkan pada sesuatu tersebut padahal ia tidak dapat mendatangkan manfaat dan tidak pula dapat mencegah dari datangnya bencana. Semoga manfaat tulisan ini dan mudah mudahan kita terlindung dari perbuatan syirik. [yudhistra adi maulana/bekamruqyahcenter/islampos]

HABIS

https://www.islampos.com/jimat-pusaka-jimat-andalan-dukun-2-habis-99575/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: