Perlawanan Setan dan Mengenal Tipu Dayanya (3)

8. KIKIR, lalu saya mengahadapinya dengan ingat kebiasaan apa yang ada pada tangan manusia, dan kekekalan apa yang ada pada sisi Allah. Kemudian saya bertanya pada diri sendiri, ‘Ayat manakah yang bisa saya ambil untuk memperkuat pendapat itu?’ Lalu saya menemukan firman Allah Ta’ala, “Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal,” (QS. An-Nahl, 16: 96).

9. Sombong, lalu saya menghadapinya dengan rendah hati. Kemudian saya bertanya pada diri sendiri, ‘Ayat manakah yang bisa saya ambil untuk memperkuat pendapat itu?’ Lalu saya menemukan firman Allah Ta’ala, “Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa,” (QS. Al-Hujurat, 49: 13).

10. Tamak, lalu saya menghadapinya dengan tidak mengharap kepada sesame manusia dan berharap kepada Allah. Kemudian saya bertanya pada diri sendiri, ‘Ayat manakah yang bisa saya ambil untuk memperkuat pendapat itu?’ Lalu saya menemukan firman Allah Ta’ala, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya,” (QS. Ath-Thalaq, 65: 2-3).

Diceritakan dalam salah satu riwayat bahwasanya iblis, semoga Allah mengutuknya, mendatangi Nabi Musa as. Yang sedang bermunajat kepada Tuhannya, lalu malaikat bertanya kepada iblis, “Apa yang kamu harapkan dari Musa, sewaktu ia sedang bermunajat?” Iblis menjawab, “Aku mengharapkan daripadanya seperti apa yang aku harapkan dari ayahnya Adam, sewaktu ia berada di dalam surga.”

Dikatakan bahwa apabila waktu shalat tiba, maka iblis memerintahkan pasukannya untuk menyebar dan mendatangi orang-orang untuk melalaikan shalat, di mana setan mendatangi orang yang hendak shalat untuk mengulur-ulur waktu shalat. Jika ia tidak mampu untuk menggodanya yang demikian itu, maka ia mengganggu orang itu supaya tidak menyempurnakan rukuk, sujud, bacaan, tasbih, do’a-do’anya. Jika ia tidak mampu untuk menggoda yang demikian itu, maka ia menggoda hatinya untuk selalu mengingat-ingat dunia. Apabila setan tidak berhasil menggoda manusia dalam hal yang demikian itu, maka setan itu diikat dan dibuang ke laut, dan apabila setan itu berhasil, maka dimuliakan dan disanjung-sanjung.

Allah Ta’ala menceritakan tentang tingkah laku iblis itu melalui firman-Nya, “Pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur,” (QS. Al-‘Araf, 7: 16-17).

Pada ayat yang lain, Allah berfirman, “Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga,” (QS. Al-‘Araf, 7: 27).

Pada ayat yang lain, Allah berfirman, “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir),” (QS. Al-Baqarah, 2: 268).

Pada ayat yang lain, Allah berfirman, “Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh,” (QS. Fathir, 35: 6).

BERSAMBUNG

https://www.islampos.com/perlawanan-setan-dan-mengenal-tipu-dayanya-3-115254/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: