Perlawanan Setan dan Mengenal Tipu Dayanya (5)

DICERITAKAN dalam salah satu riwayat bahwa pada masa Bani Isra’il ada seorang ahli ibadah yang bernama Birshish. Ia sangat tekun beribadah, selalu berada di tempat ibadahnya, dan do’anya mustajab, sehingga banyak orang datang ke sana dengan membawa orang-orang yang sakit untuk dimintakan do’a, di mana setelah ia berdo’a, orang yang sakit itu sembuh.

Iblis lalu memanggil setan-setan dan berkata, “Siapakah di antara kamu yang bisa menggoda orang ini, karena ia telah merepotkan kamu sekalian.” Setan yang bernama ‘Ifrit berkata, “Aku yang akan menggodanya, bila aku tidak berhasil, maka janganlah kamu menghormati aku lagi.” Iblis lalu berkata, “Pergilah sekarang juga,” maka setan itu pergi mendatangi salah seorang Bani Isra’il yang mempunyai anak gadis yang sangat cantik.

Waktu itu gadis tersebut sedang duduk-duduk bersama ayah, ibu dan saudara-saudaranya, tiba-tiba ia berubah akalnya seperti orang gila. Setelah beberapa hari tidak sembuh-sembuh, lalu setan dengan menyamar sebagai manusia datang kepada sang raja dan berkata, “Jika kamu ingin menyembuhkan anakmu yang sedang sakit ingatan itu , maka datanglah kepada pendeta Birshish supaya dido’akan dan disembuhkan olehnya.” Kemudian keluarga raja itu mengantarkan putrid itu ke rumah Birshish, dan setelah dido’akan olehnya, maka penyakit itu hilang. Akan tetapi sewaktu sampai di istana, penyakit itu kambuh lagi, lalu setan datang lagi dan berkata, “Jika kamu menginginkan anakmu sembuh benar, maka biarkanlah ia menginap di rumah pendeta itu beberapa hari.” Maka keluarga raja pun mengantarkan ke sana untuk menitipkannya pada Birshish, akan tetapi Birshish menolaknya. Namun setelah sang raja itu memaksanya, maka dengan terpaksa Birshish mau menerimanya.

Pendeta itu selalu berpuasa di siang hari dan shalat sunnah di malam hari. Setan tidak membiarkan untuk menjerumuskan Birshish melalui putri tadi. Suatu saat ketika si pendeta itu sedang duduk untuk makan, setan membukakan aurat putri tadi, lalu pandangan Birshish terpana melihatnya, sehingga hari-hari berikutnya Birshish benar-benar mengakui kecantikan putri itu, dan hatinya pun tergerak untuk berbuat mesum dengannya, maka akhirnya Birshish melakukan perbuatan yang terkutuk itu sampai si putri hamil.

Kemudian setan membisiki hati Birshish, “Kamu sudah menghamilinya, dan kamu pasti tidak akan bisa terlepas dari hukuman sang raja, kecuali jika kamu membunuh dan mengubur putri itu di bawah tempat ibadahmu. Dan jika keluarga raja menanyakan kepadamu, maka katakanlah bahwa putri itu telah mati, tentu mereka akan percaya.” Lalu si pendeta itu menyembelih dan mengubur putri itu seperti bisikkan setan tadi.

Kemudian keluarga raja menyakan keadaan putrinya kepada Birshish dan dijawab bahwa ia telah mati, maka mereka pun percaya dan langsung pulang. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Birshish memberitahukan bahwa putri itu telah sembuh dan pulang sendiri, maka mereka pun percaya dan pulang. Akan tetapi setelah sampai di istana, putri itu tidak ada, maka mereka mencari ke sana ke kemari, lalu setan memberitahukan kepada mereka bahwa putri itu diperkosa oleh Birshish lalu hamil, dan karena ia takut, maka putri itu disembelih lantas dikuburkan di tempat ibadahnya.

Maka sang raja mengajak pasukan datang ke rumah pendeta itu, lalu menggali kubur itu dan ternyata putrinya memang disembelih. Mereka lantas menggantung Birshish, dan disaat itu setan datang kepadanya dan berkata, “Akulah yang mendalangi semua ini, dan aku masih bisa menyelamatkan kamu dengan memberitahukan kepada mereka pasti akan percaya kepadaku, akan tetapi ada satu syarat yang harus kamu penuhi yaitu kamu sujud kepadaku satu kali saja.” Birshish lalu bertanya, “Bagaimana aku bisa sujud kepadamu dalam keadaan seperti ini?” Setan menjawab, “Kamu cukup menganggukkan kepala.” Maka Birshish pun menganggukkan kepala tanda sujud kepada setan, akan tetapi setelah itu setan berkata, “Aku lepas tangan dari apa yang telah kamu lakukan.”

Di dalam al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman, “Seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, ‘Kafirlah kamu!’ Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir, ia berkata, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam. Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang zhalim,” (QS. al-Hasyr: 16-17).

BERSAMBUNG

https://www.islampos.com/perlawanan-setan-dan-mengenal-tipu-dayanya-5-118181/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: