Perlawanan Setan dan Mengenal Tipu Dayanya (6-Habis)

AL Faqih memberitahukan bahwa manusia di dunia ini mempunyai empat musuh yang masing-masing membutuhkan perjuangan untuk mengalahkannya, keempat hal itu adalah:

1. Dunia, di mana ia merupakan bujukan dan tipu daya. Allah Ta’ala berfirman, “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya,” (QS. Ali Imran: 185).

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman, “Maka janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kehidupan dunia, dan janganlah sampai kamu terperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah,” (QS. Luqman: 33).

2. Hawa nafsunya sendiri, dan ini merupakan musuh yang paling jahat.

3. Setan.

4. Setan manusia. Hati-hatilah terhadap setan manusia karena ia lebih berbahaya daripada setan jin, karena setan jin itu menggoda dengan bisikan, sedangkan setan manusia yaitu teman yang jahat, menggoda dengan langsung bertatap muka dan terang-terangan, di mana ia selalu berusaha untuk membujuk kamu.

Syaddad bin Aus ra. meriwayatkan dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda, “Orang yang sempurna akalnya adalah orang yang memperhitungkan nasib dirinya dan beramal untuk kehidupan sesudah mati, sedangkan orang yang lemah (bodoh) adalah orang yang menuruti hawa nafsunya dan berangan-angan untuk mendapatkan ampunan dari Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung.”

Diriwayatkan dari Isa bin Maryam as., bahwasaya beliau berkata, “Bukanlah keajaiban itu (dengan mengetahui) dari orang yang rusak sebagaimana ia rusak, akan tetapi keajaiban itu dari orang yang selamat begaimana ia bisa selamat.”

Sesungguhnya surga itu dikelilingi dengan perbuatan-perbuatan yang tidak disukai, sedangkan neraka itu dikelilingi dengan perbuatan-perbuatan disukai, dan bahwa pada setiap manusia ada setan yang selalu membisik-bisiki untuk melakukan kejahatan dan ada malaikat yang selalu mengajak untuk melakukan kebaikan. Setan selalu berusaha untuk merayu dan membujuk, dan malaikat selalu berusaha untuk melarang perbuatan yang tidak baik, maka tergantung jiwa seseorang untuk menentukan sikapnya. Namun, alangkah lebih baiknya kita menjaga jiwa kita agar selalu berada dalam kebaikan. Dengan meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. [Sumber: Terjemah Tanbihul Ghafilin 2/Karya: Abu Laits As Samarqandi/Penerbit: PT Karya Toha Putra Semarang]

https://www.islampos.com/perlawanan-setan-dan-mengenal-tipu-dayanya-6-habis-121354/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: