Rahasia Kehebatan Dukun (2 – Habis)

Thariqatun najasah (menulis ayat-ayat al-quran dengan najis)

Di dalam cara ini tukang sihir menulis salah satu surat al-qur’an dengan menggunakan darah haid atau benda najis lainnya. Kemudian mengucapkan mantra kemusyrikan hingga datang jin yang diinginkan lalu diperintahkan untuk yang dikehendakinya.

Thariqatut tankis (menulis ayat-ayat al-qur’an dengan sungsang/terbalik)

Di dalam cara ini tukang sihir menulis salah satu surat al-qur’an dengan huruf-huruf terpisah secara sungsang, yakni dari belakang ke depan kemudian mengucapkan jimat-jimat kemusyrikan sampai jin yang diinginkan datang untuk memerintahkan.

Thariqatut tanjin (menyembah bintang)

Cara ini dikenal dengan nama Ar-rashdu (mengintai bintang), karena tukang sihir menunggu-nunggu munculnya bintang tertentu kemudian berbicara kepadanya dengan bacaan-bacaan sihir. Lalu membaca mantera mantera lain yang mengandung kemusyrikan dan kekafiran kepada Allah. Setelah itu melakukan beberapa gerakan-konon gerakan gerakan ini menurut mereka untuk menurunkan spiritualitas ibadah kepada bintang, sekalipun orang yang menujum tidak menyadarinya. Ini merupakan ibadah dan pengagungan kepada selain Allah. Setelah itu setan setan akan memenuhi perintah tukang sihir itu.

Thariqatul kaffi (melihat melalui telapak tangan )

Tukang sihir menghadirkan anak kecil yang belum baligh dengan syarat dalam keadaan tidak berwudhu. Kemudian mengambil telapak tangan kiri anak tersebut lalu menggambar segi empat di atasnya.Dari segi empat ini ditulis mantera-mantera sihir yang mengandung kemusyrikan. Yang tak lama kemudian di anak akan merasakan seolah olah menjadi terang dan melihat beberapa gambar yang bergerak-gerak di telapak tangannya. Lalu tukang sihir itu berkata padanya bahwa sang dukun memerintahkan ini dan itu, kemudian gambar itu bergerak sesuai perintah. Biasanya cara ini digunakan untuk mencari sesuatu yang hilang.

Thariqatul atsar (memanfaatkan benda bekas pakai)

Dalam cara ini dukun meminta dari penderita sebagian benda bekas pakaiannya seperti sapu tangan, sorban, baju atau benda apa saja yang mengandung bau keringat penderita. Kemudian mengikat sapu tangan tersebut dari ujungnya lalu diukur sepanjang empat jari dan sapu tangan itu dipegang kuat kuat seraya dibacakan surat at-takatsuf atau surat pendek lainnya dengan suara keras lalu dilanjutkan dengan mantera mantera kemusyrikan yang dibaca dengan suara lirih (tidak terdengan) kemudian dukun memanggil jin dan berkata ” jika penyakitnya disebabkan oleh jin maka hendaklah kalian memendekkannya(sapu tangan tersebut) jika penyakitnya gangguan mata (dengki); maka hendaklah kalian memanjangkannya, jika penyakitnya berkenaan dengan medis maka hendaklah kalian membiarkannya sebagaimana adanya.

Kemudian saputangan itu diukur lagi, jika didapati telah memanjang hingga lebih dari empat jari, maka tukang sihir itu memberikan bahwa pasien terkena gangguan mata(dengki) jika didapatinay telah menjadi pendek maka tukang sihir itu memberitahukan bahwa pasien diganggu jin dan jika didapatinya sebagaimana semula maka tukang sihir itu memberitahukan bahwa pasien tidak apa apa, hendaknya pergi ke dokter.

Catatan :

Dukun mengelabuhi penderita karena ia membaca surat al-qur’an padahal tidak demikian. Rahasia kemusyrikannya terletak pada mantera yang dibacanya dengan suara pelan tersebut.
Istianah (meminta bantuan) kepada jin, memanggil mereka dan berdoa kepada mereka, kesemuanya ini adalah kemusyrikan pada Allah yang maha agung.
Jin itu banyak berdusta. Anda tidak tahu apakah dalam hal ini jin tersebut jujur atau berdusta. Kami telah menguji perbuatan sebagian dukun, lalu kami dapati kadang-kadang mereka jujur dan kadang-kadang banyak berdusta. Kami sering kedatangan pasien yang oleh tukang sihir dikatakan sebagai terkena gangguan ‘ain, dan setelah kami bacakan al-qur’an kepadanya ternyata ada jin pada jasadnya dan banyak lagi cara-cara lain yang tidak diketahui.

Intinya kesyirikan dan kekafiran menjadi syarat terjalinnya hubungan antara dukun dan setan.

Akan tetapi tidak selalu ikatan ini diawali dengan ritual dan proses pencarian dari dukun. Bisa jadi jin yang melakukan tawaran terlebih dahulu. Bisa lewat mimpi, bisikan, atau bahkan malih rupa dan menampakkan diri. Intinya terhadap orang yang sengaja mencari, maka jin akan pasang tariff, pasang syarat tinggi-tinggi. Tapi bagi orang yang tidak mencari, maka setan akan menawarkan diri untuk membantunya. Tapi ujung ujungnya juga sama, jika tawaran itu direspon, setan akan meminta upah di belakang setelah menjebak orang yang telah ditolongnya agar mau mengabdikan hidupnya kepada setan.

Seperti orang yang diajak berhaji oleh jin, lalu jin tidak mau mengantarkan pulang sebelum orang itu mau menyembah jin. Yang jelas tidak gratis. Tiadalah jin membantu manusia kecuali dia mengambil sesuatu yang lebih mahal dan berharga dari nilai bantuannya kepada manusia. [akhir zaman]

https://www.islampos.com/rahasia-kehebatan-dukun-2-habis-86688/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: