Lima Babak Umat Islam Di Dunia (1) Periode An-Nubuwwah & Periode Khilafatun ‘Ala Minhaj An Nubuwwah

“Periode an-Nubuwwah (kenabian) akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah SWT mengangkatnya, setelah itu datang periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah SWT ta’aala mengangkatnya, kemudian datang periode mulkan aadhdhon (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa, selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak/masa keburukan) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah SWT ta’aala, setelah itu akan terulang kembali periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam,” (HR Ahmad 17680).

islampos.com—HADIST di atas, tidak pelak lagi, telah menjadi sebuah sinyal jelas dari Rasulullah saw, bagaimana periodesasi umat Islam berjalan di atas muka bumi, sejak sekitar 1500 tahun yang lalu. Jika ditelaah lebih saksama lagi, maka kita akan dibawa menelusuri bagaimana kekuasaan berjalan; Islam, rezim thoghut, Islam, dan thoghut, kemudian terjadilah kiamat.

A. Periode an-Nubuwwah

Periode an-Nubuwwah (kenabian) telah berlangsung pada masa baginda Nabi saw. Periode kenabian adalah masa dimana ummat Islam langsung dipimpin oleh Nabiyyullah Muhammad saw secara langsung.

Babak ini berlangsung singkat yaitu 23 tahun (13 tahun sebelum hijrah hingga 10 Hijriah), tidak sampai seperempat abad lamanya, masa yang singkat namun diberkahi Allah.

Ketika Nabi saw baru diutus pada usia 40 tahun jazirah Arab sedang tenggelam di dalam nilai-nilai zhulumat al-jaahiliyyah (kegelapan nilai-nilai jahiliah).

Sementara tatkala Nabi saw wafat pada usia 63 tahun telah terjadi transformasi sosial secara total sehingga jazirah Arab menjadi bersinar dibawah naungan Nurul Islam (Cahaya Ajaran Allah Ta’ala Al-Islam).

Secara umum ciri-ciri zaman ummah pertama ini dapat diketahui sebagai berikut :
-Ibadah mereka sangat banyak. Shalat, puasa, zikri dan wirid susah ditandingi banyak dan khusyuknya.
-Ukhuwah dan kasih sayang sangat padu, setiap orang mencintai saudaranya seperti mencintai saudara sendiri.
-Jihad dan mati syahid menjadi idaman dan cita-cita. Mereka akan sangat merasa dukacita jika tidak diizinkan untuk pergi ke medan jihad.
-Akhlak menjadi perhiasan diri, mereka mampu berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada mereka.
-Masyarakat dan negara Islam dapat dibangun sehingga layak digelar sebagai negara yang aman makmur dan mendapat keampunan Allah.
– Kekuatan ruhiyah mencapai zaman puncaknya.
-Islam berhasil menaklukkan dua imperium besar dunia yang sedang berkuasa saat itu (kerajaan Romawi dan Persia) untuk kemudian memayungi ¾ dunia.

B. Periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah

Periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan atas tuntunan kenabian) adalah di era khulafaur Rasyidin. adalah masa dimana setelah wafatnya Nabi Muhammad saw ummat dipimpin oleh para sahabat mulia yang dijuluki Khulafa’ Rasyidun (para khalifah yang jujur, adil dan istiqomah mengikuti Allah dan RasulNya).

Masa ini ditandai kepemimpinan sahabat-sahabat utama, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin al-Khattab, Utsman bin ‘Affan dan Ali bin Abi Tholib radhiyAllahu ‘anhum ajmaa’iin.

Babak ini juga berlangsung singkat yaitu 30 tahun (tahun 10 H hingga 40 H), seperempat abad lebih sebagaimana prediksi Nabi Muhammad saw:

“Era khilafah di dalam ummatku berlangsung tigapuluh tahun, kemudian sesudah itu muncullah era kerajaan demi kerajaan,” (HR At-Tirmidzi 2152). [islampos/berbagai sumber]

BERSAMBUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: