Strategi Dajjal Menguasai Dunia (1)

Oleh:

Zulfahmi, MA, Alumnus University of Malaya

DAJJAL merupakan manusia penipu yang sengaja diprogram oleh Allah untuk menipu manusia khususnya kaum Yahudi. Dajjal menipu manusia dalam segala bidang baik akidah, akhlak hingga kepada uang. Dalam ajaran Islam uang yang disyariatkan adalah uang yang berasal dari emas dan perak, bahkan uang tersebut sudah dipakai sejak nabi-nabi terdahulu.

Emas disebut dengan dinar sedangkan perak disebut dengan dirham, uang dalam Islam uang secara intrinsik mempunyai nilai integritas atau nilai tukar yang langsung terletak pada uang tersebut, sama seperti barter yang dilakukan pada zaman-zaman terdahulu. Artinya kedua-dua barang yang ditukar sama-sama mempunyai nilai jual masing-masing.

Setelah masa kegelapan terjadi di dunia Islam dengan runtuhnya khilafah Turki Usmaniyyah, dan masa kejayaan mulai nampak di Eropa, pada awalnya penggunaan uang masih juga menggunakan dinar dan dirham, kemudian pada masa Inggris menjadi pengusa dunia, disebabkan adanya kesulitan dalam menjalankan perekonomian dengan menggunakan logam, maka pemerintahan Inggris membuatlah satu sistem dengan membuat kertas sebagai cek, untuk penyimpanan uang logam. Sehingga seiring berjalan waktu cek itu berubah menjadi uang kertas. Sehingga pada masa itu mata uang Poundsterling memiliki dua macam bentuk iaitu mata wang kertas dan mata wang logam.

Pada awalnya uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai perantara untuk melakukan transaksi. Sehingga uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di bank dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Maka pada dasarnya uang kertas itu di ibaratkan sebagai cek.

Setelah perang dunia pertama Amerika menjadi negara penguasa dunia sehingga sistem keuangan dunia dipegang oleh Amerika. Mulailah Dajjal menyusun rencana untuk memperbudak manusia dengan uang. Tepatnya setelah setelah Perang dunia kedua, AS menggagas perjanjian untuk menjalankan sebuah sistem bersama yang kemudian dikenal sebagai perjanjian Bretton Woods pada tahun 1944 M yang dihadiri 730 orang wakil dari 44 negara. Disepakati bahwa US Dollar berperan sentral dalam sistem moneter dunia. Dollar Amerika bisa dijadikan sebagai cadangan devisa. Sehingga dalam sistem ini menetapkan bahwa untuk setiap pencetakan uang 35 dolar di back up dengan satu ons emas sebagai cadangan yang harus disimpan di bank. Sehingga uang kertas tetap masih mempunyai nilai karena masih bisa dianggap sebagai cek.

Hal yang perlu di ingat bahwa sistem keuangan dalam perjanjian Bretton Woods tidak dijalankan oleh pemerintahan Amerika tetapi semua dijalankan oleh pihak swata, Satu-satunya lembaga yang berhak mencetak dollar adalah bank yang bernama The Fed (Federal Reserve Bank). Ironisnya, ternyata bank ini bukan milik pemerintah AS. Bank itu murni bank swasta, seorang konglomerat Yahudi-Zionis, bernama Rothschild. Dialah yang memiliki impian terbentuknya Israel raya yang tujuan akhirnya adalah menunggu kedatangan sang penyelamat kaum Yahudi yaitu al-Masih Dajjal.

Awalnya Amerika mempunyai bank pemerintah yang mencetak uang sebagai sertifikat emas dan perak. Secara bertahap, uang kertas diperkenalkan kepada masyarakat dan menjadi alat tukar pengganti koin emas dan perak. Lalu, pada tahun 1913 M, Rothschild membentuk The Fed. The Fed memiliki cadangan emas yang sangat banyak, sehingga mampu meminjamkan uang yang sangat besar kepada pemerintah AS. Kandidat-kandidat presiden AS dibiayai kampanye mereka oleh The Fed, dan setelah berkuasa, para presiden itu mengeluarkan keputusan berupa UU yang menguntungkan The Fed. Dimulai dari Presiden Woodrow Wilson, pada tahun 1914 M menandatangani keputusan memberikan hak cetak mata uang AS kepada The Fed. Pemerintah mendapatkan uang kertas produksi The Fed dalam bentuk hutang yang harus dibayar kembalikan berserta bunganya. Rakyat AS dipaksa membayar pajak untuk membayar bunga tersebut.

Inilah awal mula strategi Dajjal menguasai dunia dengan menguasai uang, sehingga dalam protokol zionis dikatakan bahwa siapa pun yang menguasai ekonomi berarti ia mengusai dunia.

“Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus mengapa dengan kebebasan itu. Inilah tugas Konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang. ” (butir 3).

BERSAMBUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: