The Second Ice Age dan Petunjuk Zaman di Bumi Arab (4-Habis)

Oleh: Amri Hatta, Lc.

BERANJAK dari semua pembahasan benua Atlantik Utara, fenomena The Great Ocean Conveyor Belt, dan pemanasan global. Maka apakah yang akan terjadi jika arus gelombang yang sangat besar ini terhenti? Dan konsekuensi apa yang akan ditanggung oleh cuaca tanah Arab jika proses transfer kadar panas air Laut dalam jumlah sangat besar terhenti ?

Analogi yang paling dekat untuk mengambarkan hal ini yaitu jika salah satu di antara kita duduk dalam ruang kantor yang dingin berAC, kemudian AC ini berhenti. Apa yang akan terjadi setelah itu disebut dengan retensi atau kongesti temperatur.

Maka arus gelombang yang membawa kadar panas Laut yang sangat besar, jika terhenti maka terhenti pula proses transfer suhu panas atau hangat laut Utara. Dan hal itu akan menjadikan suhu panas tertahan di samudera pada dua area yang sangat penting bagi tanah Arab, area pertama adalah Samudera Atlantik di wilayah yang berdekatan dengan pantai Afrika Barat dan wilayah kedua adalah Samudera Hindia selatan Semenanjung Arab.

Dengan terhentinya arus gelombang ini, proses transfer kadar dingin air laut yang melewati pantai Amerika Selatan juga akan terhenti dan tertahan hingga terjadinya kongesti temperatur. Terkadang hal yang serupa terjadi di Samudera Pasifik, tatapi hal ini tidak penting untuk dibahas disini.

Secara rasionalnya yang menjadi pertanyaan penting sekarang, apa yang akan terjadi jika kongesti temperatur lautan berlangsung di semua wilayah tersebut ? Jawaban logisnya, tentu saja akan terjadi peningkatkan penguapan sehingga udara menjadi jenuh dengan uap air, dan proses penguapan ini merupakan tahap pertama dari pembentukan hujan.

Maka kesimpulan klimatologinya adalah wilayah Atlantik Utara akan menjadi daerah paling dingin di permukaan bumi dan tumpukan es salju perlahan-lahan akan menyebar menuju Selatan menutupi bagian utara Eropa, dan bagian timur Kanada dan Amerika Serikat.

Sementara wilayah tengah (mencakup wilayah laut Maroko dan Mauritania bagian Barat dan selatan, hingga ke garis Khatulistiwa, dan juga di Samudera Hindia selatan Semenanjung Arab) akan dilanda penguapan besar-besaran hingga udara jenuh dengan uap air.

Gejala-gejala prediksi ilmiah ini sudah bisa disaksikan dalam dekade terakhir ini, apakah film fiksi ilmiah buatan Hollywood tadi merupakan sindiran sosial untuk masyarakat di wilayah yang dimaksud ? Jika benar fenomena alam ini menjadi ancaman bagi mereka, bagaimana tidakan para diplomat-diplomat negara kedepan, apakah ikut-ikutan melantunkan slogan film ini “Where will you be ?”

Sebelum menghadirkan berbagai spekulasi dan Inisiatif para diplomat, politikus, hingga kementerian pertahan negara. Ada baiknya sejenak menyegarkan hati dan pikiran, dengan merenungkan Kebesaran Allah Saw lewat untaian sabda Rasullah Saw., menghayati sisi kebenaran Nubuwatnya melaui kesimpulan ilmiah para Ilmuwan dan fakta-fakta histori, pada bagian tulisan selanjutnya. Wallahu A’lam Bish Shawwaab. []

islampos.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: