Perang Narasi, Sebuah Elemen 4GW (4/4): Deradikalisasi dan Disengagement

Ringksasan sebelumnya: Para jihadis memiliki narasi sendiri yang terus dipertahankan. Di sisi lain, Barat berusaha untuk mematahkan narasi mereka. Kontranarasi yang digunakan Barat diantaranya adalah mendelegitimasi aksi para jihadis. Kemudian, upaya selanjutnya adalah dengan program deradikalisasi dan disengagement. Apa makna keduanya, serta bagaimana prosesnya? Silahkan simak artikel selanjutnya.

Implementasi Deradikalisasi di Beberapa Negara

Sebagai upaya untuk melawan narasi dan menantang ideologi Jihadis yang dianggap sebagai sumber radikalisme, AS dan sekutunya menjalaninya dengan melakukan program deradikalisasi. Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk mendiskreditkan ideologi ekstrim yang dimiliki oleh para Jihadis tersebut dan membuat mereka meninggalkan ideologi tersebut.[1]

Tujuan dari program tersebut secara lebih lengkap dirangkum oleh Bjorgo dan Horgan sebagai berikut:

Mengurangi jumlah teroris yang aktif
Mengurangi kekerasan
Melakukan reorientasi ideologi dan perilaku partisipan
Mengembalikan mantan anggota kelompok teroris ke dalam kehidupan yang normal
Memperoleh data intelijen, bukti-bukti, dan kesaksian dalam kasus di pengadilan
Menggunakan mantan teroris yang tobat sebagai pembangun opini
Menaburkan percekcokan di lingkungan teroris. Menyediakan jalan keluar dari terorisme dan kehidupan ‘bawah tanah’ Mengurangi ketergantungan pada cara-cara yang represif, dan lebih menggunakan cara-cara yang lebih manusiawi dalam melawan terorisme
Mengurangi biaya ekonomi dan biaya sosial yang diakibatkan oleh pemeliharaan teroris di penjara dalam waktu lama
Meningkatkan legitimasi pemerintah atau badan pemerintah.[2]

Duvall memetakan usaha deradikalisasi tersebut menjadi empat langkah: individual disengagement, collective disengagement, individual deradicalization, dan collective deradicalization.

Individual disengagament dilakukan untuk mengubah perilaku kekerasan dari seorang teroris, sedangkan collective disengagement bertujuan untuk menghentikan perilaku kekerasan dari satu kelompok secara keseluruhan. Mekanisme individual deradicalization bertujuan untuk mengubah keyakinan radikal dari satu individu, sedangkan collective deradicalization berusaha untuk mengubah keyakinan radikal satu kelompok.[3]

1. Individual Disengagement

Penangkapan atau Pembunuhan

Dengan melakukan penangkapan atau pembunuhan, pemerintah mampu secara fisik menyingkirkan para militan dan mencegah mereka dari melakukan serangan. Program ini juga diharapkan mampu mengeliminasi orang-orang berpengalaman dari organisasi tersebut dan mengurangi efisiensi jalannya organisasi.

Memberikan peluang kerja

Program ini dilakukan dengan memfasilitasi pencarian pekerjaan bagi mantan tahanan atau memberikan uang pensiun kepada mereka yang sudah tua. Kembali bekerja atau diberi sesuatu untuk dimakan dan dirancang untuk menghentikan rasa dizalimi oleh negara. Secara logika, mereka yang bekerja dan memperoleh pendapatan yang cukup, akan mengurangi kemungkinan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kekerasan.

Pelatihan kerja

Program ini dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi para tahanan untuk mendapatkan pelatihan kerja, termasuk menyelesaikan pendidikan dasar. Maksud dari program ini adalah memberikan skill yang dibutuhkan bagi para tahanan tersebut untuk mendapatkan pekerjaan, baik pekerjaan yang diberikan oleh pemerintah maupun pekerjaan yang mereka dapatkan sendiri.

Perlindungan dari balas dendam kelompok

Kekhawatiran atas keamanan diri dan keluarga adalah salah satu penghalang keluarnya seseorang dari satu kelompok. Program ini dilakukan dengan memberikan perlindungan keamanan kepada mereka yang bersedia menyerahkan diri. Program ini pernah dilakukan oleh pemerintah Aljazair kepada anggota GSPC.

Isolasi di tahanan

Tahanan yang dirasa mampu mempengaruhi tahanan lain diisolasi. Ini adalah teknik yang efektivitasnya bervariasi, yang bertujuan untuk melawan fenomena radikalisasi yang sering terjadi di penjara. Dengan cara ini, diharapkan mampu mencegah rekrutmen berikutnya. Program ini juga pernah dijalankan di Aljazair.

Pelepasan tahanan

Pelepasan tahanan ini biasanya disertai kontrak dengan pemerintah. Mereka dilepaskan dari tahanan, disertai dengan insentif—biasanya berupa pekerjaan, rumah, beasiswa pendidikan, dan bahkan mobil—namun mereka harus sepakat untuk tidak lagi melakukan kekerasan. Jika para mantan tahanan tersebut melanggar kontrak dan kembali melakukan kekerasan, pemerintah akan menangkap atau membunuh mereka. Pelepasan tahanan ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan kebaikan pemerintah.

Jaringan sosial

Setelah tahanan sudah bebas, mereka disarankan untuk terus menjalin kontak dengan ulama dan konselor yang pernah bekerja dengan mereka selama dalam masa tahanan. Program ini dimaksudkan agar mereka tetap berada dalam lingkungan yang positif dan memudahkan pemerintah untuk terus melakukan pengawasan.

Pempublikasian nama

Usaha pempublikasian nama dari para militan yang menjadi buronan, pada tingkat tertentu bisa memicu terjadinya disengagement. Publikasi juga akan membuat mereka susah untuk melakukan operasi.

Penyingkiran pemimpin komunitas

Sebagai bagian dari strategi untuk menghentikan penyebaran ideologi radikal, Arab Saudi pernah melakukan pemecatan terhadap ribuan ulama yang mendakwahkan Islam yang tidak sesuai dengan Islam versi pemerintah. Mereka juga menyingkirkan para pengajar yang menyerukan kekerasan. Dan untuk mereka yang masih berada di posisinya, dalam arti tidak diberhentikan, pemerintah Arab Saudi melakukan monitoring secara elektronik. Kebijakan ini diambil sebagai usaha untuk mencegah para ulama dari mempromosikan jihad.

2. Collective Disengagement

Negosiasi

Usaha ini masuk dalam collective diseangagement karena kontak dan pembicaraan dilakukan dengan para pemimpin organisasi dan berujung pada disangegement kolektif dari beberapa anggota dari organisasi tersebut.

Penargetan pemimpin

Efektivitas penargetan pemimpin masih menjadi perdebatan dalam studi keamanan. Dalam beberapa kasus, sebuah organisasi akan lebih rentan terhadap usaha pemerintah berikutnya saat para pemimpin mereka berhasil disingkirkan. Namun dalam kasus lain, organisasi tersebut justru lebih kuat dengan motivasi baru atau karena restrukturisasi yang mereka lakukan.
Salah satu pemimpin AQAP yang jadi korban drone AS

Salah satu pemimpin AQAP yang jadi korban drone AS

Di Aljazair, penargetan terhadap pemimpin GSPC dan AQIM membantu mengurangi kegiatan kekerasan mampu membuat kelompok tersebut dalam situasi reorganisasi secara konstan. Di Arab Saudi, dalam upayanya untuk melawan AQAP, pemerintah berusaha mengeliminasi figur-figur yang mempunyai otoritas keagamaan yang kredibel. Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengacaukan kemampuan organisasi tersebut untuk membuat rencana dan melakukan operasi.

Represi negara

Represi negara dimaksudkan bukan sekadar untuk menghentikan aksi kekerasan seseorang, namun lebih untuk mengacaukan kekuatan sebuah kelompok dan akhirnya menghentikan aksi-aksi kekerasan yang ingin mereka lakukan. Usaha ini dilakukan antara lain dengan pembunuhan pimpinan, penggerebakan tempat perlindungan, serta penangkapan.

Manipulasi lingkungan

Intelijen pemerintah melakukannya dengan cara melakukan infiltrasi kepada setiap kelompok yang berusaha untuk menegakkan syariat Islam. Intelijen Aljazair berhasil memfasilitasi disengagement kelompok AIS (Islamic Salvation Army) dan yang lainnya dengan membuat semua kelompok yang mempunyai tujuan bersama—yaitu menegakkan syariat Islam—terpolarisasi satu sama lain. Hal ini dilakukan melalui infilitrasi rahasia.

Dengan melakukan infiltrasi ke berbagai kelompok, pemerintah berhasil membuat kelompok-kelompok tersebut lebih sibuk untuk bertempur satu sama lain dibanding bekerjasama melawan pemerintah. Sejauh mana pemerintah Aljazair melakukan infiltrasi dan detail aksi mereka masih belum dipublikasikan dalam sumber-sumber akademik.

Manipulasi lingkungan juga dilakukan dalam bentuk lain. Pemerintah Arab Saudi berusaha mengurangi pengangguran melalui pendidikan dan reformasi tenaga kerja. Dalam hal pendidikan, Arab Saudi mengalokasikan anggaran lebih untuk melatih warganya dengan skill-skill teknis yang diperlukan untuk bekerja di berbagai industri di negara tersebut.

Dalam hal ketenagakerjaan, Arab Saudi berusaha untuk meningkatkan lapangan kerja yang tersedia bagi warga negara Arab Saudi melalui berbagai regulasi pada sektor-sektor swasta.

Salah satu contoh dari pemanfaatan jaringan sosial untuk melancarkan upaya ini pernah dilakukan di Aljazair. Kementerian agama Aljazair menggunakan Radio Qur’an untuk berbicara langsung dengan para pejuang di pegunungan. Mantan pejuang juga dimanfaatkan untuk meyakinkan para pejuang aktif agar meletakkan senjata dan menghentikan pertempuran.

Mekanisme ini masuk dalam kategori disengagement karena para mantan pejuang tersebut tidak meninggalkan keyakinan akan penggunaan kekerasan. Mereka hanya meninggalkan aksi kekerasan tersebut.

Penyerahan diri dan pengakuan kesalahan

Pemerintah Arab Saudi mampu mempengaruhi penyerahan diri para militan, baik dari kalangan pendukung, pemimpin lokal, operator lapangan, hingga istri dari para anggota senior. Komponen utama dari mekanisme ini adalah pempublikasian penyerahan diri dan pengakuan kesalahan tersebut.

Usaha ini dimaksudkan untuk mendorong agar lebih banyak anggota lainnya yang melakukan pelepasan diri dari melakukan kekerasan melawan pemerintah.

3. Individual Deradicalization

Menyingkirkan para pemimpin komunitas

Mekanisme ini dilakukan dengan cara melakukan edukasi kepada para imam yang diduga memberikan ceramah yang dipandang tidak tepat dan menjurus kepada radikalisasi. Dengan reedukasi terhadap para imam tersebut, pemerintah berupaya untuk mengatur sistem kepercayaan mereka dan mencegah penyebaran retorika-retorika radikal.

Pernikahan

Program ini dilakukan untuk mengintergrasikan kembali para ekstrimis ke masyarakat, mengubah perilaku dan keyakinan mereka. Promosi pernikahan dilakukan saat seseorang yang telah ditahan sedang menjalani proses re-edukasi. Program konseling memberikan layanan bagi tahanan yang belum menikah dengan mencarikan pasangan atau memberikan bantuan keuangan untuk menikah dan membeli apartemen.

Pembangunan keluarga

Keluarga digunakan sebagai jangkar untuk memudahkan upaya penarikan tahanan dari kepercayaan dan perilaku dia sebelumnya. Keluarga tahanan juga mendapatkan konseling dalam rangka meningkatkan proses re-integrasi tahanan tersebut untuk kembali ke keluarga. Maksud dari program ini adalah untuk membuat nilai-nilai kekeluargaan lebih besar dibanding keyakinan akan kekerasan.

Tanggung jawab keluarga/suku/ komunitas

Dalam kasus di Arab Saudi, pemerintah menyerahkan tanggung jawab atas tahanan tersebut kepada keluarga. Jika tahanan melarikan diri saat menghadiri acara keluarga, maka keluarga yang menjamin harus menggantikan posisinya di penjara. Jika tahanan kembali melakukan serangan, maka seluruh insentif yang sudah pernah diberikan akan diambil kembali oleh pemerintah. Dengan penguatan norma dan nilai-nilai keluarga, diharapkan tahanan tidak lagi memiliki keinginan untuk melarikan diri atau melakukan kembali serangan yang dampaknya bisa membahayakan keluarganya sendiri.

Re-edukasi

Program ini cukup populer di Arab Saudi dan Yaman dalam 10 tahun terakhir. Re-edukasi adalah bentuk paling murni dari deradikalisasi. Program ini dilakukan dengan mengontrol khutbah Jumat, menyiarkan ceramah-ceramah yang sifatnya mengarah pada deradikalisasi, baik melalui radio maupun televisi.\

4. Collective Deradicalization

Interaksi sosial dengan kelompok moderat

Usaha ini pernah dilakukan oleh pemerintah Aljazair dengan memfasilitasi interaksi antara kelompok Islam militan dengan ulama moderat dari Mesir dan Arab Saudi. Dalam kasus AIS, ulama-ulama tersebut mampu membantu melunakkan mereka yang berujung pada deradikalisasi.

Mempengaruhi pemimpin kharismatik

Upaya ini dilakukan dengan dua cara:

a. Pemerintah mendapatkan dukungan dari ulama-ulama yang tidak sepakat dengan aksi Kekerasan dianggap ilegal, karenanya siapapun yang mendukung kekerasan juga dianggap tidak sah.

b. Membuat website resmi dari Ulama Website tersebut dimaksudkan sebagai tempat bertanya bagi publik terhadap ulama-ulama senior dan juga tempat mereka mengeluarkan fatwa resmi.

Learning a trade … men study electronics at the Swat valley centre

Dengan pembuatan website tersebut, Arab Saudi telah memarjinalkan seluruh ulama yang tidak punya otoritas atau dipandang tidak punya kualifikasi untuk mengeluarkan fatwa. Apa yang ada di website tersebut dianggap sebagai interpretasi Islam yang benar.

Mendelegitimasi kelompok

Arab Saudi menggunakan media untuk menggambarkan AQAP dengan cara yang negatif, baik dengan menyorot korban Muslim maupun serangan mereka terhadap aparat keamanan dan warga Arab Saudi.

Melibatkan dalam dunia politik

Program ini dilakukan dengan memberikan posisi kepada para militan ke dalam pemerintahan jika mereka mau meninggalkan kekerasan. Harapannya, seseorang tidak akan melakukan kekerasan melawan pemerintah jika mereka sendiri adalah bagian dari pemerintah.

Moderasi Agama

Pemerintah Aljazair pernah melakukannya dengan cara membuat kebijakan yang menyarankan dan mendukung sufisme sebagai alternatif moderat dari pemikiran radikal Salafi dan pemikiran konservatif Wahabi.

Penutup

Perang melawan teror kini hampir memasuki tahun keempat belas. Dinamika perang terus berubah, kancah perang pun bertambah. Usaha penghancuran kamp militer dan pembunuhan para pemimpin jihad tak jua melunturkan perlawanan mereka atas hegemoni AS. Justru, busur perlawanan makin bertambah dan menyebar, dari yang awalnya hanya di gunung-gunung Afghanistan kini telah menyebar dari Filipina hingga belahan Barat benua Afrika.

Ini bukanlah konflik yang bisa dimenangkan hanya dengan senjata. Lebih daripada itu, ini adalah perang ide. Narasi dan kontranarasi terus bersahutan. Komitmen untuk terus berpegang pada ide dan menyampaikannya pun menjadi tantangan bagi kedua belah pihak yang saat ini terlibat dalam sebuah “perang tanpa akhir”.[4]

Di saat Al Qaidah dipandang sangat ahli dalam menggunakan narasi untuk mempromosikan alasan mereka, AS dianggap gagal. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan AS hanya memperburuk situasi. Para analis Barat pun menyimpulkan bahwa hanya jika mereka mampu “menghancurkan mitos yang dipropagandakan oleh teroris dan simpatisannya, ia akan mampu untuk membelokkan angin dari layar yang selamaini membuat perahu terorisme terus berjalan.”[5]

Narasi menjadi bahan bakar yang selama ini membuat perahu perlawanan terus berjalan. Karena itulah, kontranarasi kini diharapkan bisa menjadi penghalang. Delegitimasi pembawa pesan, pemberian alternatif definisi dari isi pesan, hingga pembunuhan para ideolog pun dilakukan.

Namun, sebagaimana penemuan yang dihasilkan dari penelitian Richard Nielsen, ide-ide Jihadis secara umum tidak bisa dibunuh dengan membunuh pemiliknya. Program drone mungkin efektif untuk membatasi aktivitas dan komunikasi Jihadis, namun pembunuhan atas para ideolog tidak menurunkan ketertarikan pada ide-ide mereka.[6]

Diambil dari Lapsus Syamina Edisi XVII/ Januari-Februari 2015

Footnote:

[1] http://www.rand.org/news/press/2010/11/29.html

[2] John Horgan dan Kurt Braddock, Evaluating the Effectiveness of De-Radicalisation Programs: Towards a Scientific Approach to Terrorism Risk Reduction, dalam Sarah Canna (Ed.), Countering violent extremism: Scientific methods & strategies. Washington: NSI, 2011, hal. 1-2

[3] Justin A. Duvall et.al, An Analysis of Modern State-Level Terrorist Deradicalization Campaigns, Naval Post Graduate School, Desember 2012, hal. 12

[4] http://www.theguardian.com/commentisfree/2013/may/17/endless-war-on-terror-obama

[5] De Graaf, “Unrehearsed,” 9-10.

[6] Richard A. Nielsen, Can Ideas be “Killed?”: Evidence from Counterterror Targeting of Jihadi Ideologues, 15 Januari 2015. (http://www.mit.edu/~rnielsen/decap.pdf)

http://www.kiblat.net/2015/03/09/perang-narasi-sebuah-elemen-4gw-34-deradikalisasi-dan-disengagement/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: