50 Tokoh Islam Liberal di Indonesia

Pada akhir zaman akan muncul sekelompok orang yang berusia muda dan jelek budi pekertinya. Mereka berkata-kata dengan menggunakan firman Allah, padahal mereka telah keluar dari Islam seperti melesatnya anak panah dari busurnya. Iman mereka tidak melewati tenggorokannya. Di mana pun kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah mereka. Karena sesungguhnya orang yang membunuh mereka akan mendapatkan pahala di Hari Kiamat. (HR. Bukhari)

Pada tulisan kali ini penulis ingin menyampaikann kepada sobat semua tentang bahayanya Islam Liberal dan mengungkapkan siapa-siapa saja tokoh Islam Liberal di Indonesia, yang penulis kutip dari buku “50 Tokoh Islam Liberal Indonesia”.

para penyesat-penyesat ummat ini berkeliaran bertugas di IAIN / UIN, di pejabata-pejabat pemerintahan, penulis-penulis, menjadi ‘amilin-amilin’ Jaringan Islam Liberal (JIL) dan berbagai institusi yang dapat dimanfaatkan untuk agenda pendoktrinan mereka. Kejahatan dan kesesatan mereka ditahap yang membimbangkan.

Ada diantara mereka yang memperjuangkan kesama rataan antara lelaki dan perempuan dalam semua aspek (kesetaraan gender), mendukung pernikahan sesama jenis, mendoktrin faham semua agama adalah sama dan kembali ke surga, siapapun berhak menafsir Al-Qur’an, solat dan berjilbab tidak wajib dan berbagai macam lagi kegelapan mereka dalam memahami Islam hasil berguru dari golongan kaffir dan para orientalis.

Berikut adalah 50 para tokoh Islam Liberal di Indonesia:

a) PARA PELOPOR

1) Abdul Mukti Ali (1923-2004)

Guru Besar Perbandingan Agama IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Dekan Fakultas Usuluddin IAIN Yogyakarta.
Guru Besar IAIN Yogyakarta.

2) Nurcholis Madjid

IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ( 1965)
Pensyarah Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah (1985-2005)

3) Djohan Effendi

IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1970)

4) Prof.Dr Harun Nasution

Penulis buku-buku teks utama IAIN Indonesia.

5) Abdurrahman Wahid (Gusdur) – Pres.Indonesia (1999-2001).

Pesantren Tambak Beras, Jombang.
Universiti Al-Azhar, Mesir (1964-1966)
Universiti Baghdad (1966-1970)
Ketua Umum Nahdhatul Ulama’ – NU (1984-1999)

6) Ahmad Wahib

Fakultas Ilmu Pasti dan Alam Universitas Gadjah Mada (UGM)

7) M.Dawam Rahardjo

Fakultas Ekonomi UGM (1969)

8) Munawir Sjadzali

Universiti of Exeter, Inggeris.
Georgetown Universiti Amerika.

b) PARA SENIOR

1) Abdul Munir Mulkhan

Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel (cawangan) Jember dan Sunan Kalijaga.

2) Azyumardi Azra

Fakultas Tarbiyyah IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1982)
Pensyarah Pasca Sarjana Fakultas Adab dan Fakultas Tarbiyyah IAIN Jakarta (1992-sekarang)
Guru Besar Sejarah Fakultas Adab IAIN Jakarta.
Pembantu Rektor (1) IAIN Jakarta (1998)
Rektor IAIN (UIN) Jakarta (1998-2005)

3) Prof.Dr. Komaruddin Hidayat

Sarjana Fakultas Usuluddin IAIN Jakarta (1981)
Guru Besar Filsafat Agama IAIN Jakarta (2001-sekarang)
Director Pasca Sarjana UIN Jakarta (2005-sekarang)
Rektor UIN Jakarta (2006-2010)

4) Nasaruddin Umar

Sarjana IAIN Alauddin, Makasar.
Dr. IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Pensyarah Fakultas Usuluddin Pasca Sarjana IAIN Jakarta.
Pembantu Rektor 3 IAIN Jakarta.

5) Zainun Kamal

Pembantu Dekan 1 Faklutas Usuluddin UIN Jakarta.
Pensyarah tetap Faklutas Usuluddin, UIN Jakarta.
Pensyarah Pasca Sarjana UIN, Jakarta.

6) Kautsar Azhari Noer

Guru Besar IAIN (UIN) Jakarta.

7) Alwi Abdurrahman Shihab

IAIN Alauddin, Ujung Padang (1986)

8) M.Amin Abdullah

Sarjana Fakultas Usuluddin –Perbandingan Agama IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1982).

9) Masdar Farid Mas’udi

Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1979).

10) Said Aqiel Siradi

Pensyarah Pasca Sarjana UIN Jakarta.

11) Ahmad Syafi’I Ma’arif

Ohio University, Amerika (1980)
Pemikiran Islam, Universiti Chicago, Amerika (1983)

12) Goenawan Mohammad

Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

13) Jalaluddin Rahmat

Fakultas Publisistik Universiti Pejajaran (1976)

14) M.Syafi’I Anwar

Colombia Universiti, Amerika (2004)

15) Moeslim Abdurrahman

S2 (Master) dan S3 (Phd) Universiti Urbana, Amerika.

c) PARA PENERUS PERJUANGAN

1) Abd A’la

Faklutas Adab IAIN Sunan Ampel, Surabaya (1987).
Program Magister Pasca Sarjana UIN Jakarta (1996).
Dr. UIN Jakarta (1999).

2) Abdul Moqsith Ghazali

S2 (Master) UIN Jakarta.
S3 (Phd) UIN Jakarta (sekarang).
Pensyarah UIN Jakarta.

3) Ahmad Sahal

Fakultas Syariah IAIN Yogyakarta.
Faklutas Usuluddin UIN Jakarta.

4) Bahtiar Effendy

Sarjana IAIN Jakarta (1986).
Pensyarah Pasca Sarjana UIN Jakarta (1995-sekarang).
Ketua Dewan Akademi Program Pasca Sarjana UIN Jakarta (1999-sekarang).

5) Fathimah Usman

Sarjana IAIN Wali Songo, Semarang.
Pusat Studi Gender IAIN Wali Songo.
Pensyarah Faklutas Usuluddin IAIN Wali Songo.

6) M.Jadul Maula

IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

7) Muhammad Ali

Pensyarah Faklutas Usuluddin UIN Jakarta.

8) Nong Darul Mahmada

( petugas JIL – banyak suarakan isu gender)
Faklutas Usuluddin IAIN Jakarta (1998)

9) Saiful Mujani

S1 (Sarjana) Fakultas Usuluddin, IAIN Jakarta.

10) Siti Musdah Mulia

S1 (Sarjana) IAIN Alauddin, Makasar (1982).
S2 (Master) dan S3 (Phd) UIN Jakarta (1992-1997)

11) Sukidi

Fakultas Syariah / Peradilan Agama UIN Jakarta (1998).

12) Sumanto Al-Qurthuby

IAIN Wali Songo (1999).

13) Syamsu Rizal Panggabean

S1 (Sarjana) Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

14) Taufik Adnan Amal

Pensyarah Ulumul Qur’an Fakultas Syariah, IAIN Alauddin, Makasar.

15) Ahmad Fuad Fanani

Fakultas Usuluddin UIN Jakarta

16) Ahmad Gaus AF

Fakultas Ilmu Komunikasi (IISIP) Jakarta

17) Budhy Munawar Rahman

Director Program Yayasan Paramidana.
Staf Pengajar Universitas Paramidana Mulya, Jakarta.

18) Denny J.A

Phd Ohio University, Amerika (2001)

19) Hamid Basyaib

Universitas Islam Indonesia (UII)

20) Husein Muhammad

Al-Azhar, Mesir.

21) Ihsan Ali Fauzi

University Ohio, Amerika.
Pendiri JIL bersama Ulil Abshar.

22) M.Luthfi Asy-Saukani

Phd University Melbourne, Australia.
Pensyarah Pemikiran Islam Universiti Paramidana, Jakarta.

23) Mun’im A.Sirry

Fakultas Syariah dan Undang-Undang International Islamic University, Islamabad, Pakistan (1990-1996).

24) Rizal Malarangeng

Phd. Ohio Universiti, Amerika.

25) Ulil Abshar Abdalla (Koordinator Jaringan Islam Liberal)

Pesantren Mansajul Ulum, Pati.
Pesantren Al-Anwar, Rembang.
Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta.

26) Zuhairi Misrawi

Fakultas Usuluddin jurusan Aqidah Falsafah Universiti Al-Azhar, Mesir (1995).

27) Zuly Qodir

Fakultas Agama Islam Universiti Muhammadiyyah, Yogyakarta (1996).
Magister Studi Islam Universiti Islam Indonesia (UII).
Sosiologi Fisipol UGM, Yogyakarta.

JIKA DAFTAR Profesi mereka DI-PETA-KAN MAKA ISLAM LIBERAL DI INDONESIA MERASUKI UMAT MUSLIM DAN INGIN MELIBERALKAN ISLAM MELALUI LEMBAGA/INSTITUSI sbb. :

1. Departemen Agama.

2. Mensekseg.

3. Departemen Luar Negri .

4. Menkokesra.

5. Perguruan Tinggi : Universitas Islam ( UIN ) Syarif Hidayatullah,UIN- Sunan Kalijaga, IAIN-Makasar, UGM, Jayabaya, Paramadina, IAIN Sunan Gunungjati, IAIN Sunan Ampel.

6. Organisasi Islam : NU dan Muhammadiyah, beruntung tokoh2nya yang di Muhammadiyah tidak dipilih lagi.

7. Media : Tempo group dan media lain yang se ideologi.

8. Islam syiah … Islam altermatip.

9. LSM : Jaringan Islam Liberal /JIL/Islib ; LSI; Faith Freedom International Indonesia, Ford Foundation; Libforall; LKiS-Wahid Institute; Komnas Perempuan; ICRP; CRCS; Freedom Institute dll.

Sedangkan LSM lain masih banyak sekali : Jaringan Islam Kampus; Jaringan Intektual Muda Muhammadiyah ( organisasi dompleng nama Muhammadiyah ); Intelektual Muda NU , Lakesdam-NU; ASEAN Foundation; Intelektual/Cendekiawan Muslim dll.

Untuk media selain melalui tulisan artikel di Koran mereka juga gencar menulis melalui majalah , buku-buku, terjemah Al-Qur’an dengan hermeunitika ( kekinian, kontektual, ) ; melalui siaran radio, dialog di TV ; hingga membuat beberapa website, blog, millist, kajian Islam liberal di kampus, Talk-show di radio; termasuk menjadi calon anggota legislative melalui beberapa partai politik.

Secara gamblang mereka melakukan publikasi melalui media sedangkan secara strategis perubahannya melalui lembaga formal pemerintah yaitu Dept. Agama dan Dept. Pendidikan khususnya kurikulum dan materi di perguruan tinggi Islam, sedangkan kemasyarakat melalui organisasi Islam dan kebudayaan.

Sudah sewajarnya umat Islam waspada dan mewaspadai gerakan ini agar aqidah Islam kita tidak tergerus oleh pengaruh mereka yaitu liberalisasi Islam, dengan slogan mereka seperti Semua agama sama,… Tuhan kita adalah Tuhan kita semua dimana dalam dogma Islam yang benar , Tuhan kita adalah wahid/tunggal, tidak beranak dan tidak diperanakkan, Tuhan umat Islam tentunya berbeda dengan Tuhannya umat agama lain.

– See more at: http://islamicline.blogspot.com/2009/08/50-tokoh-islam-liberal-di-indonesia.html#sthash.5InB7JlZ.dpuf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: