MANDUL……..!!!

Kata ini memang membuat suami istri bisa menjadi sedih, galau , duka, pilu, dan bahkan puncaknya diantara mereka bisa saling menuntut cerai.
Bagi mereka pasangan suami istri yang tujuan menikah dan berumah tangga hanya SEMATA-MATA untuk memperoleh anak pasti akan mengalami kondisi seperti hal-hal di atas.

Akan tetapi bagi pasangan suami istri, yang tentu soleh dan soleha, yang tujuan berumah tangga hanya untuk menggapai ridho Allah SWT, beribadah dan meningkatkan ketaqwaan kepada-Nya dan menjaga kesucian diri, tentunya akan selalu bahagia, tenang, dan penuh kesabaran menghadapi situasi seperti di atas.

Pengertian mandul secara umum adalah kondisi dimana suami istri yang salah satunya tidak bisa diharapkan lagi memiliki keturunan. Benarkah definisi diatas?
Mandul adalah masalah klasik manusia dari zaman dulu hingga sekarang. Jangan kan kita manusia biasa, bahkan sampai selevel para Nabi pun tidak lepas dari masalah yang satu ini.

Mari kita buka sejarah!
Siti Sarah, Istri kepada Nabi Ibrahim AS, galau bertahun-tahun karena pengakuannya sendiri bahwa dia mengalami kemandulan sehingga akhirnya menyuruh sang suami untuk menikah lagi.

Siti Asyiah, istri kepada Fir’aun, sang raja diraja dikala Mesir kuno, galau bukan kepayang karena sang suami Fir’aun mandul! Sehingga riwayat menceritakan bahwa Fir’aun ‘terpaksa’ atas desakan sang istri memungut dan mengadopsi sang bayi Musa AS.

Imran, nama seorang lelaki yang diabadikan oleh Allah SWT didalam Alqur’an, resah dan gelisah yang kala itu istrinya mandul..

Nabi Allah Zakaria AS, tidak bosan-bosan penuh harap dan cemas selalu berdoa kepada Allah SWT agar beliau dikaruniai seorang anak dari sisi-Nya. Sebab kala itu istri sang Nabi mandul pula.

Saya akan mencoba menghibur anda yang kebetulan sedang mengalami ‘kemandulan’. Sengaja kata ini diberi tanda kutip sebab saya akan mencoba mendefinisi ulang pengertian kata tersebut, agar anda tidak selalu merasa terlalu sedih dan selalu berburuk sangka kepada Allah SWT.

“MANDUL’ ADALAH SUATU KONDISI DIMANA SANG SUAMI ATAU SANG ISTRI DALAM MENGARUNGI BAHTERA RUMAH TANGGA YANG CUKUP LAMA BELUM..SEKALI LAGI BELUM!!! DIKARUNIAI ANAK DARI SISI ALLAH SWT. (Pernyataan ini dari saya lho.. Boleh percaya atau tidak..terserah Anda …he..he..)

Tapi Ada sebuah Hadish Shohih yang mana kanjeng Nabi Muhammad SAW pernah memberikan definisi yang sangat..sangat bagus sekali tentang ‘mandul’ ini. Tentunya kanjeng Nabi SAW bermaksud untuk menghibur pasangan suami-istri yang belum dikarunia anak dari sisi-Nya dan tidak bersedih berkepanjangan..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat: ‘Menurut kalian, siapakah orang yang mandul itu? ‘ Abdullah bin Mas’ud berkata; ‘Kami menjawab; ‘Yaitu orang yang tidak mempunyai anak.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Bukan itu yang dimaksud dengan mandul. Tetapi yang dimaksud dengan mandul adalah ORANG YANG TIDAK DAPAT MEMBERIKAN APA-APA KEPADA ANAKNYA.’HR. MUSLIM

Kedua, yang menterjemahkan menjadi:
‘Tahukah kalian, siapakah ar-raquub (orang yang mandul) itu?’ Mereka menjawab : ’Yaitu orang yang tidak mempunyai anak.’ Beliau SAW pun bersabda: ‘Bukan, tetapi ar-raquub (mandul) adalah ORANG YANG TIDAK MENDAPATKAN MANFAAT (HASIL APAPUN) DARI ANAKNYA.”
sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,
مَا تَعُدُّونَ الرَّقُوبَ فِيكُمْ؟ قَالَ قُلْنَا: الَّذِي لَا يُولَدُ لَهُ، قَالَ: «لَيْسَ ذَاكَ بِالرَّقُوبِ وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ الَّذِي لَمْ يُقَدِّمْ مِنْ وَلَدِهِ شَيْئًا

Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat: “Tahukah engkau siapakah orang yang mandul?” Para sahabat menjawab; “Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak”. Lalu Rasulullah bersabda; ORANG YANG MANDUL IALAH ORANG YANG MEMPUNYAI BANYAK ANAK, TETAPI ANAK-ANAKNYA TIDAK MEMBERI MANFAAT KEPADANYA SESUDAH IA MENINGGAL DUNIA”. (HR. Ahmad)

Maka dari itu poin KESABARAN begitu penting dalam hal ini.
Kalau Allah SWT sudah berfirman ‘ Kun Fayakun!’ Tidak ada yang tidak mungkin. Asalkan kita Sabar, ridho, bertaqwa, dan tidak berburuk sangka kepada-Nya.
Buktinya, sudah sekian lama saat Siti Sarah berumur 80 tahun lebih akhirnya Allah mengaruniai seorang anak Ishaq yang kelak menjadi Nabi.
Begitu pun Sang Imran dan Nabi Zakaria AS akhirnya diberikan anak-anak, ketika malaikat Jibril AS memberitahu mereka bahwa Allah akan memberikan seorang anak kepada masing-masing mereka Padahal kala itu mereka berdua sudah tau rentah dan istrinya pun begitu pula.

Salam Tahlil…Tahmid…Tasbih.. Takbir dari saya! .. (Heru Wibowo; Staff Pengajar, Counselor dan Trainer di Kajian Psikologi Islam, Pernikahan, dan Rumah Tangga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: