SAAT ALLAH SWT MENCIPTAKAN MAKHLUK YANG BENAMA ‘IBU’

Suatu waktu, Allah SWT tengah sibuk membuat sesuatu. Sudah enam hari Ia tidak mengadakan pertemuan dengan para malaikat untuk membincangkan keadaan alam semesta. Sebelum bertugas, seluruh malaikat harus berkonsultasi pada Allah SWT. Karena sudah terbilang lama tidak ada konsultasi, ada satu malaikat mendatangi Allah SWT dan bertanya,

“Wahai Allah, banyak nian waktu yang Kau habiskan untuk menciptakan yang satu ini. Sebenarnya apa yang sedang Kau kerjakan dan siapakah dia?”

“Aku sedang menciptakan makhluk yang bernama ibu,” Jawab Tuhan.

“Lalu mengapa sampai memakan waktu demikian lama hingga kami tidak bisa berkonsultasi lagi denganMu?” Tanya malaikat itu lagi.

“Tidakkah kau lihat seberapa rumit perincian yang harus Ku kerjakan? Sedangkan aku baru mengumpulkan sedikit saja kriterianya! Mana bisa aku berhenti mencipta makhluk yang akan mengagumkan ini bila kau mengganggu terus!” Jawab Allah dengan ketus.

Malaikat itu terdiam dan tak berani bertanya lagi. Namun ia tetap ingin tahu seperti apa makhluk yang akan dibuat Allah SWT. Makhluk yang telah membuat Allah SWT bekerja demikian lama sampai lupa waktu bertemu dengan para malaikat membicarakan masalah alam semesta. Diam-diam diliriknya daftar rincian itu dan dibaca;

1. Terbuat dari bahan yang tahan air, tapi bukan plastik.

2. Terdiri dari 180 derajat bagian yang lentur, lemas, dan tidak mudah letih.

3. Mempunyai tiga pasang tangan untuk mengatur, melayani, dan membenahi yang ada menjadi lebih baik, tanpa kenal lelah.

4. Memiliki tiga pasang mata. Sepasang mata satu dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya pada orang yang di dalam, “Sedang apa kamu di dalam sana?” namun mata itu telah tahu jawabannya. Sepasang mata kedua berada di belakang kepala dan bisa melihat sesuatu yang dirahasiakan pemiliknya. Sepasang mata ketiga dapat berbicara dan berkata dengan lembut, “Ibu mengerti dan ibu juga sayang padamu…”

Tergelitik dengan model makhluk yang unik itu, malaikat memberanikan diri bertanya kembali;

“Banyak sekali kriteria makhluk yang akan Kau ciptakan ini Ya Allah, apa sanggup ia menerimanya semua? Bukankah dengan memberinya banyak syarat malah bisa membuatnya gampang jatuh sakit?”

“Aha! Betul juga kau, ada yang terlupa!” Kata Allah SWT seraya menambahkan daftar rincian tanpa memperdulikan pertanyaan malaikat tadi.

5. Kuat dan tahan banting.

6. Mampu hidup dari sedikit air dan makanan seadanya.

7. Bisa menyembuhkan dirinya sendiri apabila jatuh sakit.

8. Mempunyai rasa sayang yang tak pernah habis diberi, bahkan selalu bertambah setiap kali memberi.

9. Memiliki persediaan maaf yang banyak serta tak pernah ada habis-habisnya bila diminta oleh si anak setiap waktu.

10. Terletak kuping yang lebar untuk menampung keluhan.

11. Terberi ciuman ampuh yang dapat menyembuhkan langkah yang keseleo.

12. Terdapat lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah.

“Selain itu”, Lanjut Allah SWT, “ada lagi kriteria tambahan yang harus dilekatkan pada makhluk ini sebagai pelengkap.”

13. Ia harus bisa memberi makan banyak kepala dengan 1 ons daging.

14. Ia dapat membuat seorang anak yang bandel dan keras kepala menjadi penurut tanpa harus membuat hatinya menjadi kecut.

Penasaran dengan model makhluk yang sedang diciptakan itu, malaikat ingin menyentuhnya;

“Boleh saya pegang, YA Allah?” Tanya malaikat takut-takut.

“Silahkan saja.” Jawab Allah SWT.

“Ooo… terlalu lunak! Bagaimana ia bisa berdiri nanti?” Komentar malaikat.

“Tapi ia kuat!” Kata Allah SWT bersemangat. “Tak akan pernah bisa dibayangkan betapa banyak yang bisa ia tanggung, ia pikul, dan ia derita setiap waktunya.”

“Tapi, apakah ia dapat berpikir?” Tanya malaikat lagi.

“Ia bukan hanya bisa berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide, dan berkompromi.” Jawab Allah SWT melengkapi.

Ketika malaikat menyentuh pipi, ia merasakan sesuatu di sana.
Ada air yang tergenang…

Malaikat pun berkata, “Ada yang bocor di sini Ya Allah!”

“ITU BUKAN KEBOCORAN.” SANGGAH ALLAH SWT.
“ITU ADALAH AIR MATA. KESENANGAN, KESEDIHAN, KEBAHAGIAAN, KEPEDIHAN, KEBANGGAAN, KEKECEWAAN, KESAKITAN, KESEPIAN, DAN KERINDUAN… SEMUANYA MENGALIR DARI SINI.”

“Aaaaahhh… Allah SWT memang ahlinya.” kata malaikat lirih.

Salam Tahlil…Tahmid…Tasbih…Takbir dari saya! .. (Heru Wibowo; Staff Pengajar, Counselor dan Trainer di Kajian Psikologi Islam, Pernikahan, dan Rumah Tangga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: